Warning TYPO bertebaran
Guyss.....
VOTE DULU SEBELUM BACA KUY
Selamat membacaa💜
____________________________
Disini, Yuri menatap sahabatnya sendu. Kenapa semua ini menimpa sahabatnya, Yuri tak habis pikir kenapa bisa takdir sejahat ini.
"Jelasin keYuri, kenapa bisa kaya gini?"
Lesya langsung memeluk Yuri, menangis sejadi jadinya didekapan Yuri. Lesya butuh sandaran, Lesya butuh sesorang yang mau mendengar keluh kesahnya, dengan bercerita lesya merasa sedikit tidak terbebani dengan ini. Yuri menahan air matanya agar tidak terlihat lemah oleh Lesaya, sedikit tidak terima lesya menangis. Padahal Yuri baru saja mengobrol dilayar telpon membahas pakaian yang ia pakai, sekarang Lesya malah menangis tanpa henti.
"Gu-uue, ga ngerti lagi Yur, Gue butuh sandaran, beban gue terlalu banyak dan juga berat Yur, gue butuh seseorang yang mau berbagi masalah gue" Yuri mengelus-ngelus rambut Lesya dengan lembut, mencoba menenangkan sahabatnya dengan sebuah pelukan.
Plak!
"DASAR JALANG!!"
"LO APAIN TUANGAN GUE BANGSAT!, LO BIKIN COWO GUE KRITISS!!"
"DASAT BENALU!"
Plak!
Jeniy menapar pipi Lesya dengan keras, Lesya menangis badannya bergetar, entah apa yang terjadi Yuri tidak tahu dan tidak mengerti, Yuri datang pun Lesya sudah menangis dideoan pintu ruangan yang katanya kekasih baru Lesya baru-baru ini
Yuri memeluk Lesya, namun ditepis kasar oleh Jeniy "Lo juga, gak usah ikut campur urusan gue sama dia. Asal lo tau, temen lo ini pembunuh! Pembunuh tunangan gue!!!"
Yuri mendekat kearah Jeniy, kalian percaya atau tidak, seseorang yang terlihat lemah dan ramah jika marah menakutkan.
"Maksud kakak apa?, kalo ada masalah bicara baik-baik kak, jangan kaya gini, menyelesaikan masalah kaya bocah TK" Yuri berani mengucapkan itu dengan santai, Lesya pun kaget mendengarnya.
"Dasar Anak Tolol, sama aja sama sahabat lo, sama-sama pelacur!"
Plak!
"JENIY!!"
Leon mendekat kearah mereka dengan murka, sorot matanya mengarah kearah Jeniy dan Yuri.
"Lo apa-apan nampar Yuri hah?!" sarkas Leon melihat pipi kekasihnya ini memerah.
"Dia duluan yang mulai bukan gue Eon!" Leon seketika terdiam saat mendengar nama Eon. Nama itu hanya boleh diucapkan oleh dia.
"LEON! SINII!" Leon berlari kearah ruang inap Leskar.
"Mampus! Dia gak pernah anggap kalian ada, mending pulang gak usah balik lagi sana!!"
Lesya memeluk Yuri dengan erat, hoodie Yuri basah akibat tangisan Lesya. "Yur, gue gak perawan Yur. Gue kotorrr"
Deg!
KAMU SEDANG MEMBACA
Possessif Leon (SELESAI)
Roman pour Adolescents📢📢SEGERA TERBIT BACA SEBELUM PART DIHAPUS UNTUK KEPENTINGAN PENERBITAN FOLLOW AKUN ME cerita ini sedikit mengandung umpatan umpatan kasar, jadi bijak dalam membaca. Yuri itu lucu. Yuri itu lugu, sangat lugu Yuri itu bodoh, gampang juga dibodoh-bod...
