t u j u h

2.4K 166 19
                                        

Happy reading💜



Leon memasuki rumah yang megah dan juga luas, terlihat ramai seperti biasanya. Kedua orang tuanya sedang bersantai diruang keluarga, sedangkan kakaknya Dea sedang bergulat dengan latop ditemani oleh seorang pria yang membuat Leon muak dan juga benci.

"Salam kek, malah selonong aje tuh bocah" ceketuk Jery, yaps Jery paradita, seorang pria yang mempunyai sifat yang menyebalkan membuat Leon muak, entah apa yang Jery perbuat sampai Leon membencinya.

"Lo ngatur?" tanya Leon dengan dingin, Dea yang menyadari akan ada perdebatan yang membuatnya muak, entah apaa masalahnya memgapa adiknya tidak pernah menerima kekasihnya untuk menjadi calon bagian keluarganya.

"Leon, masuk. Jangan buat mood kakak tambah buruk!"

"Siapa yang mulai, siapa yang kena imbas" desis Leon yang membuat Jery tersenyum bangga, akhirnya Jery dibela olah kekasihnya.

"Mampus!"

Leon menaiki tangga dengan pelan, moodnya akan membaik jika membayangkan wajah ceria gadis lugu itu, entah kenapa jika Leon terus membayang wajah Yuri yang imut membuat Leon senyum-senyum sendiri, arghhh, Leon sudah gila dan juga bucin.

"Leon, kamu kenapa?, hayoo mikirin siapa kok senyum-senyum sendiri gituu" goda sang Mama dan diangguki oleh Papahnya. Leon langsung saja keatas menghiraukan pertanyaan sang Mama.

"Dasar, anak muda"

****

Leon merapihkan kamarnya yang berantakan, foto-foto terpajang disana. Mulai dari Foto kelurga, foto dengan sahabat laknatanya, foto dengan kakaknya yakni Dea, foto dengan sahabat lamanya yang akan menjadi kakak iparnya, dan foto seorang gadis berambut sepunggung dengan senyuman manisnya, gadis tersebut terlihat sangat anggun dan juga cantik. Leon tersenyum nanar, apakah penantiannya akan sia - sia ?.

"Lo kapan pulang? Gue kangen lo"

Leon merebahkan dirinya disofa balkon kamar. Merasa hidupnya monoton akibat kehilangan semangat hidup, entah lah Leon merasa sangat bodoh menjadi pria, bisa-bisanya dibodohkan oleh seorang wanita yang jelas-jelas meninggalkan dirinya disaat Leon membutuhkan seorang penyemangat.

"KAKAK!!!"

Leon merasa kenal dengan suara cempreng itu, suara yang akhir-akhir ini membuat Leon senyum-senyum sendiri. Yah dia adalah Yuri, seorang gadis lugu nan polos.

Leon langsung turun menghampiri Yuri dibawah sana, disana terdapat pria yang mencium Yuri dimobil. Leon hiraukan itu, paling penting Leon menemui Yuri didepan sana.

"Hay kak" sapa Yuri kepada Leon, Leon berkerut bingung, sore ini Yuri terlihat cantik walau memakai baju yang sederhana. 

"Lo ngapain kesini?" tanya Leon dengan judes, merasa sangat malas mengingat kejadian tadi sore, Leon sedikit malu lebih tepat ny.

"Ganterin bang Bara, eh gak sengaja liat kakak diatas sana"

"Kakak siapanya kak Dea, kok aku baru liat kakak disni ya?" heran Yuri kepada Leon.

"Ini rumah gue" jawab Leon dengan singkat lalu duduk diteras rumah.
Yuri dengan lugunya mengekori Leon yang duduk diteras, Yuri duduk disamping Leon tanpa rasa malu sedikit pun.

Matahari mulai tengelam sebentar lagi, Yuri memendang Leon yang sedang menatap datar kedepan, tidak ada obrolan apapun disini.

"Bara siapa lo?"

Pertanyaan yang sedari tadi ingin sekali ia tanyakan kepada Yuri, namun Rasa gengsi terus saja menyelimuti hatunya dan sekarang Leon melawan ngengsinya dari pada ia uring-uringan tidak jelas.

"Bang Bara?"

"Ohh dia Ab-" ucapan Yuri terpotong akibat suara bariton dibelakangnya

"Dia tunangan gue kenapa?" suara Bariton milik Bara menghampiri Yuri dan juga Leon dengan jalan sok cool.

Leon terkejut apalagi Yuri, apa apaan jelas-jelas Bara itu abangnya kenapa abangnya ini berkata bahwa dirinya adalah tunangan abangnya sendiri.

"Katanya lo cuman ab-"

"Ayu sayang pulang, udah malem waktunya istirhat" Bara langsung merangkul Yuri dengen segera, tagannya juga memegang pingang Yuri dengan posessif. Leon yang melihatnya sangat panas, gerah hati gerah body.

Brugh!

Pintu mobil tertutup dengan kencang oleh Yuri, gagal untuk PDKT dengan kelasnya itu.

"Maksud Abang apaan sih!" gerutu Yuri yang kesal dengan abangnya ini.

"Liat! kak Leon jadi sebel banget sama Yuri, kenapa abang bilang Yuri tunangan abang, aku tu adik abang!  Gagak deh mau modus sama kak Leon! Gara gara abang nih ahh.." 

Bara terkekeh pelan, sambil menjauh dari perkarangan rumah besar itu, "Ohh jadi adik abang ini lagi PDKTan sama adiknya temen abang gitu?" Yuri menganguk pelan dengan polos, sungguh Bara ingin memakan adiknya ini dengan segera, namun Bara harus ingat Yuri adik kandungnya jika bukan udahhh Bara ituu arghh ambigu kan kalian...

"Abang cuman pengen tahu, dia beneran suka sama kamu engga"

"Tapi kan, kalo kak Leon jauhin Yuri karna udah tunangan sana Bang gimana, nanti Yurinya galau abanggg"

"Galau - galau! Masih bocah juga, udah galau-galauan lu anak kecil!" sosor Bara kepada kepala Yuri yang membuat sang empu meringis kesakitan.

"Ihhh sakit abangg, bilangin mamih papih nih!!"

"Ngadu terus lo anak kecil!"

Bara tertawa semakin menjadi-jadi, puas sekali mengerjai adiknya ini. Tidak takut jika dirinya akan  dimarahi oleh orang tuanya akibat menjaili Yuri sampai menangis, yang penting Bara senang melihat Yuri seperti ini, terlihat sangat lucu apalagi saat cemberut.

"Bercanda abang, iyaa nanti abang bilang deh sama Dea biar comblangin kamu sama Leon"

"Tauah, Yuri kesel sama abang..."


*****


Aku minta maaf banget ya, kemungkinan besar aku jarang banget buat up cerita posesif Leon. Minggu ini aku PTS, sekarang juga aku sempetin buat up huaaaa, semoga lancar ya semuanyaa untuk kalian jugaa semangattt💛💛

By byyy.

Tinggalkan jejak, Vote gratis engga pake pulsaa atau token sekalian jugaaaaa!!!!

Btw makaish juga udah jawab pertanyaan tentang cast sampe ada yang DM juga. InsyaAllah aku akan cari yang lain, makasih udah saranin nanti aku pertimbangkan,
jadi sabarr ya guyss ><



Sudah direvisi⚠⚠⚠

Possessif Leon (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang