Jangan lupa vote, comment ya 🥰
Ara berjalan gontai menuju rumahnya di Seoul. Setelah bertemu dengan Hwa Min, Ara langsung pulang dan memutuskan kembali ke Seoul. Entah apa yang gadis itu pikirkan hingga memutuskan pulang kembali ke Seoul dengan perasaan campur aduk.
Ia kembali ke Seoul menggunakan bus. Sampai di Seoul, rembulan mulai menggantikan posisi matahari yang menjadi saksi kisah pilu Ara. Langit seolah mendukung Ara dengan tak henti-hentinya menurunkan tetesan air. Yang awalnya hanya tetesan kecil, berubah menjadi deras.
Hujan yang menutupi rasa sakit Ara. Hujan yang menyamarkan tangis kepedihan Ara yang sudah basah kuyup sejak tadi. Percakapan terakhirnya dengan Hwa Min begitu membekas di otaknya.
"Go Eun Seok?"
Tanya Ara dengan ragu. Hwa Min Mengangguk kecil.
"Dia kakak Eun Jung, sahabat lo."
Ara tak menyangka ada orang sekeji Jay. Bahkan Jay seakan memaksa Eun Seok untuk ikut bergabung dalam rumitnya persahabatan yang melibatkan perasaan antara Jay, Areum, Hwa Min, dan Sunghoon. Hwa Min yang mencintai Jay, Sunghoon yang mencintai Areum, Areum dan Jay yang saling mencintai tapi memilih menutup perasaan dan malah melibatkan Eun Seok karena takut ada yang terluka.
Ara menghela nafas. Sungguh miris nasibnya. Bagaimana ia bisa begitu mencintai Jay? Lelaki jahat yang sudah membohongi dirinya? Lelaki jahat yang bahkan memalsukan kematian kakak sahabatnya?
Semua sudah jelas sekarang. Ara yang selalu dibilang mirip oleh teman-teman Jay dan bahkan rumor yang waktu itu Eun Jung bilang.
"Gue denger Jay trauma gara-gara cinta pertama dia meninggal."
Ara sampai di rumahnya hampir tengah malam. Netranya melihat sebuah mobil yang tak asing di depan rumahnya. Pengemudi mobil itu langsung keluar dari mobilnya dan berlari menghampiri Ara.
"By, kamu kemana aja sih? Kenapa gak ada kabar?"
Ara menatap laki-laki di hadapannya dengan tatapan muak. Ia berdecih. Ia langkahkan kakinya meninggalkan laki-laki yang juga basah kuyup karena hujan deras.
"By, kamu kenapa sih? Aku ada salah? Jawab dong, by. Ja-"
Jay melangkah cepat mengikuti Ara yang sudah mau memasuki rumahnya. Ara yang mulai malas mendengar ocehan Jay memilih untuk memotong ucapan laki-laki itu.
"Jay, berhenti panggil aku by!"
Seru Ara yang langsung membuat Jay bungkam. Jay beralih menangkup wajah Ara. Ada apa dengan Ara? Jay tidak merasa membuat kesalahan di pertemuan terakhir mereka. Tapi Jay juga tidak mau jujur bahwa ia sudah tahu Ara bertemu Hwa Min dan ada kemungkinan Ara menghilang karena Hwa Min sudah menceritakan semuanya.
"Kamu kenapa sih?"
Ara melepas paksa tangkupan Jay pada wajahnya. Jangankan menyentuh dirinya, Ara saja sudah merasa tidak sudi mendengar Jay memanggil namanya.
Plakk
Satu tamparan mendarat mulus di pipi kanan Jay. Jay melebarkan matanya seolah tak percaya dengan apa yang dilakukan Ara barusan. Ia menatap Ara dengan tatapan bingung sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
"Kita putus."
Final Ara yang langsung pergi meninggalkan Jay setelahnya. Bahkan ia pergi tanpa mendengar pembelaan apa pun dari Jay. Bagi Ara, ini bukanlah saat yang tepat untuk mendengar penjelasan dari laki-laki brengsek yang sudah mempermainkan hatinya.
"Jadi bener? Kamu ketemu sama Hwa Min di Namyangju?!"
Seru Jay yang langsung membuat langkah Ara berhenti. Ara membalikkan badan nya menatap sinis ke arah Jay.
"Kalo iya kenapa?!"
Ara yakin Jay tahu itu dari Sunghoon. Seingat Ara sendiri Sunghoon berasal dari Namyangju. Di saat libur sekolah seperti ini tidak menutup kemungkinan Sunghoon akan pergi ke Namyangju.
Terlebih saat bertemu dengan Hwa Min tadi, Ara melihat sosok seperti Sunghoon di coffee shop. Jay berjalan mendekat ke arah Ara. Jay pikir pertemuan terakhirnya dengan Sunghoon adalah di rumah Heeseung. Siapa sangka pertemuan terakhirnya dengan Sunghoon adalah di apartemen Jay.
Secara tiba-tiba Sunghoon menghampiri Jay ke apartemennya. Laki-laki es itu menunjukkan foto dua orang gadis yang berada di salah satu coffee shop di Namyangju. Jay sengaja tidak menghampiri Ara ke sana. Jay yakin Ara butuh waktu sebelum mendengarkan cerita dari Jay.
Itu sudahlah hukum alam. Jangan dengarkan cerita hanya dari satu sisi. Jay tidak menghampiri Ara juga karena ia menunggu waktu giliran untuknya bercerita pada Ara melalui sisinya. Tapi rupanya, Ara tak mengenal hukum alam itu. Ia menolak mendengarkan penjelasan Jay.
"Apa aja yang udah Hwa Min bilang sama kamu?"
"Kenapa? Kamu takut semua kejahatan kamu terbongkar? Iya?!"
Jay mengalihkan pandangannya ke arah lain. Beberapa saat setelahnya, Jay memegang tangan Ara dan memasang wajah memohonnya.
"Ra, ini gak seperti yang kamu pikirin."
"Apa? Kamu mau bilang kalo kamu tulus cinta sama aku dan bukannya karena aku mirip sama Areum? Kamu mau bilang kalo kak Eun Seok, kakaknya Eun Jung memang meninggal karena ketabrak? Iya kan, Jay?!"
Suara Ara semakin meninggi dan tangisnya semakin menjadi. Kekecewaannya langsung meluap begitu saja.
"Ra-"
"Udah ya, Jay. Cukup. Aku udah kecewa berat sama kamu. Intinya kita putus. Dan aku mohon, tinggalin rumah aku."
Tepat sebelum Ara pergi, Jay menahan pergelangan tangan Ara.
"Kenapa sih, Ra kamu lebih percaya sama Hwa Min? Kamu harus dengerin cerita aku juga."
"Atas dasar apa aku harus lebih percaya sama kamu? Kenapa juga aku harus dengerin cerita kamu?"
"Atas dasar apa kamu harus lebih percaya sama Hwa Min?!"
Ara berdecih dan melepas paksa genggaman tangan Jay di pergelangan tangannya.
"Atas dasar Hwa Min yang terbukti sebagai sepupu Areum dan bukannya sepupu kamu!"
Lagi-lagi Ara berseru. Ia benar-benar merasa di bohongi dan ingin mengeluarkan semua rasa kecewanya. Cukup sudah semua yang ia tahan selama ini. Ia memilih untuk meledakkan semuanya sekarang. Ara Muak.
Jay mengepalkan tangannya dengan kuat. Jay marah sekarang. Seharusnya Ara mendengar semua itu dari Jay. Tapi, dengan lancangnya Hwa Min menceritakan semuanya.
"Waktu itu aku liat kamu nangis di depan rumah Jay. Kenapa?"
Hwa Min tersenyum miris. Ia tampak terdiam sebentar dan menghela nafas. Ia tersenyum masam sambil menatap Ara.
"Waktu Jay kecelakaan gue yang nolongin dia. Gue rasa dia agak mabuk. Gue ikutin sampe rumah dia, deh. Tapi dia malah ngusir gue karena dia masih benci gue. Dia bilang gue satu-satunya penyebab Areum meninggal."
Ara tiba-tiba teringat dengan percakapan kecilnya dengan Hwa Min. Percakapan kecil yang membekas di ingatan Ara. Karena, dengan Jay yang membenci Hwa Min sampai sekarang menunjukkan bahwa pikiran dan hati laki-laki itu hanya terisi oleh Areum.
"Dan satu lagi, Jay. Jangan salahin Hwa Min atas kematian Areum. Jangan salahin perasaan Hwa Min. Karena penyebab ini semua terjadi adalah kamu! Kamu akar permasalahannya!"
🌠🌠🌠
Hope you like it guys 💙🥺🦅
KAMU SEDANG MEMBACA
Before The Happy Ending || Jay Enhypen
Fanfiction[Sudah Revisi] [Completed] Kisahnya sempat terhenti karena separuh jiwanya hilang. Namun sekarang, kisah cinta itu kembali berjalan seperti semula. Menuntut sebuah akhir atas kisah cinta yang terlalu klise bagi sebagian orang. ••• Kang Ara yang akra...
