25

747 55 10
                                        

Jangan lupa vote, comment ya 🥰

Ara menggenggam tangan Jay yang terbaring lemah di sebuah ruangan rumah sakit. Gadis itu tak henti-hentinya menangis. Entah tangisan sedih atau tangisan yang penuh dengan penyesalan.

"Ra, ini udah malem. Seenggaknya makan sesuatu. Nanti malah elo yang sakit."

Sunghoon memegang pundak Ara. Tapi gadis itu malah menggeleng. Sejak tadi siang, gadis itu hanya duduk dan menangis melihat keadaan Jay. Sunghoon semakin iba melihatnya.

Ara sadar sekarang. Ia sadar seberapa besar cinta Jay. Begitu pun dirinya. Ia baru sadar seberapa besar cintanya untuk Jay setelah Jay terkapar seperti sekarang ini. Ara bahkan menuruti permintaan Jay untuk menjaga kalung yang sangat berarti bagi Jay itu.

Ara memegang kalung yang melingkar manis di lehernya. Ia enggan melepas kalung berliontin biru yang ternyata bukan milik Areum.

Kalung itu memang mirip dengan milik Areum. Tapi ternyata di balik liontin itu ada nama Ara yang terukir dengan sangat manis.

Memang, awalnya kalung yang Ara pakai adalah milik Areum. Tapi setelah melepasnya secara paksa, Jay memilih mengganti kalung yang baru untuk Ara. Sunghoon bilang, Jay sudah sadar akan perasaannya sejak saat itu. Dan sejak saat itu pula, Ara selalu menutup telinga dengan penjelasan dari Jay.

Kalung Areum sendiri Jay berikan pada Sunghoon untuk disimpan. Hal yang juga baru Ara tahu adalah warna biru adalah warna kesukaan Jay. Oleh karena itu, liontin kalung yang ia gunakan berwarna biru. Jay bilang itu berharga karena kalung itu ia beli sendiri dengan uang hasil kerja kerasnya mengelola sebuah café.

Seandainya waktu bisa terulang, Ara akan memilih bertemu dengan Sunghoon. Layaknya kunci dari pintu, Sunghoon mengetahui semuanya. Hwa Min juga ternyata hanya salah paham tentang kalung yang Ara pakai. Ara sendiri baru tahu semuanya dari Sunghoon.

Ara juga ingat betul saat ia masuk ke kamar Jay tadi, hanya ada foto dirinya yang dicetak polaroid oleh Jay. Semua foto itu Jay ambil diam-diam.

Bahkan pigura foto Jay bersama Sunghoon, Hwa Min, dan Areum tidak ada.

Selain itu, Jay juga mencetak foto dirinya bersama Ara. Foto itu diletakkan di dalam pigura berwarna merah muda.

"Bersama pemilik hati, Park Ara. 31 Desember 2019."

Tulisan itu terbaca dengan jelas di kaca pigura foto Jay dan Ara. Bahkan Jay mengganti marga Ara. Gadis itu merogoh tasnya dan mengambil sebuah kertas.

"Ja-Jay. Tolong sadar. A-aku bakal wujud in permintaan kamu."

Suara Ara bergetar karena ia menahan tangisnya. Tangannya meremas lembut tangan Jay dan sebuah kertas ramalan fortune cookies. Kertas milik Jay yang ia temukan tergeletak di lantai kamarnya. Jika saat itu Ara mengabulkan permintaan Jay, apa Jay tidak akan terkapar di sini sekarang? Apa Jay dan Ara bisa bersama?

🌠🌠🌠

Ara merasakan seseorang mengelus lembut kepalanya. Ia membuka matanya. Ia tertidur sejak tadi rupanya.

"Jay? Kamu udah sadar?"

Ara langsung berdiri dari duduknya saat melihat Jay sudah membuka matanya. Laki-laki itu mengangguk. Tangis Ara lagi-lagi pecah.

"Ja-Jay aku minta maaf. A-aku minta maaf kar-"

"Sstt."

Jay meletakkan tangannya di depan bibir Ara. Ara langsung bungkam. Laki-laki itu merentangkan tangannya. Ara langsung tersenyum haru dan menghambur ke dalam pelukan Jay.

Before The Happy Ending || Jay EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang