11

386 57 0
                                        

Jangan lupa vote, comment ya 🥰

Ara membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Matanya menatap kosong ke arah langit-langit kamarnya. Ia menghela nafas.

Orang tuanya yang bekerja di Namyangju bilang mereka akan berkunjung. Tetapi kunjungan mereka dibatalkan karena ada hal mendesak. Padahal sudah cukup lama Ara tidak bertemu dengan orang tuanya.

Lagi-lagi Ara menghela nafas mengingat seberapa gilanya orang tuanya bekerja. Bahkan mereka jarang sekali meluangkan waktu untuk Ara. Ara yang notabene adalah anak tunggal jadi sering merasa kesepian.

Ara melirik jam dinding yang ada di kamarnya yang bernuansa merah muda. Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Tapi sepertinya Ara masih enggan merubah posisi berbaringnya. Ia menghela nafas lagi dan lagi.

Tak lama, ia memilih bangkit dan berjalan ke arah balkon kamarnya dengan tubuh yang masih terbalut seragam sekolahnya.

"Sebenernya siapa sih Jay yang ada dihati kamu?"

Lirih Ara. Sejak memutuskan break dengan Jay, pikiran Ara tak pernah jauh dari Jay. Laki-laki itu sudah menjadi kekasihnya selama 5 bulan. Atau mungkin 4 bulan lebih karena mereka sedang break sekarang? Entahlah. Intinya, selama itu juga Ara masih belum bisa memahami Jay.

Jay rumit dan terlihat enggan berbagi. Terkadang, Ara berpikir bahwa Jay hanya suka dengan fisiknya tanpa pernah tahu apa yang ada di dalam diri Ara. Begitu pun dengan Ara yang tak pernah tau apa pun tentang Jay. Ara mengurut pelipisnya ringan.

Terlalu berat memikirkan hal seperti itu di saat pikirannya sendiri sedang rumit karena materi pelajaran di sekolah yang bahkan tak berhasil ia pahami karena fokusnya sedang terpecah. Ara merogoh saku rok nya saat merasakan ponsel nya bergetar.

"Sunghoon? Kenapa?"

Ara sedikit terkejut saat tahu bahwa Sunghoon lah yang menelepon dirinya. Ara menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya.

"Halo?"

"Lagi apa, Ra?"

"Lagi santai aja. Kenapa?"

"Enggak, mau mastiin aja soal acara OSIS. Gimana? Ada kendala?"

"Enggak kok semua lancar."

"Makasih ya udah bantu urus semua."

"Santai aja. Aku kan sekretaris OSIS. Udah sepantasnya aku bantu."

"Hehe. Iya. Btw, gue bisa minta tolong sama elo gak?"

"Mau minta tolong apa?"

"Lo siap-siap ya. Dandan yang cantik. Setengah jam lagi gue jemput."

🌠🌠🌠

Sunghoon membukakan pintu mobilnya untuk Ara. Ara tersenyum.

"Makasih, ya."

Sunghoon mengangguk. Ia menyibak rambutnya kebelakang dan tangan lainnya ia gunakan untuk menggandeng tangan Ara. Ara terkejut tapi tidak menolaknya. Ia mengikuti Sunghoon masuk ke dalam sebuah rumah megah bernuansa klasik yang Ara yakini sebagai rumah pria es itu.

"Sunghoon? Kamu dari mana aja?"

Seorang wanita paruh baya menghampiri Sunghoon. Ia terdiam saat menatap Ara. Tetapannya sama seperti saat Ara bertemu dengan pembantu di rumah Jay. Terkejut.

"Sung-Sunghoon di-dia-"

"Tadi Sunghoon habis jemput temen. Namanya Ara. Ra, kamu duduk dulu ya. Aku mau ngomong sama eomma ku sebentar."

Before The Happy Ending || Jay EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang