10

415 62 2
                                        

Jangan lupa vote, comment ya 🥰

"264 jam, 43 menit, 27 detik."

Jay memejamkan matanya dan duduk bersandar di sofa ruang OSIS sambil terus menghitung.

"264 jam, 43 menit, 30 detik."

"Lagi belajar ngitung lo?"

Tanya Heeseung tiba-tiba. Jay yang kaget langsung membuka matanya. Ia mendapati Heeseung yang sudah duduk di sampingnya dan Sunghoon yang duduk di hadapannya. Jay langsung menegakkan posisi duduknya.

"Lesu banget sih, lo. Kenapa?"

Tanya Heeseung lagi. Heeseung terlihat iba dengan keadaan Jay yang sudah seperti mayat hidup. Sunghoon sendiri hanya menatap Jay sambil meminum teh kotak kemasan yang ia bawa.

"Masalah Ara?"

Pertanyaan telak dari Sunghoon berhasil membuat Jay menatap Sunghoon dengan tatapan nanarnya.

"Kenapa?"

Tanya Sunghoon pada Jay. Jay kembali menyandarkan tubuhnya ke sofa dan menghela nafas. Tubuhnya terasa lemas seketika saat mengingat akar permasalahannya dengan Ara.

Ia menatap langit-langit ruang OSIS yang didominasi warna kuning pucat itu. Tarikan nafas dalam ia ambil sebelum mulai membuka suara.

"Ara ngajak gue break. Udah-"

"264 jam, 44 menit, 3 detik?"

Potong Sunghoon sambil menatap jam tangan digital ditangannya dan terlihat menghitung. Jay hanya bisa menunduk dan mengangguk lesu. Ia mengusap wajahnya dengan kasar. Laki-laki itu terlihat sangat frustasi.

Tiba-tiba suara decitan pintu yang terbuka mengagetkan mereka. Mereka semua sama-sama menoleh ke arah sumber suara. Tubuh Jay menegang melihat siapa yang menimbulkan decitan pintu barusan.

"Eh? Ra? Ngapain?"

Ara diam di posisinya. Ia tidak menjawab pertanyaan yang baru saja Heeseung lontarkan. Heeseung sendiri memilih bertanya karena Jay dan Sunghoon sama-sama diam sambil menatap Ara. Entah apa yang membuat keduanya bungkam hingga Heeseung harus mencairkan suasana.

"I-ini aku mau ngasih laporan bu-buat acara akhir tahun sekolah. Ti-tinggal minta tanda tangan kepala sekolah sama ketua OSIS aja."

Ara meletakkan laporan itu di meja kecil yang menjadi pemisah antara Jay, Heesung, dengan Sunghoon.

"Aku balik dulu, ya. Pe-permisi."

Ara langsung membalikkan tubuhnya dan melesat pergi. Jay hanya bisa menatap kepergian Ara. Ia mengacak rambutnya frustasi.

"Ngapain lo?"

Tanya Sunghoon dengan dingin.

"Kejar sana!"

Seru Heeseung dengan menjitak kepala Jay.

"Dia gak mau dengerin gue. Semua kontak gue dia blokir."

Jay mulai frustasi sekarang. Apa yang harus ia lakukan untuk meredakan kekecewaan Ara? Sunghoon meletakkan teh nya di atas meja.

"Jangan sia-siain kesempatan kayak gini. 'Dia' balik buat lo."

Sunghoon menelan ludahnya. Sangat sulit baginya menerima kenyataan bahwa sejak dulu pun orang yang ia suka tak pernah menaruh perasaan lebih padanya.

"Mereka orang yang beda. Lo tau sendiri mereka gak sama."

"Bagus kalo elo udah sadar. Sekarang, elo harus berubah, Jay. Lupa in masa lalu. Yang ada di masa sekarang itu Ara. Lo harus bisa terima itu."

Before The Happy Ending || Jay EnhypenCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang