Jangan lupa vote, comment ya 🥰
Ara memainkan kedua ujung sepatu putihnya. Ia gelisah. Bahkan Ara terus menggaruk telapak tangannya yang tidak terasa gatal. Kebiasaan itu ia lakukan saat sedang merasa gelisah.
Sesekali ia menatap keluar jendela coffee shop berharap-harap cemas menunggu kedatangan perempuan yang akan membantu Ara menguak semuanya.
Tak lama, terdengar suara bel pintu yang menandakan ada pengunjung yang baru datang. Ara menoleh ke arah pintu dan berdiri dari duduknya. Ia melambaikan tangannya.
"Sorry, tadi sempet macet."
"Gak apa-apa kok."
Yup, orang itu adalah Hwa Min. Hwa Min duduk di hadapan Ara dan meletakkan sebuah kotak berwarna biru langit di hadapannya.
"Mau minum?"
Tawar Ara yang langsung mendapat anggukan dari Hwa Min.
"Sama in aja kayak elo."
Ara tersenyum tipis dan langsung memesan minuman. Tak lama, ia kembali dengan dua gelas ice americano.
"Lo suka ice americano?"
Ara langsung mengangguk dan menyeruput ice americano nya. Hwa Min menarik senyum nya membuat Ara bertanya-tanya.
"Kenapa? Kamu gak suka, ya?"
"Gak gitu. Lo sama banget kayak Areum. Dia juga suka ice americano."
Ara langsung tersenyum masam mendengar nama Areum disebut.
"Kita mulai sekarang?"
Tanya Hwa Min yang hanya mendapat anggukan lemah dari Ara. Hwa Min membuka kotak biru langit yang ada di hadapannya. Tangannya mengeluarkan sebuah pigura.
"Itu kan-"
"Foto yang sama kayak yang ada di kamar Jay? Sunghoon?"
Potong Hwa Min. Ara langsung mengangguk cepat. Hwa Min memberikan foto itu kepada Ara.
"Kita berempat punya foto ini. Coba lo perhati in Areum."
"Ada apa memangnya?"
"Kalung yang lo pake itu kayak kalung kesayangan Areum."
"Ha-hah?"
"Tapi gue gak tau itu kalung yang sama atau enggak, karena cuman Areum sama Jay yang tau."
Ara langsung meraba kalung yang ada di lehernya. Ia menatap foto ke 4 anak kecil itu. Intensinya ia arahkan pada Areum. Dan ternyata benar. Kalungnya terlihat mirip. Apa kecurigaan Ara beberapa bulan lalu tentang kalung ini benar?
"Kalung itu Areum kasih ke Jay."
"Kenapa?"
"Buat kenang-kenangan sebelum dia meninggal."
Ara terdiam dan menunduk. Ia masih menatap foto di pigura itu. Tanpa Ara sadari Hwa Min sudah mengeluarkan benda lain dari kotak itu.
"Itu apa?"
"Sweater kesayangan Areum. Ini juga jadi pakaian terakhir yang Areum pake."
"Dari Jay?"
Tanya Ara. Hwa Min hanya mengangguk. Sweater rajut berwarna biru muda yang begitu cantik.
"Areum punya hipotermia."
Ara menatap Hwa Min dengan pandangan tak percayanya.
"Pasti jay nge duga elo ada hipotermia, kan? Waktu kita karyawisata di pantai?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Before The Happy Ending || Jay Enhypen
Hayran Kurgu[Sudah Revisi] [Completed] Kisahnya sempat terhenti karena separuh jiwanya hilang. Namun sekarang, kisah cinta itu kembali berjalan seperti semula. Menuntut sebuah akhir atas kisah cinta yang terlalu klise bagi sebagian orang. ••• Kang Ara yang akra...
