12 - Treacherousness

181 29 3
                                        

Day 29

Ada yang berbeda dengan suasana kelas hari ini. Coretan di papan kelas menarik atensi penghuni VIII-1. Papan tulis yang bertuliskan, "SELAMAT EDRIC, ALVARO DIKELUARKAN KARENA KAMU". Membuat seisi kelas terdiam dan tidak percaya.

Edric baru saja masuk dalam kelas dan pandangannya langsung tertuju pada papan tulis di depan. Nella yang melihat targetnya hanya tersenyum dan berjalan ke depan kelas mendekati Edric.

"Gue bakal hapus tulisan ini buat lo." ucap Nella masih dengan Edric yang diam tidak bergeming.

"Gue yang nulis, gue juga yang hapus." gumam gadis itu dan sengaja memberi gerakan isyarat sambil menghapus papan tulis. Saat ia berbalik, dilihatnya Edric yang berterimakasih padanya dengan tersenyum.

Hal ini tentu membuat Nella berpikir. "Ni anak gapunya hati atau gimana.".

Edric berbalik menuju bangkunya. Banyak tatapan yang saat ini menghujam tajam pada pemuda itu. Seperti biasa, ia akan acuh terhadap pandangan sekitar yang memperhatikannya.

Nella yang sudah geram berjalan cepat ke bangkunya dan kemudian satu ide terlintas di benaknya. Ia bangun dari duduknya, dengan cepat ia melepas kedua alat bantu dengar Edric dari telinganya.

"Karena lu anj*ng, Alvaro dikeluarin." teriak Nella yang ditangannya sudah ada alat bantu dengar Edric yang terlepas.

Seisi kelas terkejut dengan apa yang barusan Nella lakukan. Tapi tidak hanya itu, mereka juga terkejut dengan keadaan Edric. Edric menunduk sambil memegang kedua telinganya yang sudah mengeluarkan darah.

- - - -

Flashback On

Di sudut ruang tamu terlihat pria paruh baya lengkap dengan koran di tangannya. Cheryl berjalan mendekat dan duduk di sofa yang bersebelahan dengan pria itu.

"Papa kenapa panggil Mei-Mei?" tanya Cheryl pada Jun, papanya. Mei-Mei adalah nama panggilannya di rumah, sebab ia adalah anak bungsu di keluarganya. Jun yang melihat anaknya datang, melipat korannya dan meletakkan di meja.

"Mei-Mei, Papa mau tanya, apa ada yang ganggu Edric di kelas?" ucap Jun balas bertanya pada Cheryl.

"Edric kenapa Pa?" kening Cheryl berkerut saat nama Edric disebut.

"Jadi, keluarga Edric salah satu donatur terbesar di sekolah dan juga kerabat dekat keluarga Argani." jelas Jun yang mulai bercerita. Cheryl yang mendengarnya jadi membelalakan mata terkejut, Edric dekat dengan keluarga yayasan, pikirnya.

"Orang tuanya khawatir kalau Edric mendapat penindasan di sekolah, karena tidak cuma sekali-dua kali alat bantu dengarnya hilang." lanjut Jun. Cheryl diam-diam merutuki Nella yang menjadi pelaku penindasan Edric. Cheryl tetap memasang wajah tenang mendengar cerita dari Jun.

"Mei tau kenapa Edric ada di kelas kamu?" Jun menatap anaknya yang menggeleng pelan. Jun menarik nafas dan tersenyum.

"Itu karena Papa, Edric itu anak yang spesial, Papa yakin dia akan baik-baik saja kalau ada Mei dan juga Alvaro." balas Jun yang membuat Cheryl tersentak, selama ini Papa nya percaya padanya.

"Alva?" kening Cheryl kambali berkerut saat mendengar nama ketua kelasnya disebut.

"Banyak guru yang memuji karena kepemimpinannya, tentu Papa tidak akan ragu ditambah dengan keberadaan Mei-Mei." balas Jun yang melihat jelas raut bingung di wajah anaknya.

30 Days✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang