1. I'm back

6K 228 2
                                    

23 March 2010, at Seoul Hospital

"Pegang ini dan simpan dengan baik" ujar seorang gadis berkacamata sambil meletakkan sebuah kalung di tangan seorang anak lelaki di hadapannya.

"Ini untukku?" tanya anak lelaki itu dengan polos sambil menatap gadis didepannya dengan kening berkerut.

"Iya. Kamu tau huruf yang tertera di situ?" tanya gadis itu yang dijawab gelengan oleh anak lelaki di hadapannya.

"Itu awalan namaku. Aera. Namaku Aera. Suatu saat nanti jika takdir mengijinkan aku akan bisa mengenalimu melalui kalung itu. Jadi jangan sampai hilang. Kamu bisa menjaganya Jaem?"

Anak lelaki itu mengangguk dengan polosnya sambil memakai kalung itu di lehernya. Gadis bernama Aera itu tampak tersenyum melihatnya. Tanpa aba - aba anak lelaki bernama Jaemin itu langsung memeluk Aera.

"Aera. Aku akan ingat itu. Aku janji akan kembali ke sini setelah pengobatanku di Tokyo dan menemuimu"

Aera mengangguk seraya mengusap punggung Jaemin dengan perlahan.

"Kamu ingat pesanku bukan?" tanya Aera sambil melepas pelukan Jaemin. Aera masih berusaha tersenyum untuk Jaemin agar tidak membuat anak lelaki itu bersedih.

"Jaemin harus sembuh dan kembali dengan diri yang baru"

Ujar keduanya secara bersamaan lalu diakhiri oleh senyuman dari mereka. Pada hari itu keduanya bertemu terakhir kali sebelum Jaemin pergi meninggalkan Aera menuju Tokyo untuk pengobatan leukimianya.

.
.
.

KRIIINGGGG
KRIIINGGGG

"Ughh... jam sialan" rutuk seseorang yang kini tengah mematikan jam bekernya sambil terduduk di atas kasurnya.

Tok tok tok

"Tuan Jaemin, anda harus pergi ke kampus untuk kelas pagi hari ini" panggil seorang maid dari balik pintu kamar tuannya yang bernama Jaemin.

Jaemin hanya memejamkan matanya sambil mendengus perlahan. Ia terlihat memijit kepalanya perlahan karena pusing yang melanda. Dan ia baru sadar jika semalam ia mabuk hingga berakhir dengan tidur tanpa atasan.

"Baiklah, biarkan saya mandi dan bersiap" ujar Jaemin dengan suara yang masih setengah mengantuk.

"Baik tuan"

Mimpi semalam adalah kejadian sekitar 10 tahun yang lalu. Jaemin masih mengingat gadis itu, gadis bernama Aera. Gadis yang memiliki penyakit yang sama sepertinya dan bertemu dengannya di rumah sakit yang sama pula. Jaemin meraih kalung yang melingkar di lehernya dan memperhatikannya sejenak. Baru dua tahun ia menginjakkan kaki kembali ke Seoul dan ia baru teringat akan janjinya dulu pada gadis itu. Kira - kira dimana dia sekarang? Pikirnya sebelum ia melepas kalung itu dan menyimpannya di dalam laci nakas.

.
.
.

"Pastikan kamu belajar dengan fokus, kamu mengerti?"

Seorang gadis tampak diam mematung di kursi mobil tepat di samping si pengemudi yang berbicara padanya. Ia menatap kosong depan tanpa menyadari seseorang tengah berbicara padanya.

"Nari kamu dengar saya?"

"Uh? Iya? Ma- maaf tuan. Tadi tuan bicara apa?"

"Tidak. Lupakan saja. Hari ini setelah kelas kamu harus kembali ke mansion. Jangan mampir kemanapun. Mengerti?" ujar lelaki itu sambil melihat ke wanita yang ia panggil Nari. Nari mengangguk mengiyakan, tak lama setelah itu ia pun turun dari mobil tersebut.

"Hati - hati di jalan tuan.." Nari membungkuk sejenak sebelum mobil itu pergi meninggalkannya. Ia pun melangkah memasuki area kampus untuk mengikuti kelas pagi.

THE SEXRET BOY Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang