Jaemin dan Nari sama sama terlelap di kamar Jaemin. Dengan Jaemin yang masih menyandarkan kepalanya di pundak Nari dan Nari menyandarkan kepalanya di kepala Jaemin dengan posisi seperti sebelumnya yakni duduk di pinggir ranjang. Setelah hampir satu jam tertidur, akhirnya Jaemin terbangun karena posisi tidurnya yang kurang nyaman. Ia lantas menoleh ke samping dan baru menyadari bahwa ia telah tertidur di pundak Nari. Dengan hati hati ia beranjak dari pundak Nari sambil memegangi kepalanya lalu ia memindahkan kepala Nari ke pundaknya. Secara perlahan kedua tangannya mengangkat tubuh Nari dan membaringkannya ke ranjang miliknya kemudian ia ikut berbaring di sampingnya. Jaemin berbaring seraya memeluk Nari yang terlelap.
Drrtt ddrrrt
Ponsel Nari bergetar menandakan ada pesan masuk di sana. Jaemin yang saat itu masih terjaga lantas mencari ponsel Nari dan mengambilnya dari saku cardigannya. Namun tak hanya ponselnya saja yang ia ambil, ternyata tangannya juga tidak sengaja mengambil foto Bae Nari yang disimpan oleh Nari sebelumnya. Matanya menatap tidak percaya dengan apa yang ia pegang. Bagaimana mungkin Nari menyimpan foto ini? Foto ini sudah lama hilang.
"Foto ini? Darimana dia mendapatkannya?" pikirnya.
Jaemin lantas duduk di atas ranjangnya lalu mengecek pesan dari ponsel milik Nari dan ia baru memahami sesuatu.
From : Tuan Jaehyun
Kenapa kamu belum mengabari saya? Apakah Jaemin memang ada di apartemen? Jika tidak ada, saya akan menemanimu untuk mencarinya besok
Jaemin melirik Nari yang terlelap lalu kembali melihat foto Bae Nari di tangannya. Jadi waktu itu kakaknya yang mengambil beberapa foto Bae Nari hasil bidikannya?
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . .
Keesokan harinya Jaemin dan Nari pergi ke kampus bersama. Dan hari ini Jaemin tidak bisa membolos kelas karena Nari melarangnya.
"Sampai nanti sayang.." ujar Jaemin seraya mengusak pelan rambut Nari dan mengecup pucuk kepalanya sekilas sebelum pergi ke arah kelasnya sendiri. Nari hanya mengangguk dan menatap Jaemin yang pergi meninggalkannya.
"Hei Jung Nari"
Nari menoleh sekilas untuk melihat siapa yang memanggilnya lalu kembali menatap Jaemin dari kejauhan.
"Ngapain lo berdiri di tengah jalan?" tanya Renjun sambil melihat ke arah Nari yang sedang berdiri lalu ke arah pandangan Nari.
"Wooo lagi liatin si pacar ternyata" ledek Renjun saat menyadari Nari sedang memperhatikan Jaemin.
"Apaan sih? Berisik lo" ujar Nari seraya memalingkan wajahnya yang memerah dan segera berlalu memasuki kelasnya.
"Ciee ciee yang lagi kasmaran. Coba bilang ke gue, lo sekarang jadi bucin Jaemin kan?" ledek Renjun dari belakang Nari sambil mengekori Nari.