Hari mulai terlihat gelap dan Jaemin terbangun setelah terlelap selama 5 jam lamanya. Ia baru sadar bahwa saat ini dirinya berada di salah satu kamar dari mansion sang kakak. Untuk sejenak ia mengambil ponselnya dari saku jaket kulitnya untuk mengecek sesuatu. Benar saja ada sekitar 14 panggilan tak terjawab dan 25 pesan dari Heejin. Jaemin menghela nafas berat dan melempar ponselnya ke samping.
Cklek
"Oh? Sudah bangun?"
Dahi Jaemin berkerut tanda ia sedang bingung, matanya menelisik ke arah gadis yang membawa nampan berisi semangkuk bubur dan sebotol obat penawar mabuk. Gadis itu tampak melangkah dengan sangat hati - hati dan meletakkan nampan tersebut di nakas tempat tidur.
"Kamu tidak mengingatku?"
"Kita pernah berbincang?" Tanya Jaemin dengan polosnya. Gadis itu tersenyum kecil dan mengangguk setelah mendengar pertanyaan Jaemin.
"Kamu tadi terlalu mabuk dan sempat tidak sadarkan diri di ruang tamu. Jadi aku membawamu kemari. Makanlah itu dan minum obatnya agar rasa mualnya reda" ujarnya sambil melirik nampan yang ia bawakan tadi.
"Kamu tunangan Jaehyun hyung?" Tanya Jaemin dengan polosnya tanpa menghiraukan kalimat Nari.
"Kamu mungkin lupa kalau tadi saya sudah memperkenalkan diri. Tapi saya bukan tunangan tuan Jaehyun, saya hanya asistennya. Nama saya Jung Nari. Kamu bisa memanggil saya Nari."
Jaemin pun duduk di kasur dan kembali memperhatikan Nari dari atas hingga bawah. Nari yang merasa dirinya sedang ditatap pun merasa risih dan tidak nyaman.
"Kalau kamu asisten Jaehyun hyung maka kamu juga asistenku,Nari. Karena dia adalah kakakku" ujar Jaemin sambil menunjuk Nari. Ucapan Jaemin sukses membuat kedua mata Nari membulat seketika.
"Ah- itu.. lebih baik kamu tanyakan dulu pada kakakmu." Jawab Nari yang berusaha mencari alasan.
"Kenapa?"
"Ti- tidak apa kok, aku hanya menyarankan saja. Uhm maaf.. aku harus mengerjakan sesuatu sebelum tuan Jaehyun pulang. Aku permisi dulu.." ucap Nari sambil beranjak terburu - buru. Namun dengan segera Jaemin menahan tangan Nari.
"Aku masih tidak mengerti. Kenapa aku harus bertanya pada Jaehyun hyung? Memang apa salahnya jika berbagi asisten?" tanya Jaemin sambil mendongak untuk menatap Nari. Nari mengerjapkan matanya beberapa kali lalu berusaha melepas pegangan tangan Jaemin.
"B..bukan begitu.. maksud saya.. tidak sopan jika kamu menginginkan sesuatu dari kakakmu tanpa ijin padanya. Terlebih lagi kamu ingin orang suruhannya. Dari sini masih belum paham juga?" Ujar Nari yang masih berusaha beralasan kesekian kalinya. Jaemin semakin menatap dirinya dengan tatapan tidak percaya. Terlebih lagi saat ini Nari menghindari kontak mata dengan Jaemin.
"Benarkah seperti itu? Kamu tidak sedang menipuku kan Nari?"
"Tidak, aku tidak berbohong. Tolong biarkan saya pergi. Masih banyak yang harus saya kerjakan." ujar Nari sambil memohon dan berusaha melepas genggaman tangan Jaemin pada pergelangan tangannya. Kali ini Nari benar - benar menatap Jaemin dengan tatapan memohon. Dan akhirnya Jaemin pun melepas pegangan tangannya lalu mengangguk.
"Baiklah, kamu boleh pergi."
"Baik. Saya permisi.."
Nari pun melangkah keluar dari kamar tamu dan pergi menuju kamarnya sendiri. Jantungnya berdegup kencang saat ia hampir saja ketahuan berbohong oleh adik tuannya. Apa jadinya jika ia juga menjadi asisten adik tuannya?
.
.
.
"Oi Haechan, ada apa?"
"Kita lagi party, lo ga ikutan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SEXRET BOY
Fanfiction"Trust me, i have my own way to keep you safe" - Jaemin ©cherrygirl022 Start : 30 Des 2020 End : - Rank : #1 - ffnc (110221) #1 - ffjaemin (280321) #1 - ffjaemin (300321) #1 - njm (150521) #5 - jungjaehyun (041021)
