Heejin dan Jaemin sama sama terdiam beberapa saat. Namun tiba tiba dering dari ponsel Jaemin membuyarkan pikiran keduanya. Heejin yang masih berdiri dengan kedua tangan terikat sabuk dan Jaemin yang masih membiarkan tangannya terluka, namun ia mengambil ponselnya dengan tangan satunya yang tidak berdarah. Ia melihat siapa yang meneleponnya.
Peachy girl is calling...
Tanpa banyak bicara, ia langsung mematikan panggilan tersebut. Pikirannya masih tertuju pada masalah yang kini sedang melekat di pikirannya.
.
.
.
.
Jung Nari menaikkan alisnya seraya menurunkan ponselnya dari telinganya. Matanya melirik ke arah Renjun yang kini juga tengah memperhatikannya.
"Ga diangkat?"
"Ditolak.."
"Coba telepon lagi"
Nari kembali mencoba menelepon nomor Jaemin namun kali ini nomor tersebut sedang tidak aktif. Lagi lagi Nari menatap Renjun sambil menggelengkan kepalanya.
"Ponselnya mati"
"Hhhhh kemarin kalian beneran ga lagi berantem kan?"
"Ga kok, beneran. Gue juga ga tau dia kenapa"
"Lo inget inget deh, dia semalem ngomongin hal yang aneh aneh ga?"
"Semalem? Hmm..."
Nari mencoba mengingat ingat percakapannya semalam dan ia menggelengkan kepalanya.
"Ga ad- ... Oh ya, gue baru inget.. Semalem dia balikin kalung gue yang pernah gue kasih dan dia juga bilang maaf kalo dia bakal ngecewain gue suatu hari nanti.."
"Aishh itu artinya kalian memang putus. Minta gue tonjok tuh orang.."
"Ga kokk, dia bilang kita ga putus. Dia bilang gitu buat jaga jaga kalo nantinya dia ngerepotin gue. Gitu katanya"
"Na, lo polos apa bego sih? Kalo dia bilang gitu tandanya hubungan kalian lagi ada masalah dan tentunya dia doang yang tau"
"Ya sorry, gue kan ga pernah pacaran. Gue emang beneran ga tau Njun. Tapi lo ga usah khawatir, kita beneran baik baik aja kok. Dan gue bakal cari tau dia kenapa" ujar Nari dengan yakin. Renjun menatapnya seraya tersenyum dan menepuk pundak Nari.
"Inget ya Na, lo ga harus cari tau sendiri. Kalo lo butuh bantuan kasih tau gue. Gue ga pengen lo disakitin sama siapapun termasuk si Jaemin"
"Iya iya, thanks a lot" ucap Nari sambil mengangguk pelan. Namun Renjun malah menatapnya dengan aneh.
"Gaya bicara lo aneh banget Na. Lo ga usah ngikutin Mark yang emang dari Kanada. Mark masih pantes pake inggris, nah sedangkan lo? Jangan sok nginggris dah gue kasih tau" cibir Renjun seraya menggelengkan kepalanya seperti begidik. Sedangkan Nari memukulnya tepat di bagian lengan Renjun hingga membuat si korban mendelik.
"Siapa lo ngatur ngatur gue?" sindir Nari sambil bersiap untuk mengikuti kelas.
.
.
.
.
Nari melangkahkan kakinya untuk mendekat ke area mansion milik Jaehyun. Untuk sejenak ia merasa ragu datang menemui tuannya setelah kejadian terakhir kali meskipun tuannya sudah meminta maaf padanya. Kedua matanya menatap pintu mansion beberapa saat hingga akhirnya ia dikejutkan oleh sebuah suara dari belakangnya.
"Jung Nari?"
Seketika Nari menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya, betapa terkejutnya saat ia kembali berhadapan dengan tuannya setelah sekian lama.
"T..tuan.. selamat sore.." ucapnya seraya membungkukkan badan. Dahi Jaehyun berkerut menatap Nari, ia seolah sedang bingung terhadap kedatangan Nari ke mansionnya terlebih lagi sepertinya ia tampak baru pulang kuliah.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SEXRET BOY
Fiksi Penggemar"Trust me, i have my own way to keep you safe" - Jaemin ©cherrygirl022 Start : 30 Des 2020 End : - Rank : #1 - ffnc (110221) #1 - ffjaemin (280321) #1 - ffjaemin (300321) #1 - njm (150521) #5 - jungjaehyun (041021)
