4. The Plan

2.6K 175 4
                                        

To : Tukang Ngegas

Woe, gue mampir ke kelas lo bentar. Ada urusan

Send
-----------------------------------------------------------
Jaemin mengirimkan pesan pada Renjun sebelum ia turun dari mobil. Baru saja ia melepas seatbelt, matanya menangkap seseorang yang baru saja turun dari sebuah mobil. Dan ia tampak tidak asing. Ternyata itu Nari. Terlihat pula kakaknya menurunkan kaca mobilnya seraya memberikan senyuman manis pada Nari. Jaemin hanya memandang keduanya dari dalam mobil dan membiarkan mobil Jaehyun menjauh dari area kampus. Jaemin pun turun dari mobilnya dan mengikuti kemana Nari pergi. Nari melangkahkan kakinya menuju kelas, namun langkahnya terhenti ketika seseorang berbicara padanya dari arah belakang.

"Apa kamu sudah memikirkan apa yang harus kamu lakukan?"

Suara itu, suara yang dari kemarin mengganggu dirinya dan pikirannya. Bahkan Nari pun tidak ingin membalikkan tubuhnya untuk melihat orang itu.

"Nari, aku harap kamu tidak lupa kalau aku juga tuanmu" ucap Jaemin dengan cukup lantang dan membuat Nari membalikkan tubuhnya menghadap ke Jaemin. Hal itu membuat Jaemin tersenyum lebar.

"Bisakah kamu tutup mulutmu itu?!" ucap Nari sambil mendekati Jaemin. Tangannya terangkat untuk menunjuk mulut Jaemin. Sedangkan Jaemin hanya tersenyum miring sambil menaikkan alis sekilas melihat respon dari Nari.

"Tentu bisa, asal kamu menurut pada tuanmu ini. Ayo, sekarang panggil aku tuan"

Nari menatap ke Jaemin seolah tengah menahan amarahnya. Tanpa berbicara apapun, Nari kembali melanjutkan langkahnya menuju bangkunya.

"Nari, cepat panggil aku tuan atau aku tetap berada di sini untuk mengikutimu." ujar Jaemin sambil mengikuti Nari dari belakang.

"Pergilah dari sini" ucap Nari dengan singkat tanpa menoleh ke Jaemin. Namun tangan Jaemin dengan cepat menarik pundak Nari dan memeluknya dari belakang.

"Kamu mau aku terus bersikap seperti ini padamu Nari?" bisik Jaemin. Hal itu sukses menjadi pusat perhatian orang orang yang ada di sekitar mereka.

"Lepas tuan.."

"Panggil dengan namaku. Tuan Jaemin" ucap Jaemin sambil menatap Nari dari samping.

"Lepaskan tuan Jaemin, aku mohon.." ucap Nari dengan lirih. Tangan Jaemin pun melepas pelukannya pada pundak Nari dan tersenyum.

"Bagus. Aku akan menjemputmu saat pulang nanti" bisik Jaemin sambil berlalu meninggalkan Nari. Sudut matanya menangkap dua orang temannya yakni Renjun dan Mark tengah mematung setelah melihat perlakuannya pada Nari. Jaemin pun melangkah seraya menyembunyikan senyumnya, rencananya berhasil.

"Kayanya gue kalah start dari Jaemin. Gue ke kelas dulu ya Njun" pamit Mark pada Renjun yang berada di sampingnya.

"Oh oke, sorry"

"For what? Chill bro. Duluan ya!" ujar Mark seraya menepuk pundak Renjun dan memberikan senyuman khasnya.

Renjun mengangguk dan membiarkan Mark pergi dengan perasaan bersalah. Matanya menatap Nari setelahnya. Jadi ini maksud chat Jaemin tadi?

.
.
.
.

Sebuah mobil sport berhenti di depan mansion besar. Dapat dipastikan mobil tersebut milik Jaemin. Tentunya ia tidak sendiri, terdapat Nari di sampingnya. Jaemin menolehkan kepalanya untuk menatap Nari dan tersenyum seolah tidak ada yang terjadi.

"Berhentilah menatapku. Urusanku sudah selesai kan? Aku pergi.." ucap Nari tanpa menoleh pada Jaemin dan hendak melepas seatbelt. Tangan Jaemin menahannya hingga refleks Nari menghempaskan tangannya.

THE SEXRET BOY Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang