13. New threat

1.4K 109 0
                                        

Sepeninggal bibi Kim, Nari memutuskan untuk membersihkan diri. Baru saja dia beranjak dari ranjangnya ponselnya berdering menandakan ada telepon masuk. Matanya melirik ke arah meja dan melihat siapa si penelepon.

"Tuan Jaehyun.." batinnya

Ia pun lantas mengambil ponselnya yang tergeletak di meja dan mengangkat telepon itu.

"Halo tuan..."

"...."

"Tuan?"

Nari mengerutkan keningnya saat ia tidak mendengar jawaban dari seberang. Ia melihat ponselnya dan sambungan teleponnya masih terhubung. Ia pun kembali mendekatkan ponselnya ke telinga walaupun masih bingung mengapa tuannya tetap diam.

"Tu-"

"Jung Nari.."

"I- iya tuan?"

"Kamu sudah tau kalau kamu sekarang ikut adik saya Jaemin?"

"Iya tuan, saya diberitahu oleh bibi Kim.."

"Saya rasa kamu akan jauh lebih baik tinggal di sana daripada tinggal bersama saya, makanya saya membuat keputusan ini"

"Ah baik tuan, t- terima kasih banyak"
"Tapi.."

"Tapi apa?"

"Selama ini tuan juga membantu hidup saya, memberi saya tempat tinggal dan membiayai sekolah saya. Jika saya tidak tinggal bersama tuan lantas bagaimana saya membalasnya?"

"Hal itu tidak perlu kamu cemaskan, Nari. Saya sudah menganggap hutang ayahmu lunas. Dengan bahagianya kamu bersama Jaemin, saya anggap semuanya selesai. Dan saya harap Jaemin benar benar menjagamu dengan baik di tempatnya. Jika sampai saya mendengar kabar buruk dari kalian, saya tidak akan segan untuk membawamu kembali. Hal ini sudah saya bicarakan dengan Jaemin dan dia menyetujuinya, jadi jangan khawatir"

"B- begitu ya? Terima kasih tuan.. terima kasih banyak" ujar Nari dengan nada bergetar seolah ingin menangis saat itu juga. Wanita itu sangat bahagia mendengar keputusan tuannya secara langsung. Setelah sekian lama ia hidup seperti di sebuah penjara, akhirnya ia bisa menjalani hidup bebas. Ini semua berkat Jaemin. Tanpa ia sadari Jaemin berada di ambang pintu kamar sambil terdiam mendengar Nari berbicara dengan kakaknya melalui sambungan telepon. Wajahnya terlihat sedikit khawatir sekaligus bingung.

.
.
.
.

Tok tok tok

"Nona, tuan Jaemin menunggu anda di ruang tamu" panggil bibi Kim dari luar kamar yang ditempati Nari. Nari yang saat itu tengah memilah milah pakaian lantas menengok ke arah pintu yang tertutup sejenak

"Baik bi, saya akan keluar sebentar lagi.." ujar Nari sambil sedikit berteriak. Tangannya meraih satu pakaian dan kemudian ia pun memakainya. Setelah sekitar 25 menit ia bersiap, ia keluar dari kamar untuk menemui Jaemin. Namun nihil, Jaemin tidak ada di ruang tamu. Satu alis Nari terangkat dan seketika ia bingung kemana perginya lelaki itu.

"Apa aku terlalu lama bersiap?" gumam Nari dengan lirih. Ia pun melangkahkan kakinya menuju kamar Jaemin yang ada di lantai atas.

"Jaem?"

Hening.

Tangan Nari pun terulur untuk membuka pintu kamar Jaemin namun di dalam tidak ada siapapun. Ia mencegat salah satu maid yang hendak menuju kamar Jaemin untuk meletakkan pakaian.

"Tunggu.."

"Iya nona?"

"Uhm kamu tau Jaemin di mana?"

THE SEXRET BOY Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang