"Karena aku tidak ingin hal itu terjadi padamu untuk yang kedua kalinya, Han Aera!!"
Kalimat itu sukses membuat Nari diam seribu bahasa. Bahkan Jaemin dengan lantang menyebut nama aslinya. Nari menyadari bahwa lelaki itu menunjukkan raut kekhawatiran padanya.
"Kamu memahami maksudku sekarang kan? Jadi aku mohon tolong mengertilah. Aku sangat takut kehilanganmu. Aku juga tidak ingin kejadian Bae Nari harus terjadi padamu."
Nari masih terdiam seolah tengah merutuki kesalahannya. Dia sudah berpikir yang tidak tidak terhadap kekasihnya sendiri. Wanita itu lantas mengalihkan pandangannya namun dengan cepat tangan Jaemin meraih dagu Nari agar dia tetap menatap ke arahnya. Jaemin menatap lekat kedua mata Nari seolah memastikan bahwa wanitanya kini tidak lagi marah terhadap dirinya.
"Nari... Kamu percaya atau tidak itu terserah bagaimana kamu menerimanya, tapi aku mengatakan yang sejujurnya padamu. Kejadian itu benar benar membekas di ingatanku bahkan aku merasa trauma akan hal seperti-"
"Aku percaya.."
"A- apa?"
"Aku percaya padamu Jaem.."
Tatapan Nari melunak dan hal itu sukses membuat Jaemin merasa lega. Senyuman kecil tercipta di wajah tampan Jaemin. Dengan perasaan senang lantas dia pun memeluk Nari cukup erat.
"Aku akan menjaga kepercayaanmu itu. Janji, aku tidak akan macam macam. Tidak ada hal lain yang kulakukan selain mencari dalang dibalik kematian Bae Nari untuk melindungimu. Tapi aku minta padamu, tolong jangan mempercayai siapapun. Bahkan Mark sekalipun."
Kening Nari berkerut ketika nama Mark disebut oleh Jaemin. Lantas dia pun menoleh ke arah Jaemin sambil menatapnya penuh tanda tanya.
"Mark?"
.
.
.
.
From : Bucin Kampus
Gue titip absen ya, lagi sakit. Thanks.
-----------------------------------------------------------
Renjun menggeleng gelengkan kepalanya begitu melihat isi dari pesan yang baru saja masuk di ponselnya. Siapa lagi kalau bukan dari sahabatnya sendiri, Jung Nari. Bukannya membalas pesan tersebut namun dia malah memencet tombol 'call'. Sambil melangkah dengan santai menuju kelas, dia tampak menunggu panggilannya dijawab oleh sahabatnya dari seberang. Tak lama suara Nari terdengar di panggilan tersebut.
"Eum?"
"Tumbenan lo sakit. Sakit apa?"
"Sakit hati."
"Jaemin macem - macem ke lo?!" tanya Renjun dengan nada khasnya yang terdengar 'ngegas'.
"Candaaa"
"Gue kira beneran. Terus lo sakit apaan?"
"Gue sakit biasa kok. Cuma kecapekan. Demam sama pening."
"Mampus. Keseringan gelud sama buku sih lo."
"Bosen hidup lo??"
"Candaaa elah. Sadis banget jadi cewe. Kok bisa ya Jaemin suka cewe modelan preman kaya lo.." jawab Renjun sambil menahan tawanya yang hampir meledak.
"Diem lo-"
"Yo bro! Morning!" seru seseorang yang datang menghampiri Renjun seraya merangkul bahunya seolah tampak akrab. Renjun yang menyadari ada seseorang di sampingnya lantas menjeda pembicaraannya dengan Nari.
"Haish, ngagetin woy!" umpat Renjun sambil menoleh ke arah samping yang tak lain adalah Mark. Mata Mark melirik ke ponsel Renjun seperti keheranan.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE SEXRET BOY
Fanfiction"Trust me, i have my own way to keep you safe" - Jaemin ©cherrygirl022 Start : 30 Des 2020 End : - Rank : #1 - ffnc (110221) #1 - ffjaemin (280321) #1 - ffjaemin (300321) #1 - njm (150521) #5 - jungjaehyun (041021)
