2. MALAIKAT PELINDUNG

55 3 0
                                        

Semangat Puasanyaa Everyone 🐰💙

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Semangat Puasanyaa Everyone 🐰💙

Jangan Ngeluh Ya, Banyakin Amalan Kalian Karna Dibulan Ramadhan Ini Amalan Kita Bakal dilipat Gandakan.

2. MALAIKAT PELINDUNG

"Seiring berjalannya waktu semua berubah. Namun entah mengapa aku masih membencinya.—Zeantopia Lagata Gendara


"Sumpah. Gue gak nyaman kaya gini. Lihat noh cewek-cewek pada liatin Zean yang telanjang dada."  Tutur Bayu pada Agra dan Kanan.

"Ya jelas, cewek-cewek pada liatin Zean. Lo liat noh perutnya sih Zean kotak-kotak gitu. Kalo kata cewek-cewek, roti sobek." timpal Kanan pada Bayu.

Agra hanya diam tidak menanggapi. Cowok itu bangkit dari tempat duduknya dan membuka jaket yang selalu ia kenakan lalu memberikannya pada Zean. "Pake jaket gue. Aurat lo keliatan." Ujar Agra pada Zean.

"Thanks jaketnya."

Agra menganguk, lalu duduk kembali.

Saat ini mereka bertiga ada di kantin. Zean lapar, dan ini juga masih jam istirahat. Zean benci menjadi bahan sorotan. Dan cowok itu juga benci kalau ada wanita yang mencoba mendekatinya. Katakanlah bahwasanya cowok ini benar-benar sangat-sangattt sensitif terhadap wanita.

"Aaaaa... Manis banget couple kita yang satu ini." kata Bayu, kemudian ia  mendapat sorotan tajam dari Zean dan juga Agra.

"Canda couple. Serem amat Pak matanya, copot entar."

"Coba lo Bay, nangis terus senyum pasti muka lo bakal mirip bangett sama Joker." kekeh Kanan membayangkan Bayu benar-benar menjadi Joker.

"Joker pala lo! Yakali cowok seimut gue jadi kembarannya joker. Jangan ngadi-ngadi lo!"

"Lah, gue kan, gak bilang lo kemabrannya joker. Lo nya aja yang merasa plus baperan."

"I'm sorry to the morry yee! Bayu is prince tampan bukan kembarannya Joker!"

"Gaya lo alay Terung!"

"Ha? Terung paan? Gue baru denger."

"Ini nih kebanyakan ngikutin budaya barat, sampe Terung as Queen janda kagak tau. Sebenernya Terung itu mirip kaya Timun. Bukan mirip tapi sama. Eh gak sama, beda. Eh sama gak sih? Bodo amatlah mau sama mau gak! Biar pak Agra aja yang jelasin."

Agra memutar bola mata malas.

"Gak usah, biar gue aja!" sela Zean.

Zean mengambil satu buah Terung dan satu buah Timun diwarung buk Ena. Awalnya buk Ena membeli terung  untuk dimasak sewaktu pulang dan timunnya untuk campuran nasi uduk.  "Ini Terung dan ini Timun," Zean mulai memberi penjelasan. "Mereka sama-sama enak dimakan." jelas Zean sambil melakukan aegyo menggemaskan.

PELANGICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang