12. 1×24 JAM

15 2 0
                                        

"Selalu ada wanita yang lebih sempurna dari mu, kamu hanya perlu menemukan pria yang tidak peduli akan hal itu,"  —Pelangi Amaura.

"Saya jatuh cinta dari kepribadian. Bukan materi ataupun fisik," —Zeantopia Lagata Gendara.


12. 1×24 JAM

Saat ini pukul 9 pagi disekolah mata pelajaran sedang kosong dan juga sedang turun hujan. Pelangi, Nara beserta teman-teman sekelasnya bermain hujan di lapangan.

Pelangi tampak menikmati bermain hujannya. Cewek ini memang sangat suka sekali dengan yang namanya bermain hujan. Baju cewek itu sudah basah kuyup.

Zean melihat Pelangi dari kejauhan. Cowok itu menghampiri Pelangi. Cowok itu berdiri di samping Pelangi. Ia menarik tangan Pelangi membuat mereka saling berhadapan. "Udahan main hujannya, biar nanti ngga sakit."

Pelangi mendongak memandang Zean. "Nggak bakal sakit kok. Aku boleh main ya ya ya?" Pelangi memohon.

Zean menatap Pelangi. Cowok itu menaruh dagunya di pundak cewek itu. Tepat di telinganya , ia membisikkan. "Baju kamu tembus pandang, udahan mainnya."

Pelangi langsung membatu.

Zean langsung memasangkan jaketnya pada Pelangi dan langsung membawa Pelangi pergi dari sana.

Semua siswi yang melihat kejadian itu berteriak histeris. Iri dengan keuwuan mereka.

Fania yang melihat Zean dan Pelangi dari atas balkon menatap kesal.

Sedangkan Destand yang melihat kejadian itu, mengepalkan tangannya kuat. "Sekarang lo boleh bahagia, tapi nanti— lo berdua bakal pisah."

🌈🌈

Zean mengajak Pelangi ke markas nya. "Hacim!" Pelangi sudah bersin berkali-kali.

Zean yang ada di samping Pelangi menoleh pada gadisnya itu. "Besok-besok jangan main hujan lagi, ya?"

"Tapi aku suka hujan." balasnya lugu.

Zean mengelus puncak kepala Pelangi, "Boleh, tapi sama aku. Biar nanti kalau baju kamu tembus pandang lagi, gak ada cowo yang liat selain aku."

"Zean!" Pelangi mencubit perut Zean.

Zean terkekeh.

Zean mengambil tangan Pelangi dan meletakkanya di saku hoddienya.

"Biar apa?" tanya Pelangi.

"Biar kamu gak kedinginan."

Pelangi tersenyum mengembang."Zean?"

"Kenapa hmm?"

"Aku boleh manggil kamu baby boy?"

Zean menatap mata Pelangi sambil tersenyum. "Boleh. 224, 143."

Pelangi tersenyum manis, "637, 1432."

🌈🌈

Pelangi menatap lesu langit-langit kamarnya.

2 jam yang lalu...

"Pelangi," panggil Destand.

PELANGITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang