Song: Yura Yunita ㅡ berawal dari tatap
awchiee ,sTOOBB - EU SCROLLING! happy reading dan jangan lupa vote+comment__<
****
Muhammad Danish Daniealㅡlelaki berparas tinggi, hidung mancung, kulitnya yang kuning langsat dan jangan lupa dia juga seperti bongkahan es berjalan. Danish juga yang selama perkemahan jadi panitia dan mengatur beberapa aktivitas peserta camping.
Thalia Ameliskaㅡgua adalah salah satu peserta camping cakrawala high school tahun ini. Panggil aja gua Thalia. Disini gua ada ditengah hutan untuk tugas tapi.. gua malah terjebak disini berdua bareng beruang kutub.
Gua tetep jalan kearah barat biar ketemu sama kelompok lain. Danish lelah dan duduk sambil narik tas gua yang juga kebetulan berat. Kelompok gua pecah saat lewat sungai.
Mereka cari jalan lain biar ga lewat sungai. Sedangkan gua sama bos yang dingin, lewat jalan yang udah jadi peraturannya.
"Huh gila capek banget" ujar Danish sambil pegangan tas ransel gua.
"Ngapain sih narik narik??? Berat tau"
Danish cuma diem terus ngambil nafas sebentar sambil melihat keadaan hutan semakin sore akan semakin gelap.
"Bentar lagi gelap" ucapnya. Iya gua tau bentar lagi malem emang. Gua yang berdiri didepan nya terus ngangguk sambil ngomong, "terus gimana, nish?"
Danish menggelengkan kepalanya. Gua yang ngeliat itu cuma bisa menghela nafas panjang, "mati deh kita disini"
"Heh! Sembarangan kalo ngomong" protes gua sambil geplak tangannya.
Gua buka tas dan ngambil senter serta botol air mineral yang gua bawa dari tenda. Tiba tiba Danish ngerebut botol air yang hampir airnya masuk kedalam tubuh gua.
"Astagfirullah, bisa gantian ga sih?"
Dengan sekali tegukan dia terus nyerahin botol tadi ke gua tanpa berkata apapun. Air dibotol tadi tinggal setengah dari ukurannya. haus atau doyan?
Setelah menempuh lumayan panjang perjalanan, Pos terakhir sudah sampai dan mereka masih belum terlihat disini.
"Loh kok sepi? Dimana mereka?" gua bergumam dan masih didengar olehnya.
"Nyari siapa? Temen temen?"
"Iya, kok belum sampe ya? Padahal sebentar lagi adzan maghrib"
"Kamu gak pake gelang yang aku kasih?" Ucapnya secara tiba tiba setelah melihat lengan atas gua yang polos.
"Oh inii.. mungkin tadi lepas pas aku salin" Lalu ia melihat tangannya. Dan gelang itu juga tidak ada pada dirinya. Pantas jika kejadiannya seperti ini.
Danish natap sekilas dan sebuah sahutan keras memanggil namanya.
"Coki?! Lo dimana?!"
"thalia?! Where are you?"
Nama gua juga disebut sama mereka. Siapa yang manggil nama gua serta Coki ditengah hutan kayak gini? Iya coki, nama yang dikasih dari temen temennya.
Hilang. Sahutan suara itu menghilang dan hanya suara pohon tertiup angin yang terdengar. Pos terakhir seharusnya ramai oleh murid yang akan beristirahat dan kembali ke tenda malah sepi dan sepertinya gua sama Danish tersesat.
Gua ngeliat kearah tangan kiri dan menunjukkan pukul tujuh malam. Gua sendiri, sedangkan dia nyari kayu untuk buat api unggun. Keadaan dingin dan sunyi. Jaket yang gua pake juga udah paling tebel dalam versinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Dia Presiden Dingin
Fanfiction"kalo gue bapak presiden dingin, lo ibu presidennya"