Setelah libur sekian lama ia memasuki semester baru. Adelia tak ada semangat berangkat kuliah pagi. Sudah dua bulan ini dia sama sekali tidak pernah bertemu atau bertukar pesan dengan Damian. Lelaki itu pasti sengaja menghindarinya.
"Masih ngambek?"
Ia menoleh dan melotot tidak suka.
"Kenapa jadi kau yang mengantarku, sudah turun pangkat jadi supir pribadiku?"
"Setelah mengantarmu aku berangkat ke kantor" senyumnya.
Senyuman itu sangat mirip... Ingin sekali Adelia mengutuk otak bodohnya.
"Aku lebih memilih Alan yang mengantarku"
"Aku tunanganmu Adel"
Tentu saja... Wajah itu semakin membuatnya kesal. Pasalnya dia merindukan Damian bukan wajah yang mirip dengan lelaki itu. Tapi sejak kejadian ciuman di kamar mandi waktu itu, Daniel tak berbuat aneh-aneh lagi. Dia berubah memperlakukan Adelia dengan lembut layaknya Princess. Membuat dia semakin curiga dan illfeel.
"Hentikan akting palsumu itu, membuatku jijik"
"Kamu lebih suka aku yang kasar? Hmm?"
"Aku tidak peduli"
"Kamu itu cantik tapi jual mahal sekali... Ya itu juga yang membuatku tertarik padamu" Daniel masih gigih merayunya. Dia tahu kalau segala rayuannya tidak bakal mempan, tapi masih saja berusaha mendekat dengan segala macam cara ala pria perayu ulung.
"Siapa yang tidak marah jika dijodohkan dengan orang tidak jelas sepertimu, lagian aku tidak menyukaimu"
"Ya tidak apa, nanti lama-lama kamu juga menyukaiku"
"Aku menjalin hubungan dengan kakakmu. Kamu juga punya pacar.."
"Aku tidak punya pacar, kenapa kamu berpikir aku punya?" Daniel melirik sesekali konsentrasi menyetir.
"Waktu di rumah kosong, kamu ciuman sama cewek seksi menjijikkan itu"
Daniel bahagia dengan rasa penasaran yang ditunjukkan jelas diwajah Adelia. Memang tidak mungkin kalau dia cemburu dengannya, tapi ada kemungkinan Adelia memperhatikan dia saat bersama wanita lain.
"Ohh itu, aku sudah putus dengannya"
"Cihh... Ada berapa lagi cewek yang kamu cumbui? Sampai ada yang hampir kau hamili, Dasar buaya!"
Daniel terkejut dengan kalimat terakhir itu. Dari mana Adelia tahu?
"Aku tidak pernah menghamili siapapun"
"Kau mau aku percaya?" balasnya santai.
"Oke aku memang sering bersama wanita, tapi aku tidak pernah serius dengan mereka!"
"Dari mana kamu dapat berita tentangku? Apa Damian--" kedua matanya menatap tajam. Adelia sedikit merasa tak nyaman.
"Gleen pernah cerita.. Dulu kalian satu sekolah kan, Damian sering kena getahnya karena kelakuanmu yang sering mempermainkan wanita"
Seolah lontaran cerita itu lucu, Daniel tertawa. Dia tidak tahu kalau sahabat karib kembarannya pernah bercerita buruk tentangnya. Mungkin niat ingin menjatuhkan harga diri Daniel dihadapan Adelia.
"Apa yang lucu?!"
"Kami memang satu sekolah dulu. Aku tahu anjing penjaganya selalu mengawasiku dari jauh"
"Anjing pengawas? Apa maksudmu?"
"Gleen memang sahabat Damian, tapi dia juga bodyguard setia yang ditunjuk ayahku untuk melihat kelakuan Damian selama di luar. Semenjak lulus SMA, Damian memilih melanjutkan kuliah di United States menggunakan beasiswa, ayah marah besar dengan keputusannya sendiri bahkan semua sewa apartemen dan biaya hidup, Damian tak pernah berkeluh kesah sedikitpun. Tentu saja ayah malah menyuruhnya keluar dari rumah dan tak peduli.. Dia memang dungu sih. Really stupid"
Apa-apaan dengan komentar terakhir Daniel yang terkesan mengejek. Adelia kesal ketika orang lain mengkritik buruk mengenai Damian apalagi itu saudara kembarnya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Choose Me!
RomansaSpin-Off Dari Slave of Love 18++ **** Namaku Tania... Iya, aku seorang Tania wakil dari leader geng Blue Phoenix yang terkenal kuat dan sangat berkuasa di daerahku. Tapi kenapa..? Kenapa bisa-bisanya aku bertemu dengan seorang pria yang bisa mengge...
