Tak henti-hentinya dia berdecak kagum memperhatikan arsitektur kamar bergaya kerajaan. Ini bukan zaman napoleon kan? Atau zaman penjajahan belanda nonik-nonik pikirnya. Lagipula kamar ini terlalu besar untuknya. Dia yakin kamar ini mampu memuat dua puluh orang sekaligus. Lain kali dia mengajak anggota gengnya untuk menginap di kamarnya hahah.
Jejeran pigura photo dimeja dan dinding menarik perhatiannya.
Disana ada dua sepasang anak laki-laki dan perempuan tersenyum riang bersama. Sepertinya anak laki-laki itu lebih besar darinya. Lalu ada lagi photo kedua anak berpelukan tanpa disadari dia tersenyum.
Tak salah lagi laki-laki diphoto itu David...dan gadis itu..dirinya? ahh lebih tepatnya Adelia gadis yang saat ini dia perankan.
Di dalam photo itu David terlihat bahagia dan begitu menyayangi adik satu-satunya.
*ceklek*
Suara decitan pintu menyentaknya bukan itu yang membuatnya terkejut melainkan suara keras yang memecahkan gendang telinganya.
"ADELIAAAAAAA!!!!"
Seorang pria berlari menubruknya tanpa ampun. Adelia membelalak jatuh kelantai seketika
"Si-siapa!!" pekiknya ngeri.
Dia menatap horor pada pria berkacamata yang wajahnya sudah dibanjiri air mata. Laki-laki ini benar-benar..!
Adelia mendorongnya berdiri dan memandang kebawah dengan tatapan membunuh.
"SIAPA KAMU BERANI-BERANINYA MENERJANGKU!! MAU AJAK BERKELAHI YA!!"
Mulai lagi suara lantangnya keluar. Hal itu yang membuat pria didepannya melongo.
Oppss...
Wujud aslinya mulai keluar lagi. Pria itu tersadar segera bangkit.
"Ma-maafkan aku kalau mengagetkanmu... Tapi sungguh aku senang sekali bisa bertemu denganmu!"
"Si-siapa kamu?" Adelia berusaha mengontrol emosinya yang mau meledak. Duh memalukan... Bisa curiga nanti...
Ya dia harus tetap menjalankan etika seorang lady. Itu yang ditekankan Damian kepadanya.
"Aku Alan! Ya Tuhan... Tidak kusangka anda sangat cantik sekali sekarang"
Pria yang bernama Alan itu membungkuk memberi hormat padanya.
Dahinya mengernyit tak mengerti. Adelia terus menimbang-nimbang apa motif laki-laki didepan. Mereka hanya saling berpandangan.
"Apa yang kalian fikirkan sampai hanya saling pandang begitu" David muncul dipintu menengahi situasi apa yang sedang ada di ruangan ini.
"Adel kamu tahu tidak siapa dia? dia adalah pengasuh yang sudah merawatmu sejak kecil bisa dibilang butler" oh jadi itukah alasan laki-laki itu melompat dan memeluknya.
David tertawa melihat sikap waspada yang diperlihatkan Adelia. Adiknya semakin dewasa semakin suka bercanda, lucu sekali...
"Seorang butler?" David bersorak dan kini giliran dia yang merangkul Adelia.
"Waahh..adikku pintar sekali! iya bisa dibilang Alan butler pribadimu sejak dulu. Karena kamu menghilang jadinya dia sekarang ada dalam pengawasanku"
Siapapun pasti tahu kalau Alan seorang Butler, dari pakaian yang dikenakannya saat ini.
Dia sedang tidak menonton film Hollywood kan.. tapi nyatanya seorang Butler memang ada dinegara ini dan dia sekarang berdiri didepan menyambutnya dengan penuh hormat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Choose Me!
RomantikSpin-Off Dari Slave of Love 18++ **** Namaku Tania... Iya, aku seorang Tania wakil dari leader geng Blue Phoenix yang terkenal kuat dan sangat berkuasa di daerahku. Tapi kenapa..? Kenapa bisa-bisanya aku bertemu dengan seorang pria yang bisa mengge...
