Part 6 - Relationship

17 1 0
                                        

Bell pintu apartemennya berbunyi membuat keduanya terkejut dan penasaran dengan siapa pengganggu yang datang.

"Aku buka ya?"
"Terserah" jawab Damian tak acuh.

Adelia juga kesal dengan timing yang tidak pas. Lagi ngobrol serius malah ada yang mengganggu. Sungguh menyebalkan!

Dilihatnya di monitor seorang pria memakai kacamata? Apakah Daniel? Tidak.. rambut pria itu lebih rapi dan klimis. Tidak pikir panjang Adelia membuka pintu.

"Siapa?" pria itu terdiam dan sepertinya kaget melihat ada kerutan didahinya.

Lebih mengejutkan pria itu memakai baju serba hitam. Sepatu hitam, celana hitam, baju dan jaket hitam serta kacamata hitam...
Siapa pria ini? Apa dia agen rahasia? Mana tubuhnya besar dan sangat berotot. Auranya berbeda dari orang kebanyakan.

Dia pasti...

"Kamu yakuza ya! Sini aku tidak takut"
"Kamu kekasih Damian" itu bukan pertanyaan atau jawaban yang dia mau.. Lebih seperti pernyataan. Adelia menyipitkan mata semakin waspada.

"Da-dari mana kamu--" tahu kalau aku pacarnya Damian?
"Aku ralat, kamu bukan yakuza tapi dukun ya! Pakaian saja serba hitam!!"

Pria itu hanya menatapnya lurus bingung dengan gerakan mengangkat tinju yang diperankan gadis didepannya. Dari gadis yang kalem berubah gadis barbar yang tomboy, kilatan matanya menjadi lebih berani.

Damian muncul dibelakangnya dan memastikan penyebab lamanya gadis itu kembali. Seketika dia mengenali tamu didepan pintu.

"El kenapa kamu kesini?"
"Pfftt..." pria itu membuang muka sembari menutup mulutnya menahan tawa. Damian heran dengan pria yang sangat dikenalnya tertawa sendiri.

Baru datang kesini jadi aneh begini?

"Adel kau apakan pria ini sampai dia bisa tertawa?"
"A-aku mau melawannya.. Dia yakuza Damian!"
"Dari pada kamu tertawa seperti orang gila di depan pintuku, lebih baik kau masuk"

Adelia mengapit lengan Damian dan berbisik di telinganya.

"Siapa dia Damian? Apa dia penjahat kelas kakap?"

Sekarang dia tahu penyebab pria yang sulit tertawa, bisa dibuat gadis ini tertawa lepas. Hebat sekali gadisnya ini!

"Aku tidak lama" ucap pria asing itu tiba-tiba. Hebat.. Dalam sekejap ekspresinya kembali datar.
"Ada hal lain yang kubicarakan" pria bernama El menurut dan duduk di sofa dengan santai ala boss.

"Adel.. Dia adalah temanku namanya El Gerraldo" pria itu melepas kacamata hitam miliknya.

Adelia memperhatikan manik pria itu yang berbeda, yaitu berwarna hijau dan hidung yang sangat mancung. Dia seperti pria yang ditemuinya di perusahaan teman Damian waktu itu.

"Bule? Bule mencurigakan ini temanmu?" tanyanya tak percaya.
"Dia rekan bisnisku. Dia yang memiliki agency model dan para model terbaik"

Adelia tidak percaya pria mafia ini teman Damian dan dia seorang pengusaha. Dia memperhatikannya dengan serius sampai lupa untuk duduk menghormati tamu yang datang.

"El kamu bisa bantu Adelia untuk masuk di agency-mu sementara?"

Mana mau pria itu langsung mengizinkan Adelia bergabung di management-nya. Meski dia pernah ikut acara model iklan dari pamflet kampus. Dia masih beluk percaya diri memiliki standart umum kebanyakan model. Bukan itu saja... Dia masih curiga pria itu mungkin penjahat berkedok pengusaha.

"Oke bisa" jawab El Gerraldo cepat. Adelia mengangkat alis tak percaya.
"Aku tak bisa mempercayaimu begitu saja"
"Your lover is really handfull Damian"
"I know right"

Please, Choose Me!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang