Kemarin sampai tadi pagi, Taehyun dibuat kesal karena Beomgyu yang terlihat begitu dekat dengan Ryujin. Menurut cerita Renjun dan Kai, gadis itu sudah menyukai Beomgyu sejak lama. Jadi, bukannya tidak mungkin Beomgyu menyukainya juga suatu hari.
Seperti mendapatkan obatnya, kini Beomgyu mengajaknya pulang bersama. Tapi, bukan itu obat termanjur dari kekesalan Kang Taehyun. Choi Beomgyu mengajaknya main kerumah! Sekalipun kesempatan datang dua kali, Taehyun tentu tidak akan menolak kesempatan pertama.
Beomgyu tidak tahu alasan mana yang membuatnya tiba-tiba mengajak Taehyun singgah kerumahnya setelah mengantarnya pulang tadi.
Tidak ada banyak hal di rumahnya yang bisa ia banggakan pada Taehyun. Seperti halnya, Haechan yang punya tempat kumpul di atap rumah. Jeno yang punya ruang khusus ketika teman-temannya datang bermain. Atau Felix yang punya kolam ikan dan Hyunjin yang punya taman bunga mini karena mamanya suka bertanam. Satu-satunya hal yang bisa Beomgyu banggakan adalah masakan mamanya yang lezat.
Ketika Beomgyu ingin menaiki tangga menuju lantai atas, matanya menangkap sosok yang tak asing sedang bercerita sambil menikmati sepotong kue dengan mamanya di ruang makan.
Kedua mata Beomgyu membola. Ia berlari sambil berteriak. "Papa!"
Sosok yang Beomgyu panggil dengan sebutan papa itu membatalkan suapannya karena pelukan Beomgyu. Ia menyunggingkan senyum. Tentu ia juga merindukan anak bungsunya.
Sementara itu, Mama Beomgyu menatap sosok asing yang Beomgyu bawa ke rumah. Siapa dia? Beomgyu hampir tidak pernah membawa kenalan ke rumah karena yang punya akses bebas bermain ke rumah Beomgyu hanyalah teman-teman dekatnya yang sudah dianggap saudara. Tentu mereka adalah Hyunjin, Haechan, Jeno dan Felix. Kalau begitu berarti, laki-laki ini adalah......
"Silahkan duduk, pacarnya Beomgyu."
Taehyun yang tadinya canggung ditatap oleh Mama Beomgyu jadi semakin canggung mendengar ucapannya. Ia tidak jadi duduk.
"Tumben kamu bawa pacar kerumah, Gyu."
Beomgyu melepas pelukannya. Ia menggelengkan kepala. "Bukan pacar, Ma. Teman."
Ya, itu fakta. Hanya saja mendengarnya membuat Taehyun merasa seolah-olah sedang dicubit hatinya. Cukup sakit.
"Oh, belum pacaran. Gebetan berarti."
"Bukan, Ma!" Beomgyu menyela. "Dia satu kelas sama Haechan dan Hyunjin. Namanya Taehyun."
Taehyun sedikit membungkuk, menyapa kedua orang tua Beomgyu.
"Oh, kalian teman satu ekskul?"
"Enggak, Ma. Dia satu ekskul sama Jeno, fotografi."
Taehyun tidak tahu harus menanggapi bagaimana. Inginnya sih dia bilang 'iya' ketika Mama Beomgyu menganggapnya sebagai gebetan Beomgyu.
"Bukan pacar, bukan gebetan, bukan teman ekskul, bukan teman sekelas, kamu nggak mungkin bawa orang asing kerumah."
"Beomgyu pernah jadi model saya, Tante."
"Kalau begitu hubungan kalian nggak sedekat itu. Beomgyu nggak pernah sembarang bawa orang main kerumahnya. Dia bahkan nggak pernah bawa gebetan kerumah. Sejauh ini yang punya akses main cuma Hyunjin, Haechan, Jeno sama Felix." Mama Beomgyu masih belum menerima alasan Beomgyu membawa orang ini kerumahnya.
Taehyun menahan bibirnya untuk tidak tersenyum lebar. Bukankah ini artinya dia spesial?
Beomgyu menghela napasnya. Mereka memang cuma teman. Memangnya tidak boleh kalau Beomgyu juga memberikan akses bebas mainnya pada Taehyun?
KAMU SEDANG MEMBACA
Turn Left | END
LosoweBxB; taegyu "Kata temen gue kalau natap lo lama-lama, bisa bikin oleng." •28 januari - 9 juli 2021
