Peminat ceritamu

29 6 0
                                        

Happy Reading All, Don't Forget To Vote And Coment! Thanks.

Sudah berapa kali aku bilang, aku peduli.
Aku tahu, kamu risih karena keberadaanku di sini hanyalah orang baru, yang tiba-tiba hadir di sampingmu seperti orang tak punya malu.
Tapi, yakinlah ini adalah takdirNya. Aku akan tetap di sini, dengan kesadaranku, tak apa aku akan baik-baik saja. Izinkanku menjadi peminat ceritamiu. Aletta.

~Alvan Zeero Eloin.

🥀🥀🥀

"Boleh ...." lontar seseorang di belakang Aletta.

Aletta menatap payung hitam yang berada di atasnya. "Kamu boleh boleh berkata lelah. Karena, setiap manusia punya titik terendah, Aletta."

Alvan. Sungguh dia adalah pangeran berkuda Aletta, pelindung Aletta serta peminat cerita Aletta. Meski, keberadaannya tak pernah dihargai, dia tidak minta itu semua. Dia, tulus berada di samping Aletta.

"Cukup! Berhenti kasihan sama gue. Percuma lo di sini, gue udah mati rasa. Semakin lo di sini, lo akan merasa tersakiti ...."

"Lebih baik lo semua menjauh, toh tidak ada lagi yang peduli sama gue. Gue udah terbiasa hidup tanpa dunia." Aletta menguatkan mulutnya untuk melanjutkan perkataannya.

"Gue yakin lo belum sepenuhnya mati rasa, hanya saja lo lelah dengan keadaan. Jangan sampai, lelah itu menjadi menyerah. Sudah berkali-kali gue bilang, gue peduli sama lo, gue tulus. Tak apa, jika lo tidak mau mendengar. Bahkan menghargainya." Alvan menyapu bulir air hujan di kening Aletta. Ia tersontak ketika merasakan panas di kening Aletta.

Aletta merasakan berat di kepalanya, tubuhnya melemas. Tiba-tiba saja tubuhnya mengeletak, Alvan segera melepas payungnya tangannya ia gunakan untuk menompang Aletta.

"Tuhan, jaga gadis ini. Gadis yang selama ini selalu terlihat baik-baik saja di depan dunia. Gadis yang selalu terlihat kuat namun hatinya begitu rapuh. Kamu kuat Aletta."

Alvan membawa Aletta  ke tempat yang sekiranya bisa untuk melindungi dirinya dan gadis itu dari derasnya hujan.

RAPUH [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang