Happy Reading All, Don't Forget To Vote And coment! Thanks.
🥀🥀🥀
Rey sedang mencari keberadaan Aletta, ia harus memastikan gadis itu baik-baik saja.
Hujan begitu deras membuat jalanan cukup lenggang. Rey tetap tenang dan tidak panik. "Aletta kamu di mana?"
Ia tak sengaja melihat Alvan dan Aletta sedang berteduh di pinggir jalan. Rey menyipitkan matanya, melihat Aletta yang terkulai lemas di pangkuan sang Kakak.
Aletta?
Ia buru-buru membuka payungnya melangkah cepat ke arah mereka. Hujan kali ini di sertai dengan angin, dahan berukuran cukup besar sedang mengintai Rey di atas sana.
Brukk.
"Sshhhh." Alvan memegang sikutnya yang ia gunakan untuk menepis dahan pohon yang hampir saja merenggut kepala adiknya.
Darah segar mengalir begitu deras.
Rey sedikit refleks. Alvan tak berbicara, ia segera menghampiri Aletta membawanya ke dekapannya kembali.
"Bawa dia ke mobil."
Alvan menahan rasa sakit di sikutnya, mengangkat Aletta dengan berhati-hati. Hingga ke mobil.
Hari ini adalah sebuah moment bersejarah bagi Alvan, banyak kejadian yang tak terduga olehnya.
🥀🥀🥀
Aletta mengerjapkan matanya, sedikit buram. Ia bangkit dari posisi tidurannya namun tertahan oleh rasa sakit di kepalanya. "Jangan banyak bergerak dulu, Letta." Matanya menyusuri Rey dan Alvan yang sedang duduk di bangku.
"Tidak perlu terlalu dipikirkan, Aleetta. Saya sedang berusaha melacak keberadaan mamamu. Kebetulan saya memiliki teman yang sepertinya bisa membantu," lontar Rey, Aletta sangat berharap mamanya bisa ditemukan.
"Nak, apa kamu sudah baikan?" Laki-laki jangkung di ambang pintu yang Aletta kenal sebagai papa Rey itu mulai memasuki ruangan.
"Udah sedikit mendingan, Om," lontarnya yang diangguki oleh Zeero.
"Om sangat prihatin dengan keadaan keluarga Wisnu saat ini. Apa benar mamamu sudah berminggu-minggu tidak pulang?" tanya-nya. Aletta mengangguk lemas, hatinya perih melihat kondisi keluarganya yang berantakan saat ini.
"Sabar, ya. Tuhan tidak pernah memberi ujian di luar batas kemampuan makhlukNya. Om mau keluar dulu, kalau ada apa-apa kamu bisa minta tolong Rey atau Alvan," pungkasnya kemudian melenggang.
Aletta sedikit bingung, "kalian ....?" ucapnya menggantung.
"Mungkin sudah saatnya ia mengetahuinya, tidak ada untungnya menyembunyikan ini," gumam Alvan dalam hati.
"Gue sama Rey saudara," finish Alvan, Aletta hanya menatap sekilas mereka berdua.
"Makasih udah nolongin gue, gue sebaiknya pulang sekarang. Bibi pasti akan marah besar nanti," lirihnya.
"Tapi lo belum sembuh total, gue anterin pulang." Alvan masih begitu khawatir dengan kondisi Aletta.
"Biar saya aja," ujar Rey.
Bukan Alvan kalau begitu saja sudah menyerah, "sama gue aja, kebetulan gue mau ada urusan di luar."
"Gak usah gue bisa pulang sendiri," tangkasnya.
"Tap —" celetuk Alvan dan Rey serentak.
"Ya udah, saya pesan taxi online buat kamu."
Kali ini Aletta hanya bisa menurut.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAPUH [On Going]
ContoRAPUH [NEW] [Welcome And Happy Reading All!] Cover By: Taryuni_ Keluarganya utuh, hanya saja perlindungan dan kasih sayang tak pernah berpihak padanya. Dari masih bayi-hingga menjadi dewasa, seperti sekarang, ia hanya mendengar kata-kata yang tak pa...
![RAPUH [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/232786280-64-k784970.jpg)