Seorang gadis mendudukkan bokongnya di kasur tempat tidurnya, menatap kaca fullbody yang dimilikinya. Dengan perlahan membuka sedikit bajunya sembari mengingat kejadian hari ini menimpanya. Sebuah tanda merah yang tepat berada diatas dadanya, gadis itu mengelus bekas merah itu dengan pelan.
Ia tersenyum tipis, selama 1 tahun ini pacarnya itu tidak berani melakukan hal ini kepadanya. Salahnya juga, karna ia sudah menggoda pria nya. Untung saja, lelaki itu bisa menahan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Naya, membuka ponsel nya sudah ada notif dari Rey yang sedari tadi meminta kabar darinya. Sungguh ia sangat mencintai lelakinya ini, semoga saja pria itu tidak akan berubah nanti, besok ataupun selamanya.
Rey ganteng❤️
Ayy
Kalau udah dirumah kabarin yaa
Jangan lupa istirahat ya.
Biar capeknya ilang
Ayy
Aku nanti mau futsal tanding sama kelas sebelah ya.
Jangan lupa makan ya. Love you❤️❤️Naya tersenyum membaca spam chat dari pacarnya itu, ia segera membalas chat itu agar Rey tidak khawatir. Setelah membalas chat ia segera bergegas ke kamar mandi untuk berendam dan membersihkan tubuhnya.
🌼🌼🌼🌼
Planet Futsal
Disisi lain, banyak segerombolan laki-laki yang terbagi dari dua tim yang telah menyelesaikan babak satu futsal. Di pinggiran tempat juga terdapat banyak pendukung baik laki-laki dan perempuan. Yang saling melempar sorakan.
"Eh Rey, gimana cewe lu." Tanya Vano, karena sedari tadi laki-laki itu seperti khawatir dengan sesuatu.
Rey menggelengkan kepala "handphone gue mati, nggak tau kenapa tadi sebelum berangkat masih banyak baterainya." Jawabnya lesu.
Vano menepuk bahunya Rey beberapa kali bermaksud menenangkan "Sorry ya, gabisa bantu. Soalnya gue ga bawa hp." Ujar Vano. Laki-laki itu memang jarang sekali membawa hp, karena ia suka lupa naroh jika sudah asik bermain.
"Lo tenang aja, pasti cewe lu udah dirumah." Vano "Yok, udah mulai lagi nih. Gue yakin cewe lu udah dirumah."
Rey tersenyum dan berdiri melanjutkan pertandingannya.
______Prittttttttttttt
Peluit panjang sudah berbunyi, tanda nya pertandingan telah usai dan dimenangkan oleh kelas Rey dengan skor yang beda tipis. Sesuai dengan perjanjian yang kalah harus membayar uang sebanyak 1 juta kepada tim pemenang.
"Vano, gue pulang dulu ya, sorry gabisa nganter gue buru-buru." Ujar Rey sembari melangkahkan kakinya cepat.
"Hati-hati bro."
....
"Semoga kamu gapapa ay." Ujar Rey dalam hati.
Brukkk
"Awhh sakitt." Rintih seseorang.
Saking buru-burunya Rey tak sengaja menabrak orang keras sampai terjatuh dan kepala nya yang terpentok tembok.
Padahal semua penonton sudah pulang terlebih dahulu dan pemain masih di lapangan, siapa yang ditabraknya ini.
"So-sorry, gue ngga-." Ujar Rey belum selesai.

KAMU SEDANG MEMBACA
NAYARA'
Teen FictionNayara, gadis cantik yang menempuh pendidikan SMA, ia telah berpacaran dengan pria selama 1 tahun lamanya. Siapa sangka, ia selalu ingin merahasiakan hubungan mereka, hanya orang-orang terdekat yang mengetahuinya. Permasalahan terus terjadi dihubung...