Chapt 19- Publish

304 46 12
                                    

"Aku telah berusaha menggengam dan selalu percaya, tapi mungkin takdir tidak bisa menyatukan kita untuk bersama"~

Keesokan harinya

Pagi yang cerah,burung-burung berkicauan beterbangan, langit biru dan awan putih mendominasi diatas sana, udara-udara di pagi hari terhirup di hidung sangat segar, polusi udara yang masih sangat ringan.

Bersama dengan panas nya pagi ini, di SMA Bina Utama terdapat tiga gadis dengan aura yang sangat kuat, berjalan lengak-lengok bak model dengan ekspresi wajah yang mempesona.

Nayara, Elin dan Aleta, pagi-pagi sekali mereka sampai di SMA dimana ada seorang gadis yang mengganggu kehidupannya. Gadis yang telah menantang dirinya sendiri dengan mencoba merusak kehidupannya.

Mereka ingin melakukan sebuah wawancara kepada wanita yang sudah hampir merusak kisah indah SMA nya. Tidak lain tidak bukan adalah Cia. Wanita yang digosipkan bersama Rey, pacarnya. Akhir-akhir ini telah banyak gosip miring yang beredar, alhasil Naya tidak mau gegabah dengan mempercayai wanita tersebut, dimana ia sudah mengetahui bahwa Cia sudah menyukai Rey sedari lama.

Wajah penuh amarah itu mendatangi ruangan kelas yang bertuliskan 12 ips 1. Jelas-jelas ini bukan kelas Rey, tapi ini adalah kelas Cia. Langkah kaki Naya dengan 2 sahabatnya begitu yakin, memasuki kelas mereka berharap wanita itu ada didalamnya.

"Eh ngapain tuh mereka kesana" (menunjuk kelas 12 ips 1)

"Itu kan dari sekolah sebelah ngapain kesini jauh-jauh."

"Apa ada masalah?"

"Cantik bener tuh cewek."

"Uhuii cakepp banget neng."

Banyak cuitan-cuitan penasaran yang keluar dari mulut semua siswa, bukan bukan semua tetapi dari para gadis-gadis. Sedangkan pria-pria memuji kecantikan mereka.

Tok tok tok

"Permisi." Naya sudah berdiri tepat di ambang pintu kelas tersebut dan mengetok pelan, ia tau ini bukan wilayahnya jadi ia harus tetap berlaku sopan.

Manusia-manusia di dalam kelas tersebut, menoleh seirama melihat siapa yang mengetok pintu tersebut.  Satu orang wanita dan dua wanita dibelakangnya juga menatap semua orang yang ada dikelas.

"Kalian tau dimana wanita yang bernama Cia?" Tanya Naya.

Ada seorang gadis berambut panjang bewarna hitam berponi dan yang duduk di bangku paling depan langsung menoleh ke sekeliling dan kemudian menjawab "Mungkin Cia masih ada diruang BK, sedari pelajaran dimulai ia dipanggil dan sekarang belum kembali." Ujarnya dengan sopan.

Naya mengepalkan tangannya tak begitu sabar menunggu beberapa lama lagi, Elin yang paham dengan kemarahan Naya pun memegang bahunya perlahan untuk menenangkannya.

Naya mengangguk dengan senyum terpaksa di bibirnya "Oke, thankyou." Setelah mengucap kata tersebut ia bergegas pergi dari kelas itu bersama kedua sahabatnya.

🦄🦄🦄🦄🦄

Ruang BK

Terdapat  dua sosok siswa berlawanan jenis telah berhadapan dengan wanita paruh baya yang dikenal dengan sisi galak nya, ia adalah Ibu Wati. Ibu ini memiliki wajah bulat dengan rambut keritingnya sebahu, memiliki kulit putih yang sedikit berkerut karena usianya yang sudah hampir menginjak kepala 5 ini. Tak lupa bibirnya yang berwana merah itu menambah sisi galak nya.

Sedangkan sosok siswa tersebut adalah Rey dan Cia. Setelah banyak beredarnya berita viral kemarin yang diunggah di blogspot sekolah ditambah lagi dengan tidak masuknya kedua siswa ini tanpa ada alasan apapun menyebabkan mereka dipanggil guru BK ini.

NAYARA'Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang