Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mas suami😆
----
"Mas."
Jeje memanggil suaminya yang sudah tertidur pulas. Tangan kanannya menepuk pelan pipi Mark sembari pandangannya melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
"Mas, bangun..." panggilnya sekali lagi.
Bibirnya mengerucut sebal, pasti suaminya itu tengah berpura-pura tidak mendengar. Ia tahu Mark adalah tipe orang yang mudah terbangun.
Tidak ada pilihan lain kecuali...
Cup
Kecupan singkat mendarat dibibir sang suami.
Mark terkekeh. Ia membuka mata dan langsung mengecup balik bibir istrinya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ish." sungut Jeje, kedua tangannya mendorong dada Mark agar menjauh dari dirinya.
"Kenapa sayang?"
"Laper.." keluh Jeje. "Ayo cari akang nasi goreng."
Mark melirik jam dinding, "Udah malem banget sayang. Kita masak aja ya di rumah."
"Ya udah ayo." katanya setelah membuang napas, "Ganti celana panjang sama pake jaket."
Senyum Jeje merekah dan mematuhi perintah sang suami. Tidak lama keduanya sudah berada di atas motor matic mereka. Mark menarik lembut kedua tangan istrinya dan dimasukkan ke dalam saku jaketnya.
"Pegangan yang erat ya istriku."
Jeje mengangguk semangat. Kepalanya ia senderkan di punggung tegap suaminya. Menghirup wangi khas sang suami. Parfum milik Mark benar-benar membuat candu indra penciumannya.
Setelah sepuluh menit berkendara, akhirnya mereka menemukan tukang nasi goreng yang masih buka.
"Kang, nasi goreng pedesnya dua ya." pesan Mark pada akang nasi goreng.