Btw.. Ada saran manhwa Gore gak hehe.. Lagi pengen baca yang adegan bacok-bacokan😭
Happy Reading😘
.
.
Darren selalu berprinsip, klan dan seluruh anggota keluarga adalah prioritasnya.
Namun, sedikit demi sedikit, dinding prinsip itu mulai hancur tatkala ia mulai menemukan mate baru yang selama ini sudah lama dicarinya.
Ia lebih sering keluar rumah dan rajin ke sekolah, bahkan ia hampir lupa ritual sekte yang harus dijalani setiap dua tahun sekali untuk memperkuat tubuhnya agar kebal dari sinar matahari, beruntung kakaknya Kevin menemukan Darren di depan gang kosan kumuh Christina.
Selama 5 abad lamanya ia berganti Mate, semua tidak ada yang cocok dan berakhir menjadi seonggok mayat yang tulang dan dagingnya dijadikan karya seni oleh Darren.
Karena kebiasaannya yang selalu membunuh korban dengan tak wajar, ia menjadi kecanduan dan kegiatan itu telah menjadi rutinitas wajib yang dilakukannya setiap satu bulan sekali tepat pada waktu tengah malam.
Kali ini Darren tidak mencari mangsanya, melainkan mangsanya yang mendekati pria itu.
Korbannya kali ini seorang gadis dari salah satu murid di Bucharest Highschool. Entah tingkat berapa, Darren tidak begitu peduli, karena sekarang ia sangat kehausan.
Kedua langkah gadis mungil itu menjejaki jalan setapak becek sebuah gang kecil penuh ke hati-hatian. Suasana sunyi malam nan gelap lorong gang kecil tanpa pencahayaan satu titik pun, membuat nyali gadis itu ciut selama beberapa saat.
Namun, ia menguatkan mentalnya, karena sang pria pujaan hati telah menunggu kehadirannya.
"Da-Darren, apa kau disini? Aku- sudah sampai." gadis itu berujar pelan, terdengar seperti mencicit.
Beruntung pada pendengaran Darren yang tajam, ia segera mengetahui posisi gadis itu dan memeluknya dari belakang seraya menodongkan pisau tepat pada lehernya.
"Siapa kau? Lepaskan aku! Darren! Tolong aku!" teriak gadis itu, namun hal yang dilakukan gadis itu berujung sia-sia, karena lingkungan gang kecil tersebut berada di area apartemen yang telah ditinggalkan oleh penduduknya.
"Kau cukup berisik." komentar Darren, seketika gadis dalam tawanannya membeku, kedua matanya mulai berair, tersirat ketakutan yang besar dalam iris matanya.
"Ku-mohon.. Lepaskan aku.." lirih gadis itu, Darren terkekeh, pisau yang ditodongkan kearah leher gadis itu ditusuk dan ditekan kuat hingga darah mulai merembes membasahi gaun minimnya.
"ARRRGHHH!!" teriakan gadis itu menggema, dapat ia rasakan saraf dan urat jadinya terputus dengan cepat, kedua matanya terbelalak mengerikan, darah muncrat dari mulutnya.
"Berteriaklah yang keras, sayang. vokal mu terdengar sangat cantik." Darren berbisik dengan nada barithon rendah, tangannya semakin menekan pisau itu kedalam lehernya,
Kali ini teriakan gadis itu hilang, pita suara dan kerongkongannya dikoyak sadis, darah mengalir deras dari robekan leher tersebut.
Dengan rakus, Darren meminum darah dan menyesap langsung dari leher gadis itu.
Kepala gadis itu di miringkan perlahan, bunyi tulang leher dipatahkan terdengar memilukan, gadis itu mati seketika.
Kemudian kepala gadis itu diputar-putar cepat hingga seluruh saraf dan tulang lehernya terlepas dari tubuhnya.
Gadis itu mati dengan kepala tercabut dari tubuhnya.
Darren yang melihat hal tersebut menyeringai setan, ia melempar tubuh gadis itu begitu saja diatas tanah becek setelah meminum seluruh darahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Two Owners
FantasyDulu hidupku berwarna. Banyak orang yang peduli padaku. Semua orang ingin menjadi temanku. Sekarang, hidupku benar-benar hitam putih. Tidak ada lagi yang peduli padaku. Tidak ada yang mau menjadi temanku. Dalam hati aku merutuki, mengapa dulu sangat...
