Note: Kali inj adalah request dari allen_hnb yang memiliki genre vampir. Bernuansa supranatural, action atau mungkin sedikit horor?
Dengan latar belakang lokasi di game danganronpa "Despair girl"
Jadi bayangkan saja Komaeda sedang berpenampilan sebagai "Servant"
Sementara untuk Hinata coba bayangkan saja dia yang ada di animenya sebelum berubah menjadi Kamukura Izuru.
Terima kasih buat idenya dan semoga sesuai ekspektasi.
Well anyway, happy reading!
...
Seorang wanita muda bersurai pink yang diikat dua panjang. Perempuan itu senantiasa memakai riasan tebal dan berpakaian modis, caranya berbicara terlalu manis sampai terkesan berlebihan.
Wanita tersebut selalu datang bersama dengan seorang pria bermata merah. Di dalam ingatannya. Wajah pria tersebut selalu tertutup bayangan namun sinar matanya yang tajam selelalu menyala di kegelapan.
Di dalam ingatannya pula. Mereka berdua selalu menjenguk anak kecil yang terkurung di dalam ruangan kosong dan gelap. Anak itu selalu duduk di atas lantai batu, di bawah sinar rembulan yang jatuh dari lubang satu-satunya jendela di ruangan tersebut.
Dan suatu hari anak tersebut di pindahkan ke lokasi lain. Seseorang mengantarkannya pergi keluar kota. Pada saat itu, yang bisa diingat anak tersebut hanyalah surai putih yang terpapar di bawah sinar matahari langsung.
Saat itu adalah pertama kalinya sang anak menginjakan kakinya di dunia luar. Maka karna itulah, anak itu terlalu sibuk mengangumi dunia asing yang selalu ia idamkan sejak lahir.
OXO
Hinata Hajime seorang pemuda yang kini tinggal di sebuah apartemen kecil di pusat kota Towa. Dirinya tidak mempunyai sanak saudara maupun ingatan sebelum ia pindah di kota kecil namun serba canggih tersebut.
Pria bersurai coklat tersebut terbangun dari mimpinya. Setiap hari ia selalu di bangunkan oleh mimpi buruknya. Walau sudah terbiasa melihatnya. Namun Hinata tetap masih belum bisa menerima keberadaan mimpi buruk tersebut.
Wajah pria malang itu di basahi keringat, nafasnya terengah-engah seolah habis selesai berolahraga berat. Sepasang iris hijau keabuannya tertuju pada langit-langit tua apartemennya.
Setelah puas menenangkan diri. Hinata melihat ke arah luar jendela yang tengah terbuka lebar. Hari sudah mulai gelap, sebaiknya ia segera bergegas untuk berangkat ke tepat kerjanya.
Hinata bekerja sebagai bartender di sebuah bar dekat tempat tinggalnya.
Dia sudah lama bekerja di sana. Pelanggan, karyawan dan sang pemilik bar sudah menjadi seperti keluarganya sendiri. Keberadaan orang-orang itulah yang mambuat Hinata mampu melanjutkan kehidupannya yang sepi dan membosankan.
Dari apartemennya membutuhkan waktu 15 menit berjalan kaki untuk sampai ke tempat kerjanya.
Bar tersebut tidak besar maupun mewah, tapi setidaknya cukup stylist. Sang pemilik bar hobi mengoleksi barang antik, ia menghias toko miliknya dengan tema vintage dengan nuansa merah marun yang elegan. Di tengah kota Towa yang di penuhi alat-alat canggih terbaru, penampilan bar tersebut sangatlah berbeda daripada bangunan di sekitarnya.
Begitu sampai. Hinata langsung menuju ruang staff untuk berganti pakaian.
Kemeja putih dan dasi pita berwarna hitam dengan blazer senada sudah menjadi pilihan klasik bagi para bartender. Hinata yang menyukai kesederhanaan dan kebersihan juga selalu mengenakan celemek hitam di pinggangnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Bitter Sweet Moments
Fiksi PenggemarHanya sekumpulan cerita KomaHina (Komaeda x HInata) Ini dibuat pada waktu senggang dengan alur cerita yang ringan dan langsung pada intinya. WARNINGS: Mature Contents! Boys Love! Vulgar Languanges! (18+)