Sementara itu, Okan masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Ia mendekati tiang putih, memelototi tombol yang menyembul itu, dan menekannya dengan ragu. Sebuah screen selebar dua meter muncul, bergerak keluar dari dinding, dan kini melayang di tengah ruangan.
Pada screen muncul simbol yang sama persis dengan simbol di koin merah, lalu beberapa baris tulisan muncul sesudahnya.
MINDROOM:
Okan Marannu
--status terverifikasi. Penggunaan siap dalam
5
4
3
2
1
Screen itu 'berbicara'.
"Selamat Datang. Kami Luxon, gabungan entitas yang diperintahkan oleh pengguna sebelumnya, untuk menolongmu menggunakan mindroom. Sejak awal kami mengambil bentuk screen atas perintah pengguna koin bernama Johan, tetapi kau boleh mengubah bentuk kami. Kami memiliki akses anonim ter-otorisasi terhadap semua basis data di jagad raya. Artinya kami dapat menggunakan identitas mana pun untuk mengakses informasi. Silahkan bertanya apa saja."
Okan berpikir sejenak. Ia teringat sesuatu yang sangat penting dan mendasar.
"Apa aku bisa, makan?"
"Tergantung."
"Maksudnya, tergantung?"
"Mindroom tersusun dari entitas pembentuk unsur. Jadi dapat berubah menjadi unsur apa saja. Kau pasti tahu kalau makanan tersusun atas senyawa organik. Jadi semua tergantung pengetahuan dan imajinasimu tentang makanan yang kau maksud. Cobalah."
"Tak bisakah kau memunculkannya untukku?"
"Sesuai penjelasanku sebelumnya, aku dipersiapkan sebagai pusat data. Karena itulah Johan membuatku berbentuk screen besar."
"Bagaimana kalau aku mengubah bentukmu, Luxon?"
"Silakan."
Okan menutup mata dan berkonsentrasi. Ia membayangkan sesuatu.
Wujud screen terurai mengikuti imajinasi Okan. Partikel-partikel Luxon mulai berputar, berbenturan, bergabung, dan bersinar.
Kulkas
Kompor gas
Pisang raksasa
Panggangan sate
Bapak penjual sate
Gadis berbaju abu-abu
Okan membuka matanya dan terkejut bukan main.
Sesuai imajinasinya, seorang gadis yang memakai pakaian serba abu-abu kini berdiri di hadapannya.
Ia bukan gadis biasa. Luxon berubah bentuk menjadi Alina, sang chef cantik yang mengepalai ratusan koki di Hotel Uberisk yang berbintang lima.
"Apa hanya bentukmu saja yang persis seperti Alina, atau kau juga punya keterampilan masak yang sama baiknya?"
"Ini aneh untuk kumpulan partikel seperti kami. Menjadi makhluk hidup membuat kami harus belajar lagi. Namun, data mengenai kehidupan manusia bisa kami dapatkan dengan mudah."
"Kuharap kau menggunakan kata ganti "aku" dan bukannya "kami". Seolah-olah kau seperti gadis yang kerasukan tujuh iblis, atau gadis berkepribadian ganda. Oke, bisa aku dapatkan makananku?"
"Kami, -maksudnya, aku, sudah memperoleh data mengenai cara memasak. Tapi alat memasak harus kau munculkan terlebih dahulu. Kaulah pengguna koinnya."
Okan menutup matanya lagi. Ia membayangkan dapur rumahnya, lengkap dengan perabotannya.
Kali ini, partikel dari dinding mindroom-lah yang bergerak dan mewujud. Seketika dapur rumah Okan tersalin ke dalam mindroom.
"Ini cukup?" tanya Okan.
KAMU SEDANG MEMBACA
MINDROOM [TAMAT]
Science Fiction[PEMENANG WATTYS 2017] BUKU PERTAMA MIND TRILOGY Okan, guru Seni Rupa SMA yang hobi menabung koin ke dalam lubang yang berada di dalam dinding, menemukan salah satu dari koin koleksinya adalah kunci masuk ke dalam mindroom, ruang yang bisa dikendali...
![MINDROOM [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/33494085-64-k233318.jpg)