Okan membuat partikel pohon berubah menjadi molekul logam, bergerak dan mengurung Sam. Lantas Okan yang kini panik, berlari ke rumah. Ia tak menyangka selama ini Syamsul mengincar mindroom.
Sesampainya di rumah, ia segera mengubah Luxon menjadi raksasa.
"Luxon, pergilah ke hutan, bawa Syamsul kemari. Aku mengurungnya. Dia tahu soal mindroom!"
Luxon yang kini setinggi 3 meter, berlari menuju hutan dan menemukan penjara logam yang dibuat Okan. Ia memeluk penjara logam yang mengurung Syamsul dan membawanya menuju rumah.
Dalam sepersekian detik, Okan membuyarkan bentuk mindroom dan mengembalikannya ke bentuk semula.
Aku harus segera bertemu Ayah!
Okan mengecilkan ukuran penjara logam berbentuk kubus yang kini diletakkan Luxon di atas meja.
"Kau mengecilkannya?"
"Jangan khawatir, Luxon. Ukuran Syamsul akan ikut mengecil."
"Penjara 4 dimensi. Jadi, ini kubus teserakta," kata Luxon.
"Benar. Aku akan membawa Syamsul ke ruang tengah mindroom."
"Itu berbahaya, Okan."
Okan mengembalikan bentuk Luxon menjadi mirip Alina.
"Tidak. Dia tidak bisa apa-apa di dalam penjara itu. Luxon, kau ikut aku ke ruang tengah."
"Baik."
Okan mempersiapkan diri. Mereka bergegas menuju ruang tengah. Tempat pertemuan para pemilik mindroom. Ayah dan Ibu Okan telah tiba di ruang tengah. Aura juga ikut bersama mereka, dengan ingatan yang telah dikembalikan serta pengetahuan terbaru soal keluarga Marannu.
Sementara itu, Syamsul alias Sam yang kini terpenjara sudah mulai membuka matanya. Kebingungan, ia pun berdiri dan memperhatikan tempatnya berada. Gelap dan dingin, namun ia dapat mendengar suara samar dari luar. Ia meraba-raba mencari pintu keluar, namun tak ditemukannya.
***
"Ayah! Ibu!"
"Okan!"
Mereka hanya bisa terdiam, tak satupun kemarahan atau pembelaan diri keluar dari mulut mereka. Aura mematung di samping mereka, lalu perlahan mendekat dan memeluk Okan, kakaknya.
"Lama tak jumpa, Kak."
"Kamu cantik sekali. Mirip ibu."
"Ayo kita duduk." Ayah mempersilakan mereka untuk duduk.
Delapan kursi melingkari sebuah meja bundar besar yang terletak tepat di tengah ruangan yang juga berbentuk bundar. Hanya sebuah vas bunga dengan satu tangkai mawar merah menghiasi ruangan yang terkesan monoton itu.
"Luxon, kemarilah."
Mona, ibu Okan, melihat Luxon dengan terkejut. Ia ingin tertawa tapi segera ditahannya.
"Kau nakal ya, Okan! Mengubah Luxon menjadi gadis cantik! Kau tidak macam-macam kan dengannya!"
"Ibu kira aku pria seperti itu? Tanyakan sendiri pada Luxon."
"Dia pria yang baik dan sopan, Bu Mona. Dan saya tidak akan lancang melampaui kodrat sebagai partikel mindroom."
"Hahaha, ini konyol sekali. Tunggu sampai kau bertemu seseorang. Ibu yakin kau akan terkejut."
"Benda apa yang kau pegang, Luxon?" tanya Ayah Okan.
"Penjara 4 dimensi dalam bentuk teserakta. Isinya seseorang yang baru saja hampir membunuh Okan."
KAMU SEDANG MEMBACA
MINDROOM [TAMAT]
Ciencia Ficción[PEMENANG WATTYS 2017] BUKU PERTAMA MIND TRILOGY Okan, guru Seni Rupa SMA yang hobi menabung koin ke dalam lubang yang berada di dalam dinding, menemukan salah satu dari koin koleksinya adalah kunci masuk ke dalam mindroom, ruang yang bisa dikendali...
![MINDROOM [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/33494085-64-k233318.jpg)