"Kau siapa? Apa kau tahu aku ada di mana? Apa kau tuhan?"
"Tuhan? Tidak. Akupun hanya ciptaan. Aku muncul jika mindroom menjadi tak seimbang. Kau boleh memanggilku Crea."
Sam mengusap wajahnya yang berkeringat. Otaknya masih mencoba menginterpretasi kejadian yang terjadi. Benar-benar tidak masuk akal.
"Kau berada di dalam penjara 4 dimensi buatan penghuni mindroom nomor 5. Lebih tepatnya, kau berada di dalam kubus teserakta yang diletakkan di ruang tengah mindroom."
Teserakta? Pantas saja sejak tadi ruangan ini terlihat aneh.
"Wajahmu tak jelas kulihat. Apa kau punya lampu?"
Wajah Crea seketika bersinar sangat terang. Sam menutup matanya dengan tangan, karena cahaya dari wajah Crea cukup menyakitkan untuk dilihat.
"Kau ini makhluk apa? Kau membuatku takut."
"Anggap saja aku ini semacam pengawas mindroom."
Cahaya dari wajah Crea sedikit meredup sehingga Sam bisa membuka matanya.
"Baiklah. Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau akan membunuhku?"
"Aku akan membebaskanmu. Kau tidak seharusnya berada di sini, Sam."
"Tapi aku ingin menjadi penghuni salah satu mindroom. Apa kau bisa membuat koin merah untukku, Crea?"
"Kau jangan main-main, Sam. Aku tahu siapa kau. Di sini bukan tempatmu. Di sana ada pintu yang kubuat langsung menuju duniamu. Pergilah dan jangan kembali."
Sam memikirkan sesuatu, ia merasa bisa memanfaatkan situasi ini.
"Sebelum pergi aku ingin menanyakan sesuatu."
"Baiklah. Aku mendengarkan."
"Apa ada cara lain masuk ke dalam mindroom selain memakai koin merah?"
Crea tidak menyangka Sam akan menanyakan hal tersebut.
"Tentu saja."
"Kau mau memberitahukannya, Crea?"
"Tentu. Lagipula kau takkan mungkin menemukannya."
"Oke, beritahu aku."
"Ruang tengah tidak terbuat dari partikel yang sama dengan ketujuh mindroom. Ruang tengah adalah proyeksi dari sebuah ruangan yang ada di duniamu. Kau hanya perlu menemukan ruangan itu, dan mencari pintu masuknya. Aku tidak akan memberi petunjuk apapun."
"Oke. Aku siap untuk pergi. Terima kasih telah menolongku."
"Bukan menolong, tapi membebaskan. Pergilah dan jangan kembali!"
Sam melangkah menuju pintu yang terang menyilaukan. Setelah melewati pintu itu, kini ia berdiri di tepi pantai, sendirian. Pintu itu kemudian menghilang saat ia berbalik. Ia tersenyum dan mulai berjalan menjauh dari pantai.
Sebaiknya aku tidak buang waktu. Akan kutemukan ruangan itu.
***
"Alina? Dan... dan... Pak Mantri? Lalu kalian... Tirza dan Rina? Aku tidak paham."
"Sebenarnya ini bukan penyamaran. Yup, ini wajah asli kami berempat. Aku, Tirza, dan Rina adalah generasi kedua dari anggota kelompok ini. Sama halnya kau dan Aura. Bedanya, kami menggantikan orang tua kami yang sudah meninggal."
"Lalu, Alina, selama ini kau ... di hotel itu? Masakanmu?"
"Oh, semua keterampilan masak itu asli. Aku memang pernah sekolah koki. Kecuali pekerjaan di hotel, aku memakai alat ini. Mampu mengubah ingatan seluruh karyawan saat briefing. Mereka aku "cuci otak" seolah-olah aku bekerja di sana."
KAMU SEDANG MEMBACA
MINDROOM [TAMAT]
Ciencia Ficción[PEMENANG WATTYS 2017] BUKU PERTAMA MIND TRILOGY Okan, guru Seni Rupa SMA yang hobi menabung koin ke dalam lubang yang berada di dalam dinding, menemukan salah satu dari koin koleksinya adalah kunci masuk ke dalam mindroom, ruang yang bisa dikendali...
![MINDROOM [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/33494085-64-k233318.jpg)