"Aku sangat penasaran bagaimana rupanya"
"Kau tidak perlu mengkhawatirkannya Tuan Jo, aku akan selalu menjaga putrimu"
Mr. Jordan menyandarkan punggungnya dan menyilangkan kedua tangannya setelah menghabiskan secangkir teh hangat miliknya
"Lalu bagaimana denganmu? Apa kau juga sudah memiliki kekasih?"
Awan menggeleng
"Jika aku mempunyai seorang kekasih maka sudah dipastikan dia akan sangat cemburu pada putrimu""Mengapa? Memangnya apa yang dilakukan putriku hingga membuatnya cemburu?"
Pria berusia sembilan belas tahun itu mengukir senyuman diwajahnya
"Tidak ada yang dilakukan oleh putrimu Tuan Jo. Bahkan aku—yang sepertinya akan lebih menomor satukan putrimu dibanding kekasihku""Jadi kesimpulannya adalah kau masih mencintainya?"
"Tentu, dan rasa itu akan terus tumbuh—aku tidak bisa memaksakannya untuk berhenti"
"Wah..." Mr. Jo bertepuk tangan karena merasa kagum dengan pria muda dihadapannya
"Memangnya apa yang membuatmu tergila-gila pada putriku?"
"Putrimu sangat cantik"
Mr. Jo tertawa keras hingga membuat ruang tamunya bergema
"Aku tau. Dia memang sangat cantik seperti istriku, Mrs. Jo. Tapi entah mengapa perasaanku kalut—jika tak sedikit pria memilih untuk menyukai putriku"
Awan terlihat bingung—tak mengerti maksud dari perkataan Mr. Jo
"Jika seseorang terlalu menginginkanmu bukan selalu memiliki arti jika juga dia sangat mencintaimu, yang seperti itu hanya akan mencelakakanmu karena dia dipengaruhi oleh iblis"
"Ah maaf, aku masih tidak bisa mencerna penjelasanmu Tuan Jo"
"Seseorang yang terlalu menginginkanmu sebenarnya itu hanyalah obsesi, dan hanya akan membahayakanmu. Itu saja"
"Itu sangat menyeramkan. Jika benar ada manusia seperti itu—tunggu—"
Mulutnya membeku ketika fikirannya melayang pada kejadian beberapa hari lalu saat dirinya menemukan Tiara yang sudah tak sadarkan diri dan terluka, tentu dengan Adit disampingnya
"Tidak, tidak mungkin. Mungkin dia berniat ingin membantunya"
Awan pun mengerjapkan mata dan menggeleng untuk meyakinkan diri bahwa sahabatnya tidak mungkin melakukan itu
Sampai saat ini belum ditemukannya pelaku yang menyebabkan kecelakaan yang menimpa seorang siswi bernama Tiara Veronika Jordan dan pihak sekolah pun tidak pernah menyinggung persoalan itu walaupun hampir seluruh orang membicarakannya
"Hey!" ucap Mr. Jordan menjentikan jari dihadapan Awan yang sedang melamun
"Sepertinya ada sesuatu yang menganggu pikiranmu?" tebak Mr. Jo
"Ah tidak, aku baik-baik saja. Hanya tiba-tiba saja teringat dengan ayah dan ibuku" jawab Awan sambil menggaruk tengguknya yang tak gatal
"Bicara tentang kedua orangtuamu.. bagaimana kabar mereka? Mr. Alona dan istrinya baik-baik saja bukan?"
"Tentu, mereka berdua baik dan tetap disibukan oleh pekerjaannya masing-masing"
"Sepertinya tidak ada bedanya dengan ku dan Mrs. Jo"
Awan pun mengangguk—tanda dia menyetujui ucapan yang dilontarkan oleh Mr. Jo
"Tapi setidaknya mereka masih dapat melihat perkembanganmu secara langsung, tidak sepertiku"

KAMU SEDANG MEMBACA
Regret: Yes or Yes?
Historia Corta[BEFORE] My Partner Sex is My Ex-Boyfriend "Regret: Yes or Yes?" menceritakan bagimana Tiara dan Zidan dipertemukan, dan juga berakhir. Zidan yang dicap sebagai badboy sejagat raya meminta Tiara untuk menjadi ke kasihnya. Dan setelah beberapa lama m...