"Terimakasih sudah membantu operasi Kak Violet saat itu."
Avery mengungkapkan perasaannya ketika duduk di sebelah Kakek dalam ruang keluarga Atmawijaya yang bahkan lebih besar dan tertata rapih dibandingkan rumahnya.
Selepas makan malam barusan, Kakek memang secara khusus ingin mengajaknya berbicara, dan mengusir Orion juga Yoga hingga mereka kini menghilang di lantai dua, mengingat mereka berdua memang belum pernah benar-benar bertemu secara langsung selepas Kakek mengungkit soal perjodohan itu dengan mamanya.
Hamid menatap Avery sembari bersandar di sofa, tampak guratan ramah di garis-garis wajahnya. "Apakah operasinya lancar dan biaya pengobatannya sudah cukup?"
"Sangat. Aku dan Mama mungkin saat ini masih kesulitan dengan operasi dan pengobatannya," kata Avery jujur. Meski hingga saat ini dia masih merasa seperti orang yang mudah putus asa, hanya karena tekanan mamanya, dia rela menggadaikan dirinya demi bisa memanfaatkan kekayaan dan kebaikan dari keluarga ini.
"Jangan terlalu merasa bersalah," ungkap Hamid, pengalaman hidup selama tujuh puluh tahun membuatnya bisa dengan mudah memahami raut wajah seseorang. "Kamu tahu, kan, sebenarnya Kakek selalu siap membantumu jika kamu datang ke rumah ini."
"Aku sudah terlalu malu untuk meminta lebih banyak," ucapnya sembari menunduk, sangat sadar bahwa salah satu sosok yang selalu mengulurkan tangannya dan membantu keluarga Avery ketika baru-baru mengalami kebangkrutan adalah Kakek, sayangnya, Avery sadar bahwa keluarganya saat itu tidak pandai memanfaatkan dukungan yang diberikan.
Karenanya, Avery selalu takut terlena pada kekayaan yang diberikan dengan mudah, menghamburkannya dengan anggapan bahwa orang akan selalu membantunya, sama seperti Papanya dulu.
"Setidaknya, kupikir selama masih bisa berdiri dengan kaki sendiri," tambahnya.
"Maaf, ya, Kakek tidak bisa banyak membantumu selama ini."
"Percayalah, Kakek sudah membantu lebih dari cukup selama ini," sergah Avery, gadis itu menggelengkan kepalanya dengan sungguh-sungguh, menyanggah ucapan Kakek yang jauh dari kenyataan. "Sampai aku merasa mungkin alasan Kakek datang waktu itu adalah karena keluarga kita sudah berhutang budi cukup banyak."
Hamid terkekeh ringan. "Bagaimana bisa membantu keluarga dengan cucuku di dalamnya bisa dimasukan kedalam hitungan hutang," katanya. Selama ini, dia memang selalu menganggap keluarga dengan gadis kecil bernama Avery di dalamnya adalah bagian dari keluarganya juga, meskipun selalu saja ada batasan-batasan jelas yang harus dia tetapkan agar dia tidak terlihat memberi terlalu banyak, salah satu alasannya adalah untuk menjaga harga diri keluarga Brahams.
"Kakek tidak menyesal membiarkan Orion menikah denganku, bukannya Violet?"
"Hmm?"
"Kakek pasti sadar aku tidak akan bisa banyak membantu keluarga ini, juga Orion," kata Avery sembari menyusuri tangannya di atas bibir cangkir. Salah satu asisten rumah tangga baru saja memberi mereka makanan dan minuman ringan. "Aku tidak dibesarkan untuk mengetahui seluk beluk bisnis seperti Kak Violet. Sejak dulu aku hanya seorang anak yang gemar mengotori dinding rumah Kakek dengan gambar-gambar kekanakan."
"Ah, benar, kamu membuat asisten di rumah ini kewalahan." Hamid tertawa lebar hingga tulang pipinya terangkat, dia tanpa sadar kembali teringat kenangan menarik yang terjadi berpuluh tahun silam. "Saat perjanjian itu dibuat, Kakek tidak masalah siapa yang dipilihkan untuk salah satu cucu Kakek. Kakakmu mungkin akan menjadi pilihan terbaik, tetapi kamu juga sama baiknya."
"Jika kamu tidak senang bermain di sini, mungkin rumah Kakek akan jadi terlalu suram, terlebih Orion juga saat itu baru kehilangan orangtuanya," tambah Hamid, membicarakan masa lalu selalu membuatnya ingin berbicara banyak. "Kamu tahu? Kakek sempat berpikir untuk suatu hari mengangkatmu menjadi bagian dari keluarga seandainya tidak menikah dengan Orion."
KAMU SEDANG MEMBACA
(ongoing) Be With You
Roman d'amourOrion, jika aku mengatakan padamu bahwa ada hantu di dalam lemarimu, apakah kamu akan percaya? ↪ Ternyata dia memang masih ada di dunia ini, seseorang yang saya bunuh. Avery, jika aku mengatakan padamu bahwa ada hantu di dalam lemarimu, apakah kamu...
