; enambelas - (car)versation

41 2 0
                                        

Rubicon abu metalik Evan membelah jalanan ibukota yang mulai padat oleh kendaraan, sudah bukan hal mengherankan lagi, mengingat sore hari adalah waktu dimana sebagian besar pekerja kantoran selesai dari tugasnya, kecuali tentunya mereka yang memilih mampir di berbagai tempat hiburan dan menunggu kemacetan mereda, atau mereka yang terpaksa lembur.

"Kurasa ... Sepertinya aku tidak bisa menjadi partnermu lagi dalam acara apapun." Avery berucap sembari memainkan sabuk pengaman yang melintang di depan tubuhnya, sedangkan sudut matanya menatap Evan dengan perasaan bersalah. "Maaf."

Sebelumnya, Evan mengatakan padanya bahwa ada satu pesta yang perlu dihadirinya nanti, dan seperti biasanya, laki-laki itu meminta Avery untuk menemaninya sebagai rekan atau lebih tepatnya pasangan, mengingat mereka masih terikat semacam hubungan simbiosis mutualisme.

Masalahnya, pesta-pesta yang rutin dihadiri Evan adalah semacam pesta formal yang bertujuan untuk menjalin kerjasama di antara pebisnis atau mereka yang aktif terlibat dalam dunia perfilman nusantara, juga pesta semacam penggalangan dana. 

Dan untuk alasan itu, Avery tidak mungkin bisa melakukannya lagi sekarang, tidak setelah dia terikat dengan Orion. Koneksi diantara orang kaya memang bisa dikatakan luas sekaligus sempit, ada kemungkinan dia akan bertemu dengan pebisnis yang juga bekerjasama dengan Atmawijaya Group, dan mengenal Orion atau Kakek Hamid secara pribadi.

"Maksudmu?" Evan jelas-jelas terdengar terkejut mendengar penolakan sekaligus pengunduran dirinya yang terkesan tiba-tiba, mengalihkan pandangan sekilas dari kepadatan ibukota, terlebih setelah mereka menghabiskan siang bersama. "Apakah aku sekarang ini membuatmu tidak nyaman?"

"Tidak, kamu dan aku, percayalah hubungan kita dimataku selalu baik," sergah Avery dengan cepat, tidak ingin Evan salah paham mengenai keputusannya. 

"Katakan saja jika ada hal buruk yang terjadi." Evan menghentikan rubiconnya sejenak karena tertahan oleh lampu merah, kemudian kembali melirik Avery dengan nada perhatian yang kentara.

Entah Avery harus merasa terharu atau sebal karena perhatian temannya, meskipun satu-satunya hal yang terpikiran oleh laki-laki itu adalah kemungkinan hal buruk yang terjadi pada dirinya, seakan akan menyiram Avery dengan kenyataan bahwa kabar buruk lebih sering mampir di hidupnya dibandingkan kabar baik.

"Sebenarnya, kondisiku sudah dibilang cukup baik dan aku, emm ... ingin mencari suasana dan pengalaman yang baru, aku tidak bisa terus bergantung padamu," kilahnya dengan sedikit kaku, mencoba tetap berkata jujur tanpa harus mengungkit terlalu banyak.

Kondisinya selepas menikah dengan Orion memang cukup baik, jauh lebih baik malahan, membuat beban tubuhnya terasa lebih ringan akhir-akhir ini. Meskipun dia masih meraba bagaimana masa depannya setelah ini, dan tidak yakin perihal mencari suasana dan pengalaman baru.

"Pantas saja kamu sekarang mengambil izin dari pekerjaan paruh waktumu. Padahal kamu tidak pernah melakukannya seperti ini jika tidak terdesak," ucap Evan, masih mempercayai ucapan Avery mengenai dirinya yang kebetulan meminta izin dari pekerjaannya. "Dan pameran jelas bukan bagian dari terdesak, kan."

"Ya ... bisa dibilang seperti itu." Avery menyetujui semua perkataan temannya dengan tidak enak hati, menyadari sudah banyak membual kepada teman baiknya sendiri. Tampaknya, hari ini dia sukses menambah deretan daftar kejahatan yang pernah dia lakukan seumur hidup.

"Aku senang mendengar kondisi kehidupanmu membaik." Evan berucap dengan tulus sambil masih berfokus pada jalanan di depannya. "Asalkan kita bisa tetap berteman baik untuk waktu yang lama, aku setuju."

Avery tersenyum lepas. "Tentu saja, bagaimana aku melupakan penolong terbaik sekaligus temanku selama ini," katanya.

"Nah, berhubung kamu menyebutku sebagai penolong terbaik, maukah kamu menemani penolongmu ini datang ke pesta? Untuk terakhir kalinya, bukan dalam konteks bekerja, tetapi sebagai teman baik."

(ongoing) Be With YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang