****
Aku membuka laptopku dengan malas, Mager sekali rasanya melakukan apapun itu. Tak terkecuali menyelesaikan pekerjaan deadline ku.
Meski atasan sedang menantikan laporan final di akhir penutupan tahun ini, Aku masih betah dengan 'last minute' ku.
Pikiranku sedang kemana mana, Galau nan gundah gulana..
Tidak disini namun tidak pula disana.
Apa ya dosa ku dimasa lalu?
Jenis Ujian hidup kah ini?
Tidak bisakah Ujian ini diganti jenis lainnya? Atau memang hidupku terlahir hanya untuk diuji ?
Mengeluh??
Tidak juga !
Ini hanya curahan hati bukan keluhan seutuhnya.
Sampai detik ini, Aku masih tidak percaya pada hasil keputusan yang telah ku buat sendiri.
Akankah kuat bertahan menghadapinya, mengingat fakta terlahir sebagai makhluk tuhan paling lemah, yang bernama perempuan.
Diusia Ini,harusnya aku sudah tidak lagi memikirkan hal sepele begini, mengingat teman-teman ku sudah hidup mapan, nyaman dan bahagia,menikmati jerih payah mereka.
Lalu bagaimana denganku??
Aku masih bekerja, menjadi budak corporate, banting tulang dari pagi hingga malam,dengan hasil yang aku sendiripun tidak tau kemana perginya,
Apa ini hukuman? Kan sudah ada ujian?
Belum cukup kah balasan dari yang sudah terjadi di masa lalu, buah tangan dari tuhan karena meninggalkan orangtua demi seorang Pria yang bernama...Anton!
Iya, Dia suamiku!
Dulu, Orangtuaku tidak merestui hubungan kami, karena latar belakang keluarga yang sangat berbeda, namun penolakan orang tuaku saat itu, malah membuatku menjadi anak pembangkang, aku tidak mengerti apa dulu aku benar-benar mencintai Anton, atau hanya alasan kasihan, atau karena hutang budi,
Entahlah. Faktanya dia sekarang suamiku.
Anton yang ku kenal dulu adalah pria yang sangat baik, Dia rajin, soleh, bersih dan wangi..
Pun memperlakukan aku dengan sangat spesial, Wanita mana yang tidak terlena, Meski baru mengenal satu sama lain, Aku tidak ragu menerima pinangan nya kala itu, padahal kami masih duduk di bangku kuliah semester akhir.
Aku senekad itu.
Banyak Hal terjadi, yang tidak pernah aku duga sebelumnya, kehidupan pasca menikahi Anton..
Pria itu berubah...
Dia berubah total, Puncaknya 3 bulan setelah pernikahan, Anton benar-benar menunjukkan jati dirinya, sangat bertolak belakang dengan apa yang aku lihat sebelum kita menikah,
Rasa shock hanya bisa ku telan dan memilih untuk bertahan, sudah kadung terjadi, ini pilihan ku, dan inilah Takdir yang harus kujalani.
Sejak saat itu, kehidupan baru ku di mulai, pontang panting bekerja apapun itu, demi menyelesaikan studiku, karena aku tidak bisa mengandalkan anton, dia tidak memiliki uang yang banyak dan tidak bekerja,iapun sibuk dengan skripsinya.
"Mas...gimana aku mau nyelesaikan kuliahku,semua uang tabungan sudah habis untuk resepsi pernikahan kita,"
Aku mengingat sepenggal percakapan ku dengan Anton pasca beberapa bulan menikah.
"kamu berhenti aja kuliahnya ndah, biar aku aja, lagian tugas istri kan dirumah," jawabnya tanpa beban.
"Tapi sisa semester akhir mas, sayang kalau ditinggal,"
KAMU SEDANG MEMBACA
RIDICULOUS (GXG) HOLD
FantasiaIndah namanya tak seindah nasibnya,apalagi dengan status janda,namun siapa sangka status barunya membuatnya menemukan cinta yang tidak pernah ia duga sebelumnya...
