Bagian 3

2.2K 246 2
                                        

Sakura dan Rin tampak tengah asyik membersihkan pekarangan rumah. Seperti anak-anak pada umumnya, mereka melakukannya sembari bertukar cerita dan bersenda gurau.

Tak lama, seorang anak laki-laki muncul dengan senyumannya yang merekah. Uchiha Obito. Si biang onar yang Sakura ingat bahwa ia adalah salah seorang penyebab terjadinya perang ninja keempat.

Obito menyapa Rin, kemudian pada Sakura. Namun, tidak ada Kakashi bersamanya. Sudahlah, Sakura tidak peduli. Kakashi kecil saat ini lebih terasa menyebalkan baginya.

"Kau sedang apa, Rin?" tanya Obito dengan seringainya.

"Membersihkan pekarangan," jawab Rin dengan senyuman pula.

Sakura merutuk dalam hati. Obito memberikan basa-basi yang basi sekali. Siapapun tahu kalau mereka sedang bersih-bersih, masih pula bertanya.

"Kakashi... ada di mana?"

Obito tampak terkejut ketika Rin menanyakan hal tersebut, "entahlah, aku tidak menemuinya."

"Kalau begitu, ayo kita temui Kakashi. Saat ini mungkin dia baru pulang dari memancing," tutur Rin lalu ia merebut sapu lidi yang berada di genggaman Sakura, membawanya masuk ke dalam rumah lalu kembali lagi pada Obito dan Sakura berada.

"Ano... sebenarnya, aku agak malas bertemu Kakashi."

Rin terbelalak, "eh? kenapa?"

Obito menggaruk-garuk tengkuknya yang tidak gatal dengan tawa canggung. Dalam hati, Sakura melihat anak itu persis seperti Naruto, ditambah dengan  cengirannya yang menambah mirip.

"Yaah... kau tau, 'kan, aku selalu saja kalah dari Kakashi, bahkan dalam hal memancing sekali pun."

"TAPI-" Obito menghentakkan ucapannya, "kalau sharingan-ku sudah bangkit, aku pasti bisa mengalahkan dia dan bahkan bisa lebih hebat dari dia. Lalu, aku pun bisa menjadi Hokage! Iya, 'kan, Rin?"

Sakura yang sadar atas kejadian dengan Obito di perang saat itu, menyadari bahwa ucapan anak itu memang benar dan jadi kenyataan. Hanya saja sangat disayangkan, kekuatannya itu didapatkan karena dendam. Seandainya tidak ada kesalahpahaman, mungkin saat ini ia bisa menjadi Hokage kelima.

Dan Sakura juga tahu, bahwa Uchiha itu menyukai Rin. Bahkan setelah gadis itu mati di tangan sahabatnya sendiri.

"Ya, aku percaya," ucap Sakura, membuat Obito maupun Rin menatapnya bingung.

***

Akhirnya, Obito, Rin, dan Sakura memutuskan untuk pergi ke rumah Kakashi. Bagi Sakura sangat tidak menyenangkan tinggal di sini kalau saja Sakumo tidak bersikap baik padanya.

Dan itu juga berlaku bagi Obito, terlihat dari raut wajahnya yang tidak suka ketika mereka berhenti di depan rumah pintu Kakashi melihat wajah gadis yang ia cintai, Rin, berbinar.

"Kakashi, ayo kita makan bersama!" teriak Obito sambil menggedor-gedor pintu rumah Kakashi.

Kakashi membuka pintu. Menampilkan wajahnya yang tertutup, tapi masih bisa menampakkan tampang datarnya.

"Masuklah."

Mereka bertiga pun masuk. Duduk di meja makan, menunggu Kakashi selesai dengan kegiatan memasaknya.

"Waaaa..." Obito tampak begitu terpukau melihat makanan yang Kakashi hidangkan di atas meja, kedua matanya berkilauan seolah baru saja kedapatan segunung emas.

"Kakashi, cepatlah!"

Setelah selesai merapikan wadah-wadah kotor, Kakashi ikut duduk di sebelah Obito.

Again [Re-publish]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang