Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

26. Move On?

655 68 11
                                        

"Hahahahah"

"Oh ya tuhan, sungguh itu sangat aneh kenapa kalian tertawa?!"

"Pernyatan bodoh macam apa itu Ino, ouh ayolah jangan membuat gadis manis ini merasa tersudut."

"So, when are you guys going to get married?"

"Tentu saja secepatnya." jawabnya

...

Mohon bantuannya guys jika ada typo mohon ditandai ya..

Happy Reading!!

...

"Tidak ada yang tahu tentang masa depan, bahkan perasaan pun bisa berubah seiring waktu. Menyatakan walaoupun ditolak atau tidak sama sekali. Lakukanlah sebaik mungkin walapun ia akan bersama orang lain. Itulah hidup, ada yang datang dan ada yang pergi,  anggap saja semuanya adalah pelajaran hidup."

Kalimat tersebut membuat sang pembaca mengerutkan keningnya bahkan raut wajahnya saja terlihat menyeramkan sepertinya ia tak terima dengan kalimat yang ia baca.

Pria bungsu yang lahir dalam keadaan kaya raya dan berlimang harta namun terlihat menyedihkan dengan perasaan yang berkecamuk. Entahlah hanya rasa kagum atau benar-benar menyukai seseorang yang telah menghilang kurang lebih enam bulan, ralat dua tahun mohon garis bawahi kata Dua Tahun tanpa mengabarinya.

Sepertinya pria itu lupa, kau dan dia tidak pernah dekat bahkan berbicara saja irit bagaimana mau mengabarinya, kau sangat bodoh Sasuke dimana otak cerdasmu yang selalu kau banggakan.

"Sayang, makanlah apakah kau akan terus memikirkan gadis itu?" ujar seorang wanita tua yang membawa nampan berisi beberapa buah sushi dan segelas ocha.

Merasa tidak mendapatkan jawaban dari sang anak wanita tua yang berperan menjadi sang ibu mulai membuka suara lagi.

"Ada lima benua besar didunia ini yang diiringi ribuan pulau dan kamu masih memikirkan satu orang yang tidak akrab denganmu, lebih tepatnya seseorang yang tidak menyukaimu. Sadarlah masoh banyak manusia dibumi ini, kecuali jika didunia ini hanya ada satu perempuan akan ibu carikan di planet lain yang lebih cantik."

"Sudahlah bu, terimakasih makananya." ucapnya malas

"Aku tau dia menyukaiku juga." lanjutnya dengan senyuman tipis yang masih terlihat oleh sang ibu.

"Jangan terlalu percaya diri." ucap sang ibu yang membuat Sasuke tersedak dan dengan cepat ia meminum ocha yang sudah disediakan.

"Kata-katamu sangat dalam bu." batin Sasuke.

Sang ibu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Dia seorang wanita dan ada banyak pria diluar sana yang lebih tampan, kaya dan tajir. Kau hanya mengenal namanya saja tidak dengan perihal masa lalu dan keadaannya sekarang, jangan terjebak dengan masa lalu. Cobalah sedikit melupakanya agar kamu tidak tersakiti bahwa ia sudah mempunyai pasangan hidup."

Ucap sang ibu lalu pergi meninggalkan putra kesayangan yang terlihat sedang berfikir. Kata-kata ibunya memang benar tapi tidak mudah untuk menyukai bahkan melupakan dengan cepat saja tidak mudah layaknya mengerjakan soal Matematika. Mudah jika mengerjakannya dengan asal-asalan tetapi rasa ingin mencoba hingga bisa pasti akan selalu ada.

"Akh!!" erangnya.

"Kau tampan Saskey, jangan menjadi orang bodoh karena cinta,  kau kaya semua wanita akan tunduk padaku karena wajajku yang tampan ini dan harta yang berlimpah, hahaha!"

Siapa pun yang mendengar teriakan Sasuke  mungkin berfikir bahwa pria itu gila.

Bahkan keempat temannya yang sendari tadi berdiri dari jarak 3 meter memilih mengurungkan niatnya untuk menghampiri bocah Uchiha yang sedang tertawa layaknya orang gila.

"Apakah dia tidak tahu,  masih ada banyak oppa korea yang lebih tampan darinya. Dia terlalu percaya diri." ujar Hinata.

"Hinata.." panggil Naruto yang mendapatkan tolehan dari Hinata.

"Saranghae my baby~~" ucapnya tidak lupa dengan tangan yang membentuk love membuat Temari dan Shikamaru menatapnya dengan geli.

"Aaaa,,  Nado saranghaeyyy baby~~~~" jawab Hinata dengan menunjukan aegyonya yang membuat dua orang manusia berambut cream merasa seperti penganggu.

"Kau mau?" tawar Shikamaru.

"Tidak itu mejijikan. Besok datanglah kerumahku dan bawa orang tuamu."

"Untuk apa?"

"Kau harus melamarku!! Jika tidak aka aku bom rumahmu! Melihat mereka berdua membuatku jijik dan geli karena kita tidak bisa melakukan itu.  Kau tau bukan aku dan kau sangat kaku jadi kutunggu besok, jika tidak datang kuhajar wajahmu itu!" 

Shikamaru, Hinata dan Naruto yang melihat plus mendengarkan ucapan Temarin dengan nada tinggi pun masih tidak percaya.

"Dia mengacammu kawan." ucap Naruto menepuk pelan pundak Shikmaru yang masih terdiam layaknya patung.

"Tidak kusangkan ia bisa to the poit juga." lirih Hinata.

.
.
.
.
.
.
.

"Sayang pesta apa yang kau inginkan untuk acara pernikahan kita nanti? Mewah, istimewa, romantis, modern atau elegan?"

Ucap pria bertubuh tinggi tersebut dengan tangan yang melingkar manis di pinggang sang gadis yang sedang melihat pemandangan kota dimalam hari.

Dengan perlahan gadisnya membalikan badan, membalas pelukan dari sang tunangan dengan wajah yang menghadap keatas untuk melihat bentuk wajah calon ayah dari anak-anaknya. Mata mereka bertemu diantara emerald dan brown.
Perlahan wajah mereka semakin mendekat dan menempelkan kedua bibir mereka dan melakukannya dengan serakah seakan akan takut salah satu dari mereka akan pergi.

.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Holla!!

Welcome terimakasih sudah membaca cerita Spionase Sakura.

Boleh dong kasi kesan atau adegan apa yang akan kalian inginkan disini.. 😗

Happy nice day...

Jakarta 22 Mei 2021

Spionase Sakura [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang