🍁
Waktu menunjukan pukul 5 pagi di hari weekend, di kamar serba putih milik sang gadis merah jambu. pelahan lahan ia menuruni kasur besar nya untuk memulai aktivitas baru, membersihkan diri lalu berolaraga.
"Pakai baju ini saja ya" batin sakura.
Ckelek..
Blam..
Dengan langkah mengendap endap ia berhasil keluar dari masion anbu.
.
.
.
.
.
Mentari pagi menerobos memasuki sudut sudut ruangan masing masing kamar dan ruangan lainya.
Semua anggota yang tinggal dimasion pun sudah berkumpul di meja makan, kecuali sakura yang sedang berolahraga sendiri dari pukul 5 pagi dan ia belum kembali hingga pukul 07.30.
"Ohayo semua... " sapa naruto
"Ohayo Naruto -kun" sapa hinata yang sedang menata makanan di meja.
"Ohayo.. "
"Ohayo.."
"Ohayo? Apa itu ohayo? "ucap ino
"Ohayo itu sama seperti Good morning " ucap Sai
"No.. Dimana sakura? "
"Mungkin di kamar "
"Tolong panggilkan untuk sarapan " perintah gaara
"Hn... Baiklah " ucap ino
"Gaara... Sebenarnya kamu itu siapanya sakura? " ucap tenten
"Itu tidak penting buat kalian" sahut gaara
"ITU PENTING BUAT KAMI" ucap naruto, tenten, shika, hinata serentak
"Baiklah baiklah. Sakura itu sahabat kecil ino dan aku, di umurnya menginjak 8 tahun ayahnya meninggal akibat melindungi sakura dan sang kakak dari orang orang licik, namun ketika ia menginjak umur 10 tahun kakaknya di bawa pergi, hingga saat ini aku tidak tau dimana keberadaan kakaknya" ucap gaara
"Hei.. Hei.. Kita tanya apa hubungan mu dengan sakura bukan menceritakan pengalaman nya" ucap naruto
"Aku sudah menganggap nya sebagai adik, karena bibi tsunade meminta ku untuk menjaganya" jelas gaara
Duk.. Duk...( hentakan kaki di tangga)
"Hosh.. Hosh gaar.. Sakura gk ada di kamar" ucap ino
"Hah.. Kok bisa? " kata gaara panik, ia pun mulai berhamburan ke lantai dua dan turun dengan membawa jaket serta kunci motor sport miliknya.
Tanpa pikir panjang, gaara melesatkan motornya dengan kecepatan tinggi.
"Apakah sifatnya selalu seperti itu jika sakura pergi tanpa sepengetahuan gaara? " ucap sasuke
"Yah.. Begitulah dia terlalu sayang dengan sakura.
"MAKANAN SUDAH SIAP" teriak tenten
Acara sarapan berjalan dengan hikmat hingga selesai tidak ada satu orang yang berbicara, hanya ada suara gaduh antara sendok dan garpu.
Disisi lain entah kenapa sasuke jadi teringat dengan ayahnya setelah mendengar cerita yang gaara ucapkan. Namun pikiran itu di tepis dengan egonya untuk menyelesaikan masalah akatsuki.
Waktu menujukan pukul 9 pagi tetapi sakura belum juga kembali sedangkan gaara sudah berada di rumah sejak 20 menit yang lalu.
"Ya tuhan dimana sakura.. " ucap gaara frustrasi
"Tenang kan dirimu sodat, sakura pasti sedang dalam perjalanan pulang" hibur naruto
"Semoga saja " ucap gaara lirih
"Sudahlah gaara jangan terlalu panik, bagaimana kalou kita minum kopi" ajak naruto
"Atau bermain catur bersama shika, atau mau belajar menggambar bersama sai.. " ucap naruto dengan semangat.
"AKH.. Bisa tidak kau diam, atau aku akan merobek mulutmu " kesal gaara, membuat naruto tidak terima
"HEI.. AKU HANYA MENAWARKAN, JIKA TIDAK MAU TINGGAL BILANG JANGAN DIAM SAJA" kesal naruto
"WAH.. KENAPA KAU YANG MARAH"
Adu cekcok pun dimulai, tidak ada dari salah satu penghuni masion yang ingin melerainya mereka semua hanya melihat pertarungan mulut.
"Cih.. Kalian kan laki laki, jangan seperti perempuan dong adu mulut tapi adu secara laki laki" ucap tenten
"OK.. Ayo.. " ucap gaara setuju
"Baik.. Kita buktikan siapa pria sebenarnya " ucap naruto
"Ayo.. Siapa takut" ucap gaara.
Cklek..
Blam..
"Pagi.. "
"Hn... Pagi" ucap naruto dan gaara bersama. seketika mereka bertatapan dengan tatapan seolah olah sedang memikirkan sesuatu
L
O
A
D
I
N
G
"SAKURA... KENAPA BARU PULANG!!" ucap gaara dan naruto berbarengan, dan membuat sakura bingung.
"No.. Ada apa ini? " bisik sakura
"Naruto membuat gaara marah karena mu" ucap ino yang membuat sakura tambah Bingung.
"Hah.. "
"Hei.. Hei ada apa ini " ucap sakura dengan nada sinis.
"KAMI AKAN BERTARUNG DENGAN SENJATA TAJAM.. UNTUK MENENTUKAN SIAPA YANG KUAT" ucap gaara dan naruto serempak.
"APA !!... Kau gila gaara? Kau.. Kan. Argh.. Ingat LUKAMU !!" Ucap sakura dengan nada kesal dengan mengacak acak ranbutnya.
"Tenang saja... Kejadian itu tidak akan terjadi lagi" ucap gaara dengan senyuman seakan akan tidak akan terjadi apa apa.
Bugh..
Argh..
"Tidak akan ku biarkan kau terbaring lagi di ranjang rumah sakit selama sebulan!! " Ucap sakura dengan nada penekanan di kata sebulan.
"SAKURA.. Aku bukan anak keci.. "
"Diam atau aku akan membuat mu tidak bisa berdiri untuk selamanya " ucap sakura memotong ucapan gaara.
"Naruto lawanlah aku.. Aku tunggu jam 16.00 di taman belakang" ucap sakura meninggalkan naruto melihatnya dengan tatapan penasaran.
"Hei.. Apa apaan ini.. Aku bukan seorang pecundang yang melwan perempuan " ucap naruto
"Apa kau takut naruto? " ucap tenten dengan nada meledek.
"Hei... Enak saja, siapa bilang aku takut hah?." ucap naruto dengan nada sedikit ragu ragu.
"Kalou kau bukan pecundang maka lawanlah aku, kalou kau pecundang menyerahlah" ucap sakura
"Baiklah.. Tapi jika kau kalah jangan menangis " ucap naruto meremehkan.
"Jika kau yang kalah, semua perkerjaan naruto yang selesaikan. " ujar tenten
"Ide bagus.. Aku setuju" ujar ino
"Ok.. Kita lihat saja HARUNO SAKURA"
.
.
.
.
.
.
Tbc
Hai reader Maaf kalou chapter ini pendek, kurang seru & juga jarang updet, karena ada banyak tugas dari sekolah. Maklumin ya.. ;-)
.
.
Jangan lupa vote dan komentar ya!!
Have a good day ♥
#SitiAisah275
Kamis 6 februari 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Spionase Sakura [END]
ActionSiapa sangka seorang gadis yang memiliki rambut bubble gummy adalah seorang agent dari FBI yang sangat cantik. Disinilah pertemuan antara kedua saudara bertemu. Dan mengenal arti Cinta dari partnernya. Dibuat : sabtu, 7 Desember 2019 END : Sabtu...
![Spionase Sakura [END]](https://img.wattpad.com/cover/207125869-64-k387979.jpg)