"Yamato ketat-kan pengamanan di bagian masion dan juga wilayah perbatasan masion di dekat sungai!!"
"Jangan biarkan satu orang melintas di masion, sementara waktu tutup semua pintu masuk yang menuju masion. Tepatkan Jiraya di perbatasan sungai!!!" ucap Danzo
"Baik Pak."
.
.
.
.
.
"Hm.. Tujuan kalian sudah ku-ketahui. Dengan begini aku akan menang sebelum waktunya paman." batin Sakura.
"Markas satu, markas dua, markas tiga." ucap sakura dengan menghunakan earphone.
"Markas satu disini dengan aku Gaara. Ada apa Sakura?"
"Markas tiga disini dengan aku Gaara."
"Markas satu dengan Sai."
"Markas dua dengan aku manusia yang paling tampan siapa lagi kalou bukan Na-"
"Markas dua, pergilah ke daerah perbatasan antara sungai dan hutan. Pantau keadaan yang ada disana."
"Markas tiga, alihkan cctv menuju ruang Danzo."
"Markas satu lihat pergerakan dari penjaga di belakang masion. Tembak mati saja satu demi satu lalu berikan jasad penjaga ke markas tiga. Info lanjutnya akan kuberitahu."
"Baik Laksanakan!!!"
"Shikamaru dari mana saja kau?" tanya Sakura yang baru sadar dari tadi Shikamaru menghilang.
"Lebih baik aku dan kau jangan membuat hal yang aneh. Danzo dan Yamato mencurigai pergerakan semua yang ada dimasion ini. Sembunyikan alat penyadap earphone itu akan membantu kita untuk bertahan selama dua hingga empat minggu." ucap Shikamaru.
"Yah aku tahu. Aku mulai bosan disini tidak ada hiburan untuk bersenang-senang." eluh Sakura.
Pletak!!!
"Kau yang membuat rencana. Aku tidak akan menangung beban dua kali lipat."kesal Shikamaru.
Tak lama suara panggilan bergema di ruang keluarga masion.
"Saku!!!" teriak Danzo.
"Ya, paman aku akan kesana!!!" jawabnya dengan teriak.
"Ikutlah denganku dan ingat jangan terlalu kaku dengannya jika kamu ingin hidup." ucap Sakura menyenggol lengan Shikamaru.
Dengan sangat cepat mereka berdua mengganti ekspresi wajah menjadi sangat senang.
"Paman ada apa?" tanya Sakura dengan puppy eyes yang terlihat sangat imut.
"Ah, keponakanku yang manis, sini duduk, kita kedatangan tamu loh sayang." ucap Danzo menepuk-nepuk sofa di sebelahnya.
"Kau juga ayo duduk disamping ku Shika." ucap Danzo dengan senyuman manis.
"Saku, Shika karena sekarang sudah mendekati musim dingin keponakan ku akan datang kesini untuk menginap selama tiga hari. Dia seperti mu tapi dia berambut merah dan berkacamata." ucap Yamato.
"Perasaan-ku gak enak." batin Sakura dan Shikamaru.
"Semoga bukan gadis di sekolah waktu itu." batin Sakura dan Shikamaru.
"Sebentar lagi dia datang. Dan kau akan senang." ucap Yamato.
Diposisi sekarang Sakura dan Shikamaru saling berpandangan satu sama lain. Kontak mata pun terjadi seolah mereka mengirimkan pesan isyarat melalui mata. Tanpa mereka sadari gadis yang paman Yamato ucapkan datang di hadapnya.
"Haiiii, selamat malam!!" teriaknya membuat Sakura dan Shikamaru kaget.
"Perkenalankan dirimu sayang." ucap Yamato.
"Haii, rambut ping. Haii, rambut nanas perkenalan aku Karin. Aku keponakan dari yamato." ucapnya dengan sangat semangat.
"Karin perkenalkan ini keponakan ku dan sahabatnya. Saku dan Shika. Saku dan Shika akan menginap disini, semoga kalian bisa akrab." ucap Danzo.
"Sepertinya kita pernah bertemu Saku?" ucap Karin dengan ekspresi yang sedang memikir.
"Akh, gadis ka***at ini. Bolehkan aku membunuh-Nya agar ia menutup mulut." Batin Sakura.
"Apa kau pernah bersekolah di Tokyo Hing School ?" tanya Karin.
"Tokyo Hing School ? Hahaha mana mungkin Keponakan ku dan sahabatnya ini anak yang cerdas. Mereka berdua lulus dengan ip tertinggi di Oxford University America." ucap Danzo membuat Karin membuka mulutnya dengan sangat lebar. Tanda ia takjub.
"Wow, aku merasa pernah melihatnya, tapi entah dimana." ucap Karin dengan tangan ditepatkan di dagu.
"Mungkin dia mirip denganku." ucap Sakura menghilangkan hawa canggung.
.
.
.
.
.
.
Markas 2
"Hoy, sampai kapan kita seperti domba?" ucap Naruto mulai bosan menunggu di semak-semak.
"Aku manusia bukan domba. Jika kamu domba sudah dari dulu aku menyembelihmu, menjual daging mu, memberikan tulangmu ke serigala dan ku berikan kepalamu ke beruang. Semua tubuhmu akan menjadi bermanfaat Naruto."
"Huft.. Kejam sekali kau Tenten. Tapi aku tidak tega dengan hinata, dia pasti akan menangis selama satu bulan satu malam. Aku membayangkan sebengkak apa mata hinata." ucap Naruto dengan ekspresi wajah sedih.
Sasuke dan Tenten yang mendengar keluh kesah jika ia menjadi domba langsung menodongkan dua buah pisau mengarah ke leher Naruto.
"Diam, atau kau akan aku bunuh sekarang juga!!" ucap Sasuke dan Tenten bersama.
.
.
.
.
.
.
Markas 1 & 3
"Apa mereka bertiga tidak sadar. Semua percakapan mereka dapat kami dengar." ucap Konan (markas 1)
"Entahlah, tapi aku kasian dengan Sasuke dan Tenten." Ucap Sasori (markas 3)
"Hahahahaha! lihatlah wajah si rubah itu, tiba-tiba langsung kicep. Hahaha! uhuk-uhuk, uhuk-uhuk." ucap Kisame dengan tertawa terbahak-bahak.
"Ingatlah wahai anak muda, Karma itu akan selalu ada contohnya seperti gigi berjeruji yang sedang keselek batu bara." ucap Naruto
"Yah, orang-Nya datang. Dah come back work guys." ucap Deidara.
"Ck, apa kaliam tidak sadar semua ucapan kalian ini direkam. Jadi bicaralah yang penting saja. Semua rekaman ini akan menjadi bahan bukti ketika Danzo dan Yamato tertangkap!!!!" kesal Sakura.
"Wah, benarkan? Alat-alatmu canggih juga yah." puji Naruto.
"Diam atau kau akam ku sembelih sekarang Naruto!!"
.
.
.
.
.
.
.
"Apa Sakura tidak sadar ia mengucapkan kata yang berlebihan." batin mereka serempak.
To be continued.
Hai.. Everyone. Maaf aku jarang update. Tapi tenang saja insya allah aku akan sering update.
Kamis, 2 juli 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Spionase Sakura [END]
AksiyonSiapa sangka seorang gadis yang memiliki rambut bubble gummy adalah seorang agent dari FBI yang sangat cantik. Disinilah pertemuan antara kedua saudara bertemu. Dan mengenal arti Cinta dari partnernya. Dibuat : sabtu, 7 Desember 2019 END : Sabtu...
![Spionase Sakura [END]](https://img.wattpad.com/cover/207125869-64-k387979.jpg)