Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

20. mission begins (1)

1.3K 109 11
                                        

Tandai jika ada kesalahan dalam mengetik.

Happy Reading
.
.
.
.


"Ok guys... Kalian sudah siap?" ucap Naruto dengan sangat excited.

"Ouu.... ya Sak, sebenarnya yamato dan Danzo itu, apakah ada hubungannya dengan dirimu? Soalnya kau sangat santai dalam menghadapi dua manusia keji itu?" tanya Tenten membuat seisi ruangan memandang Sakura dengan tatapan bertanya-tanya.

"Ada. Dia Danzo adalah sepupuh jauh dari ayah. Namun aku dekat denganya." ucap Sakura sangat santai.

"Hah!!!!"

teriak manusia yang berada di dalam masion.

"Lalu bagaimana jika ayah mu mengetahui kalou kamu berhianat!!!" ucap Naruto dengan wajah panik.

"Dia sudah meninggal 13 tahun yang lalu jadi aku bebas. Lagi pula jika aku mati mereka akan menerima imbalan yang berlimpah dari nenek Stunade. Jadi jangan terlalu di pikirkan." ucap Sakura

"Enak banget yah, hidup dan mati dianggap sempele seperti dipermainan." ucap Ino dengan nada menyindir.

"Okay, because we already know the relationship between Sakura and Danzo. so let's go, I don't want to wait too long here." ucap Sasuke membuat para partnernya terutama Naruto kaget.

"Woah.. Woah.. I was hearing Sasuke for the first time!! Ini sangat langkah, Tenten seharusnya kamu merekam suara Sasuke tadi." heboh Naruto.

Sementara para partner yang lain meninggalkan Naruto demi keselamatan telinga mereka masing masing.

"Lebih baik kita lakukan misi ini dari pada mendengar ocehan Naruto." ujar Tenten

"Telinga ku panas mendengar suara Naruto." ucap Ino

"Entahlah, rasanya aku ingin menjahit mulutnya sekarang." ucap Gaara.

Merasa tidak ada balasan dari Tenten, Naruto pun menoleh ke belakang.

"Hoy!!!! Kenapa kalian kabur hah!! Apa kalian tidak tahu tata krama ketika seseorang lagi berbicara." Teriak Naruto.

"Hoy!!! Kenapa aku ditinggal!!!" teriak Naruto, dan mulai berlari mengejar partnernya yang sudah menjauh.

Skip...

Earphone Bluetooth kini sudah terpasang rapih di masing-masing anggota. Earphone Bluetooth yang Sakura rancang sedikit berbeda dari kebanyakan earphone lainya, harus menggunakan kacamata khusus untuk dapat melihatnya. Jadi jangan sekali-kali menjatuhkan earphone yang Sakura rancang sebab hanya Sakura lah yang mempunyai Kacamata dan itu hanya satu yang ia buat.

Setelah menggunakan pelengkap penyadab yang Sakura rancang, misi mereka pun dimulai. Terdapat rumah pohon yang berkamuflase 500 kilometer dari Masion Danzo dan Yamato, berfungsi untuk memantau dari jarak jauh. Terdapat 356 buah cctv berukuran sangat kecil sekitar satu (1) cm dengan bentuk beragam. Terdapat 357 perekam suara yang siap merekam percakapan didalam masion. Disediakan tiga puluh lima buah (35) alat pengintai di koper Sakura dan Shikamaru. Terdapat tiga bilah pisau di bagian alas kaki, jam tangan semacam Imoo (Bukan Promosi Yaw).

"Markas satu dipegang oleh Hinata, Hidan, Konan dan Sai. Kalian ditempatkan di rumah pohon. Berikan informasi yang tepat untuk aku dan Shikamaru."

"Sejujurnya aku tidak butuh alat ini. Telepathy ku sudah sangat membantu. Untuk jaga jaga tidak apa-apakan." batin Sakura.

"Yah.. Lebih baik kau membawanya anjing kecilku, Jawab Sasori.

Deg..

"Ba-gaimana, bagaimana bisa kau melakukan ini." batin Sakura, seolah olah mereka berbicara di dalam pikiran namun saling terhubung dengan satu sama lain (Sasori).

"Beberapa hari yang lalu, ingatan ku kembali berkat benturan buku yang jatuh keatas kepalaku. Dan entah mengapa kemampuanku kembali lagi. Jadi sekarang aku bisa tahu apa yang sedang kau pikirkan, jadi jangan berfikir yang macam-macam yah." ucap Sasori dalam hati.

Senyuman manis terukir dibibir manis si rambut merah muda ketika Sakura menolehkan kepalanya untuk memastikan bahwa Sasorilah yang telah menjawab isi pikiran-nya.

"Ok, lalu Markas dua berada di kelompok Sasuke atau dikelompok kamu Sakura?" tanya Naruto.

Beberapa panggilan nama Sakura Naruto lontarkan. Namun satu jawaban tidak terdengar.

"Sakura"

"Sakura!!"

"Sakura!!!"

Bug...

Satu tepukan keras membuat sang Gadis merah jambu itu tersadar dari lamunan-nya.

"A-ah i-iya maaf. Kelompok dua berada di Sasuke, Naruto dan Tenten. Kelompok tiga dipegang oleh Sebagian akatsuki yaitu Sasori Kisame kalian membantu Gaara." ucap Sakura, dengan suara yang terdengar berwibawa.

"Maksudnya Markas bukan kelompok?" tanya Kisame memastikan.

"A-ah iya maksudku itu." ucap Sakira dengan sedikit gagap.

"Apa kau ada masalah dari tadi aku lihat kau memandangi Sasori terus menerus. Apa wajah Sasori menyebalkan? Jika ia izinkan aku memukul wajahnya sekali saja." ucap Hidan dengan nada memohon dikalimat terakhir.

Seakan-akan tidak ingin memabahas soal Sasori Sakura lebih memilih untuk mengalihkan pembicaraan karena waktu juga sudah semakin siang dan panas."

"Ok, aku dan Shikamaru akan melakukan misi ini hingga esok dan akan dibantu oleh markas satu. Sisanya akan aku informasikan lagi setelah mengetahui berkas-berkas dan dokumen tempat penyimpanan data data berharga. Apa kalian paham!!!!" ucap Sakura dengan tegas.

"Siap kapten!!!!" ucap mereka serentak.

"Shikamaru, ayo kita masuk. Jangan membuat yang lain curiga. Dan kalian berpencaranlah!!" ucap Sakura memerintah.

"Baik!!!" jawab mereka serentak.
.
.
.
.
.
.
.

Hai.. Everyone
How are you today?
Maaf aku jarang up guys karena imajinasi ku yang sedang dalam keadaan minim 😓

Aku berharap kalian tidak marah.

Mohon kritikan dan saran yah

Aku selaku Author Spionase Sakura ingin mengucapkan.

🎊🎊Terimakasih🎊🎊

Terimakasih banyak sudah mendukung, memberi support terhadap cerita ini. Aku berharap kalian tidak bosen dengan cerita ini. Terimakasih sudah menemani hingga 24.5K. Tanpa kalian aku bagaikan sebutir beras di tumpukan jerami.

I love you all

🎊🎊🎊🎊🎊🎊🎊

Jakarta, Rabu 17 Juni 2020

Spionase Sakura [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang