13

4.9K 682 76
                                        

yang pernah nanya ke abang latar belakang book Mama Muda / Mama Achan apa?

- Lokal / Indonesia
- Jawa Barat (Bandung).k

Sengaja gak begitu diperlihatkan biar abang gak perlu jelasin tempat terlalu rinci, capek soalnya .ysj

...

Jaehyun terjebak hujan lebat di salah satu hotel bintang 5 setelah dirinya selesai meeting, apalagi, rumahnya jauh dari hotel tersebut, karena membutuhkan waktu 1 jam bila tidak macet untuk sampai rumahnya.

Namun, saat Jaehyun hendak menerobos hujan, Jeno menelfon nya dan mengatakan bahwa di di luar hujan petir, dan saat Jaehyun memeriksa nya, itu memang benar.

"hahh..." Jaehyun menghela nafas.

Dirinya khawatir dengan Achana di rumah, harusnya Jaehyun memeluk Achana dengan tenang di kasur sambil bertelanjang dada dan tidak mempedulikan bahwa sekarang ada hujan badai, namun itu semua hanya sebuah ke andaian.

"Loh? Jae?" Sapa Tia yang kaget melihat Jaehyun di lobi dekat pintu keluar yang sedang menatap lurus ke arah hujan.

"oh? Tia." Jawab Jaehyun seadanya.

"Ngapain disini?" Tanya Tia

"habis meeting, mau pulang." Jaehyun mengalihkan pandangannya dari hujan dan terdiam sesaat ketika melihat Tia.

Cantik.

Satu kata yang mendeskripsikan mantan istrinya itu.

"Aku habis pesan kamar buat me time, mau nebeng dulu gak? Hujannya gak bakal berhenti dalam waktu dekat." Tawar Tia

Jaehyun menganggukkan kepalanya tanpa berfikir dua kali dan mengikuti Tia menuju kamar yang Tia pesan.

Kamar besar dan ada ruang tamu terpisah. Dan mereka duduk disana menghabiskan waktu sampai tengah malam dan lanjut tertidur bersama di kasur yang sama.

Ya, hanya tidur biasa..

Namun, dikasur yang sama dengan posisi berpelukan...

.
.
.

Jeno meregangkan tubuhnya dan siap untuk menyapa mama nya ala selebgram, mumpung lagi pada kumpul karena Achana, Nana, dan Rena hamil barengan, ya biar gampang lah simpelnya.

"Mah? Kenapa?" Tanya Jeno yang baru bangun dan melihat Achana tengah duduk di ruang tamu sambil menahan tangis.

"Papa kemana? Telepon gak diangkat..." Lirih Achana

"Loh? Hujan jam 2 udah beres loh, kok papa belum pulang?" Tanya Jeno heran

Ia segera berlari menuju kamar Mark dan Rena dan menggedor kamar itu dengan brutal, mengakibatkan Mark bangun dengan wajah sangar nya.

"APA SIH JEN-"

"Gak penting! Itu mama nangis!" Seru Jeno panik.

Mark melihat jam dinding yang berada tepat di atas pintu kamarnya, dan menatap heran ke arah Jeno.

"Lah? Mood swing? Apa gimana? Masih jam 11 siang loh ini, drama korea kesukaan mama sama Nana Rena kan belum tayang..." Tanya Mark

"Papa ngehubungin lu gak?" Bukannya menjawab, Jeno malah kembali bertanya.

"Lah? Papa gak cuddle sama mama?!" Mark tekejut bukan main saat menangkap ucapan Jeno.

Papa nya tidak pulang?!

.
.
.

"Jae, mau kemana?" Tanya Tia yang kini baru selesai mandi dan sudah berpakaian rapih.

Mereka tidak melakukan hubungan intim, hanya saja mereka melakukan 'deep talk' dan kemudian dalam seketika menjadi dekat layaknya...

Sepasang kekasih.

"Mau pulang." Jawab Jaehyun disertai senyuman andalannya yang sepertinya sudah jarang diberikan untuk Tia, namun sekarang Tia mendapatkan senyumnya itu lagi.

"Temenin shoping dlu dong, abis itu temenin nonton." Pinta Tia

Jaehyun kembali mengangguk tanpa pikir panjang dan tersenyum saat Tia memekik senang. Menggandeng tangan Tia layaknya kekasih dan berjalan beriringan menggunakan mobil milik Tia (karena Jaehyun datang bersama supir).

Mereka menuju arah mall dan berjalan-jalan seolah dunia hanya milik mereka, melupakan bahwa mereka masing-masing sudah memiliki keluarga.

Dan juga mengabaikan kalau,

Istri Jaehyun sedang hamil.

.
.
.

Di sisi lain...

Pria dengan baju turtleneck hitam yang dibalut dengan mantel abu itu berjalan mengitari mall, mencari sesuatu barang yang sekiranya akan berguna untuk seseorang yang akan ia temua nanti.

"Itu Jaehyun Rahandika?" Tanya pria itu kepada sekertaris pribadinya

Sang sekertaris pribadi menyipitkan matanya dan kemudian mengangguk sebagai jawaban.

"dia bersama orang lain?" Tanya pria itu lagi.

"Iya tuan." Jawab sang sekertaris

"dia berselingkuh eh?" Terdengar nada tak senang di dalamnya.

Sang sekertaris tak menjawab karena tak tau fakta apa-apa.

"Kita ke tempat Achana sekarang, kita bawa dia dan anaknya pergi dari rumah pria brengsek itu."

.tbc.

Nahloh?

Gak tau, lagi males.
Kalau gak nyambung ya maaf

Mama Achan [SELESAI]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang