Hai kalian, barisan para jomblo.
Mwehehe
...
Achana menatap map coklat di tangannya, hakim memang menyetujui perceraiannya dengan Jaehyun, tapi hak asuh sang anak semuanya turun ke tangan Jaehyun, Achana yang asalnya senang karena mau bercerai menjadi sedih.
Bagaimana bisa ia hidup tanpa anak-anaknya? Ujian apapun Achana terima asal jangan ambil anaknya. Apalagi semenjak kepergian Chandara Achana makin tidak mau lepas dari sang anak.
"Gimana?" Tanya Rena, ia baru datang setelah mengantarkan Raka ke kantor dimana Mark kerja.
Alan menunjukkan surat persyaratan yang ia pegang, Rena mengambilnya dan kemudian wajahnya menunjukkan ekspresi terkejut.
"Gak logis loh Chan, masa harus serumah meskipun pisah ranjang? Kan anak-anak yang masih dibawah 17 tahun, setau gw itu wajib diurus ibu nya. Kecuali jika sang ibu itu bermasalah." Ujar Rena.
"Mertua lo kan banyak uang, apa aja dilakuin." Kesal Achana
"Lawan dong chan!" Seru Rena
"Gak semudah itu Ren! Bisa aja gw lawan, tapi kalau ternyata tiba-tiba hakim ketuk palu dan anak-anak gw dibawa Jaehyun? Gak dulu." Rena paham, Achana pasti main aman, dia gak mau anaknya lepas dari pandangan dia.
"Jadi?" Tanya Rena meminta kepastian atas hasil dari sidang tadi.
"Gw bakal satu rumah sama dia, tapi bakal pisah ranjang. Harusnya sih di rumah gw, cuman si gila itu ternyata udah nyiapin rumah yang jauh lebih memungkinkan." Jawab Achana.
"Hahaha, dia nyiapin semuanya loh Chan. Tapi karena pisah ranjang adalah hal gak di duga, kayaknya Jeno sama Mark bakal balik ke rumah utama." Ucapan Rena membuat Achana tersenyum.
"Kumpul lagi dong?" Tanya Achana
"Ya, kali ini anggota nya lebih banyak." Rena mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Achana.
"Baguslah, anak gw nanti ada temennya." Ujar Achana
"Huum, anak gw jga. Kayaknya dia bosen main sama Joan. Btw, kalo tiba-tiba rujuk gimana tuh?"
"Ya gak gimana-gimana."
.
.
.
"Ini kamar kamu, anak-anak udah pada tidur di kamarnya. Aku udah lengkapin semuanya biar kamu nyaman." Jaehyun membuka salah satu kamar yang berada di lantai yang sama dengan kamar Jaehyun.
Licik, ya tentu saja. Apapun akan ia lakukan supaya Achana bisa kembali kepadanya tanpa rasa benci. Meskipun tidak akan seperti dulu, setidaknya ia ingin Achana kembali menyayangi nya.
"Makasih." Ucap Achana singkat, lalu masuk ke dalam dan menutup pintu kamar dengan cepat, tidak membiarkan Jaehyun berbicara barang beberapa detik.
Esoknya, Achana bangun seperti biasa, menuju dapur untuk masak, dan makan terlebih dahulu. Karena tentu saja ia tak ingin berada dalam 1 meja bersama Jaehyun.
Siangnya Achana akan bermain bersama anak serta cucu(?) nya, tentu saja Achana juga akan mengobrol bersama Rena, Nana, Jeno, dan Mark. Sampai malam tiba, saat jam makan malam Achana hanya diam dan tak banyak bicara, setelah makan malam kembali mengobrol dengan yang lain setelahnya kembali ke kamar.
Selama 3 bulan terus menerus seperti itu, dan hanya akan mengobrol dengan Jaehyun jika mengenai hal penting saja. Selebihnya Achana selalu menghindar.
Tapi tetap saja, dibandingkan sebulan pertama, Achana sekarang lebih mendingan, ia mau menjawab pertanyaan Jaehyun dan membantu pria itu saat kesulitan dalam beberapa hal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mama Achan [SELESAI]
Fanfictionbook season 2 of Mama Muda ini tentang Jaehyun Rahandika yang semakin hari semakin bucin sama istrinya itu, Achananisa Hasanah. warn! gs! crackpair Jaehyuck!
![Mama Achan [SELESAI]](https://img.wattpad.com/cover/248944480-64-k182315.jpg)