BRUK
"Hey... Jangan di tengah jalan!" marah manik gold kepada manik orange, karena menghalangi jalan.
Tak ada jawaban dari si manik orange, matanya fokus menatap ke depan. Manik gold yang merasa heran, mengikuti arah tatap manik orange.
KAGUM.
Satu kata itu yang dapat mendekripsikan raut wajah mereka.
"Wahh...ternyata ini yang dinamakan dunia manusia, bagus juga!" seru gadis manik orange, Blaze.
"Hm...Gak buruk!" kata vampir bermanik shappir, panggil saja Taufan.
Vampir bernama Gempa menghirup nafas dalam-dalam. "Iya, udaranya juga sejuk, aku suka,"
"Thorn juga suka, disini banyak tumbuhan yang bisa Thorn koleksi, " seru Thorn dengan mata berbinar-binar.
Lelaki bersurai cokelat menghelai nafas lega.
"Syukurlah, kalau kalian menyukai dunia manusia," ujarnya, panggil saja Boboiboy, sang pangeran tampan dari Kerajaan Elemental, yang selalu menjadi indaman para wanita.
Si bungsu melihat-lihat sekelilingnya. Ia bingung, kenapa hanya ada pohon-pohon besar saja? Dimana istananya? karena tak mau ambil pusing, ia pun bertanya kepada sang kakak sulung.
"Kak, ini tempat apa sih? Kok cuma ada pohon-pohon doang, gak ada istananya?"
Boboiboy Menolehkan kepalanya manatap si bungsu.
Ia tersenyum dan mengelus surai adik bungsunya, sebelum menjawab, "Jika kakak lihat-lihat, ini kita berada di hutan yang letaknya jauh dari kota," katanya dengan lembut.
"Kota? Makanan jenis apa itu, kak?" tanya Blaze, bingung.
Boboiboy menahan tawa, karena mendengar penuturan adik ketiganya.
Blaze merengut kesal, karena tak kunjung mendapat jawaban dari sang kakak. Tanpa ia sadari sebuah tangan terangkat di atas kepalanya.
DUGH...
"Aww...ish,"
Jitakan penuh cinta mendarat mulus di kepala Blaze.
"Apaan sih, kak?" marah Blaze kepada kakak ketiganya, Taufan, yang ternyata dalang dari penjitakan Blaze.
Sang kakak tak mempedulikan adiknya, ia malah berkata, "Itu bukan makanan, bodoh..."
"Terus kalau bukan makanan apa?" tanya Blaze, sedikit meninggikan suaranya.
Tiba-tiba suara lain menyaut, menjawab pertanyaan Blaze.
"Kota itu pusat permukiman dan kegiatan para penduduk. Bukan makanan,"
Gempa membantu menjelaskan, agar sang adik mengerti, karena otak adiknya yang sedikit geser.
"Oooo..."
"Paham?"
"Enggak!" jawab Blaze sembari menampilkan wajah sok polosnya.
DUGH
"Aduh...kak Gem, kok aku dijitak?" marah Blaze.
Ia meringis kesakitan karena kepalanya dijitak untuk yang kedua kali. Sekarang sudah terdapat dua benjolan yang menghiasi kepala Blaze.
Gempa memutar bola matanya, tak peduli. "Kamu bikin kakak naik pitam,sih!"
Pangeran Boboiboy dan Putri Thorn yang melihat kebodohan para adik dan kakaknya, hanya diam dan memasang wajah datar.
"Sudah, lebih baik kita membuat tempat untuk kita istirahat di sini!" usul Boboiboy.
"Gempa dan Thorn, buat sebuah rumah menggunakan kekuatan kalian!" perintah Boboiboy, diangguki Gempa dan Thorn.
KAMU SEDANG MEMBACA
VAMPIR BUCIN {BBB}
Vampire{ON GOING} Peperangan antara Bangsa Vampir dengan Bangsa Serigala memang sudah biasa. Namun, bagaimana jika Bangsa Vampir berperang dengan sesama bangsanya sendiri? Kata orang semua vampir itu sama, namun nyatanya, setiap vampir berbeda, salah satu...
