•RINDU•

466 43 6
                                        

Keduanya menoleh, mendapati seorang gadis dengan wajah kusut, rambut berantakan, dan mata yang terlihat menyimpit khas orang bangun tidur. Ditambah pakaian piyama biru bercorakan doraemon.

Ia hendak turun ke bawah sembari meneteng satu guling. Masih di batas kesadaran membuat ia sedikit oleng, untung saja seseorang menangkap dan membantunya turun dari tangga.

"Apasih ribut-ribut? Ganggu orang tidur aja!" gerutu gadis itu kesal, karena acara tidurnya terganggu oleh keberisikan dari bawah. Ia menggaruk-garuk rambutnya.

Suara menggelegar dari Gempa dan suara tawa dari Blaze ternyata telah membangungkan seorang putri yang sedang tertidur.

"Hek'hem, jadi kenapa ribut-ribut?" tanya gadis itu lagi sesampainya di bawah.

HUG

Bukanya menjawab pertanyaan gadis itu, Thorn justru menerjangnya, membuat si gadis terhuyung ke belakang. Beruntung orang dibelakangnya membantu menahan badan si gadis agar tak terjatuh ke bawah.

"Aduh, Thorn! Main peluk-peluk aja, untung gak jatuh," gadis itu terkekeh, membalas pelukan Thorn.

"Habisnya Thorn kangen banget sama Kak Ufan," kata Thorn.

Gadis itu adalah Taufan. Orang yang beberapa hari terbaring lemah setelah isiden kecelakan yang tanpa disengaja menimpanya saat hendak menyelamatkan Gempa. Dan beberapa hari yang lalu juga ia melakukan pengobatan untuk penyembuhan luka diperutnya, karena tertusuk oleh pedang Halilintar.

Nampaknya gadis itu telah sembuh dari lukanya, atas penyembuhan yang diberikan oleh Boboiboy, sang kakak sulung.

Taufan terkekeh lagi, tangan kanannya terangkat mengusap lembut surai sang adik bungsu. "Kakak juga kangen Thorn," mengecup sekilas pucuk kepala Thorn.

Thorn mengeratkan pelukannya. Matanya terpejam merasakan hangatnya dekapan dari sang kakak, sekaligus meluapkan rasa rindu yang beberapa hari ia tahan. Kedua nya larut dalam pelukan hangat itu sampai mengabaikan seseorang yang menatap kesal ke arah mereka.

"Hek'hem...terlupakan!"

Suara itu menyandarkan kedua kakak beradik yang sedang meluapkan rindu terpaksa melepas pelukan hangat mereka. Dan beralih menatap sesosok yang telah merusak momen mereka.

"Hehehe... Sorry, gue lupa kalau ada lu disini," Taufan tersenyum canggung, sembari menggaruk pipinya.

"Iya, gapapa! Udah biasa dilupakan," kata orang itu menekan kata 'dilupakan'.

Taufan terkekeh, lalu mengatakan sorry, namun sesosok itu tidak menggubris dan malah mengalihkan pandang darinya.

Thorn menatap sesosok itu sendu. Ada satu perasaan yang tiba-tiba saja muncul. Perasaan yang telah lama terpendam. Perasaan itu hendak meluap saat tatapannya tanpa sengaja bertemu dalam satu titik dengan sesosok itu.

Terlihat di matanya, sesosok itu tersenyum lembut. Lalu merentangkan tangannya. Thorn merasa dirinya ditarik, seakan ada benang yang menariknya untuk masuk ke dalam dekapan sesosok itu. Namun, itu hanyalah benang ilusi, jika saja benar adanya benang penarik ia tak menolak, bahkan membiarkan dirinya ditarik dalam dekapan hangat yang selama ini ingin ia rasakan kembali.

"Hey, apa kau tak merindukan ku?" tanya sesosok itu masih merentangkan tangannya. Tanpa menunggu lagi Thorn langsung menghambur dalam pelukannya.

Sesosok itu mendekap lembut tubuh mungil Thorn. Tangan kanannya mengusap lembut kepala Thorn, sedangkan tangan kirinya mengusap punggung saat dirasa tubuh Thorn bergetar. Saat dirasa bahunya terasa hangat.

VAMPIR BUCIN {BBB} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang