DUKS
"Aduh..." ringis Taufan sembari memegang kepalanya.
Halilintar menoleh ke arah Taufan. "Lo gapapa?"
"Gapapa pala lu peyang, udah tau gue kesakitan, masih aja ditanya," balas Taufan ngegas.
"Lho kok ngamok?"
Perempatan imajiner muncul di pelipis Taufan. "Ini semua gara-gara elu, kalau elu gak ngerem mendadak, kepala gue gak mungkin kepentok dashboard mobil."
"Bentar-bentar, kok lu jadi nyalahin gue, yang harusnya lo salahin tu Fang!" balas Halilintar.
"Lho, kok jadi Fang? Orang jelas-jelas elu yang ngerem mendadak,"
"Denger ya, gue gak bakal ngerem mendadak kalau yang depan gak ngerem mendadak juga. Nah, yang di depankan mobil Fang sama Gempa, ya elu harusnya nyalahin Fang!" jelas Halilintar panjang lebar.
Taufan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Iya juga ya..."
PLETAK
Halilintar menjitak Kepala Taufan dengan penuh kasih sayang.
"Dasar bodoh..."
"Apa kau bilang?"
Dan akhirnya terjadilah percecokkan antara Halilintar dan Taufan.
MOBIL ICEBLA
"Hah...ini kenapa yang di depan gak jalan-jalan, sihh? Gue pengen cepat pulang, GUE HAUS WOY!" racau Blaze.
Ice menggeleng kepala, mendengar racauan Blaze. "Lo haus?"
Blaze mengangguk, "Iya gue haus banget!" memegang tenggorokannya yang terasa kering.
"Nih..." Ice memberikan botol minum dengan isi berwarna merah.
Blaze bingung dengan isi botol itu, namun tetap ia ambil.
"Apa ini? Sirup? Kan gue gak-" pertanyaan beruntun Blaze terpotong.
"Darah!" potong Ice cepat.
"Wahh...serius?" tanya Blaze dengan mata berbinar-binar.
"Hm...cepat minum, katanya haus!" ucap Ice.
Tanpa basa-basi lagi, Blaze langsung meminum darah itu.
"Ah...segarnya! Tenaga ku langsung kembali lagi," ujar Blaze.
Blaze menatap lama botol yang Sekarang berada di genggamannya. Ia menoleh menatap Ice.
"Gue ramal, semalam lo berburu darah rusa terus lo isi di botol ini'kan?" ramal Blaze setelah mendapat gambaran tentang Ice yang berburu semalam.
"Hm...kok lu tau?" tanya Ice.
"Ya tau lah, Blaze gitu lho," Blaze membanggakan diri sembari menyimbak rambutnya.
Ice menatap datar, "Udah?"
Blaze naikkan sebelah alisnya, bingung. "Apanya?"
"Minumnya..."
"Oh, udah! Kenapa?" tanya Blaze.
"Siniin...gue mau minum, yakali pemiliknya gak minum," jawab Ice.
"Hm...nah," Blaze memberikan botol minum Ice kembali, Ice menerima dan langsung ia minum.
"Eh, bentar-bentar! Kok ada yang aneh ya, tapi apa?" pikir Blaze.
Tak lama dari itu, Blaze tersadar dari lamunannya.
"Eh, Ice..."
Terlambat.
Blaze terlambat menghentikan Ice, Ice sudah meminum darah itu tepat di bekas bibir Blaze.
KAMU SEDANG MEMBACA
VAMPIR BUCIN {BBB}
Vampir{ON GOING} Peperangan antara Bangsa Vampir dengan Bangsa Serigala memang sudah biasa. Namun, bagaimana jika Bangsa Vampir berperang dengan sesama bangsanya sendiri? Kata orang semua vampir itu sama, namun nyatanya, setiap vampir berbeda, salah satu...
