Keesokan harinya...
Jam menunjukkan pukul 05.00. Seorang gadis terbangun dari mimpi indahnya, mengerjamkan matanya sebentar untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata, lalu bangun dan beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.
Tak butuh waktu lama, ia sudah menyelesaikan ritual paginya. Ia sudah berpakaian seragam rapi dan berdandan layaknya anak sekolahan.
Gadis vampir itu, telah selesai merapikan peralatan sekolah, ia keluar dari kamar dan pergi ke kamar adik pertamanya.
TOK TOK TOK
"Taufan, bangun!"
Tak ada sembarang jawaban dari penghuni kamar, ia pun masuk ke kamar adik pertamanya.
Ia melihat adiknya yang masih tertidur dengan selimut tebal yang menyelimuti.
Gadis itu menggoncangkan tubuh adiknya. "Taufan, bangun!"
Hanya deheman dari sang adik yang ia dapat.
"Ayo bangun!" menarik-narik tangan adiknya.
Sang adik membuka mata sedikit.
"Ish...apaan sih, Kak Gempa?" kesal Taufan karena tidur nyenyaknya diganggu. Ya seperti yang kalian tau, adiknya adalah Taufan.
"Ayo bangun! Kamu lupa sama yang dia bilang?" tanya gadis vampir tadi, yang ternyata adalah Gempa.
FLASHBACK!
Sebuah mobil terpakir di perkarangan mansion Boboiboy.
Saat mereka keluar dari mobil, mereka disabut oleh vampir berambut landak dan berkacamata visor, Fang.
"Kalian lama banget! Gue bosen nunggunya," gerutu Fang.
"Namanya juga belanja sama cewek," bisik Solar supaya vampir cantik gak denger.
"Lagian siapa yang nyuruh lu nunggu?" ketus Halilintar. Fang mendengus kesal.
"Daripada gelut gak jelas, meding kita pulang sekarang, udah malam gak baik kalau cowok masih di rumah cewek, apalagi kalau belum sah," nasihat Ice.
Ice pamit pulang ke vampir cantik setelah menjadi ustadz dadakan, ia melajukan mobilnya keluar dari perkarangan rumah Boboiboy.
Saudara Ice yang lain terdiam.
"Itu Ice?" mereka semua mengangkat bahu, tidak tau.
Hening.
Fang berdehem, "gue ke sini untuk ngasih tau kalian berempat, kalau kalian akan mulai sekolah besok!"
"...Dan segaram kalian, udah gue kasih ke Bang Boboiboy," lanjut Fang.
"Kalian akan berangkat bareng kita!" Solar menyambung omongan Fang sembari menekankan setiap kata di kalimatnya.
"Oke," ucap vampir cantik dengan nada lemas.
"Kita pulang dulu!" kata Halilintar.
Tanpa menunggu balasan dari vampir cantik, Halilintar segera memecut mobilnya keluar dari perkarangan mansion Boboiboy, diikuti oleh kedua saudaranya yang lain.
FLASHBACK end!
Saat Gempa mengingat kejadian semalam, Taufan tertidur kembali.
Gempa yang sudah naik pitam, langsung menarik tangan Taufan kasar, mengakibatkan Taufan terjungkal dari kasur.
GUBRAK
"Aduh...pala gue," ringis Taufan, merasakan bagian kepalanya sakit.
"Mampus...siapa suruh tidur lagi," Gempa bersedekap dada.
KAMU SEDANG MEMBACA
VAMPIR BUCIN {BBB}
Vampiros{ON GOING} Peperangan antara Bangsa Vampir dengan Bangsa Serigala memang sudah biasa. Namun, bagaimana jika Bangsa Vampir berperang dengan sesama bangsanya sendiri? Kata orang semua vampir itu sama, namun nyatanya, setiap vampir berbeda, salah satu...
