•PERTEMUAN•

1.3K 103 35
                                        

BRUK

"Aduh...m-maaf"

Thorn terjatuh setelah menabrak seseorang yang berada di depannya.

"Apa kau tidak apa-apa?"

Thorn mengadahkan kepalannya, ia melihat seorang lelaki berkacamata visor. Lelaki itu mengulurkan tangan ke arah Thorn untuk membantu Thorn berdiri. Thorn pun mengamit tangan lelaki itu.

"Ah, i-iya tidak apa-apa. Terimakasih,"

"Sama-sama"

Lelaki itu tersenyum, tidak terlalu lebar sih, tapi dapat membuat gadis vampir itu terpesona. Tanpa sadar, Thorn terus menatap lelaki itu.

Lelaki yang ditatap Thorn merasa heran, ia pun melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Thorn. "Hey, kau kenapa?"

Suara itu membuat Thorn tersentak, lamunan Thorn buyar, ia telah kembali sadar.

"A-aku g-gapapa kok" jawab Thorn gugup.

"Bener?" tanya lelaki itu, memastikan.

"Iya...aku gapapa kok" jawab Thorn menyakinkan sembari tersenyum manis.

Sekarang gantian lelaki itu yang terpesona dengan senyuman Thorn, ia menatap Thorn tanpa berkedip. Itu membuat Thorn sedikit takut.  Thorn menundukkan kepalanya.

"J-jangan menatapku seperti itu, kau membuatku takut," ucap Thorn lirih, namun masih dapat di dengar.

Lelaki itu tersadar dari lamunannya. "Maaf, aku tak bermaksud untuk menakutimu."

Thorn mengangguk dengan kepala yang masih menunduk. Reaksi Thorn membuat lelaki itu merasa bersalah.

Hening.

Suasana ini terlalu canggung untuk mereka. Thorn yang masih menunduk dan lelaki itu yang masih mengedarkan pandangannya, sesekali ia melirik Thorn melalu ekor matanya. Ini bener-benar sangat canggung.

"Kenapa kau ke sini?"

Cukup lama dilanda keheningan, sebuah suara menyapa indera pendengar Lelaki itu.

Pertanyaan Thorn membuat lelaki itu terkekeh geli.

"Harusnya aku yang bertanya!" kata lelaki itu.

Thorn mengangkat kepalanya, ia menatap lelaki itu yang juga sedang menatapnya, membuat Thorn sedikit malu dan menundukkan kepalanya lagi.

"Kenapa kau berada di kebun bunga ku?"

"Hah..."

Pertanyaan itu membuat Thorn tersentak, ia lalu mengangkat kepalanya, menatap lelaki itu dengan tatapan polos.

Lelaki itu gemas dengan dengan wajah Thorn yang itu. Ingin sekali ia mencubit pipi Thorn saat itu, namun ia tahan untuk menjaga tingkah lakunya agar Thorn nyaman berada disisinya.

"Kebun bunga mu?" tanya Thorn polos. Lelaki itu menjawab dengan anggukkan.

Thorn bingung dengan lelaki ini, bagaimana tidak? Ia membuat kebun bunga di tengan hutan belantara?Aneh pikir Thorn.

Seakan tau apa isi pikiran Thorn, lelaki itu membuka suara.

"Aku bukan hanya memiliki kebun saja, tapi di sini aku juga memiliki rumah. Rumahku tak jauh dari sini" terangnya.

"Kau tinggal di tengah hutan?"

"Ya" jawabnya singkat. Thorn ber-oh.

"Jadi?" Thorn mengangkat alisnya bingung, lelaki itu menghembuskan nafas kasar. "Jadi, kenapa kau berada di kebun ku?"

VAMPIR BUCIN {BBB} Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang