FLASHBACK!
"Sial, kuat juga mereka,"
Perlawanan masih terus berlangsung, atau bahkan semakin parah. Banyak pohon-pohon yang sudah tumbang karena terkena dampak serangan dari berbagai pihak.
BUGH
"Arkhh...ish, sakit..."
Gadis vampir bermanik orange tersungkur sembari menahan sakit.
"Heh, ternyata mereka tak sekuat seperti yang dirumorkan," ucap Ian, mamandang remeh.
"Kau benar, mereka seperti bocah ingusan. Cih..LEMAH!" ujar Sion tajam sembari menekan kata 'lemah'.
Ian dan Sion tertawa menggelegar, dalam artian tertawa meremehkan.
Grrr...
"KALIAN BILANG AKU LEMAH..."
Perkataan gadis itu membuat dua werewolf yang menyerangnya, menolehkan kepala.
Gadis vampir itu, yang tak lain adalah Blaze, bangkit dari terjatuhnya dengan kepala menunduk dan api yang menyelimuti sekeliling tubuhnya.
"Heh, sudah bangkit ternyata..."
Blaze mulai mengangkat kepalanya, memandang dua werewolf dengan tatapan tajam menusuk.
Wajah memerah karena amarah, mata yang mulai memunculkan api, nafas yang tak beraturan, taring tajam dan runcing. Blaze sekarang benar-benar marah, di dalam pikiran Blaze hanya ada kata...
BANTAI MEREKA!
BUNUH! MUSNAHKAN!
"Kalian bilang aku lemah'kan? MARI AKU BUKTIKAN SIAPA YANG LEMAH!"
GYAYYY...
Blaze menyerang Ian dan Sion dengan kekuatan api nya. Menyerang dengan membabi buta, tak peduli dengan apa yang akan terjadi nanti. Dirinya sudah tak terkendali, ia sudah dikendalikan oleh amarahnya yang terus meledak-ledak seperti Gunung Bromo #plak#
.
.
.
.
Uh...
"Bagaiman ini? Mereka sulit ku kalahkan, sedangkan tenaga ku terus tekuras," panik vampir manik shappir, Taufan.
Ia mulai kehabisan tenaga, nafasnya mulai tak beraturan, dahi yang terus menerus mengeluarkan peluh, dan tak sedikit luka di sekujur tubuh nya terus bertambah.
Kekuatan mulai melemah, pandangan mulai mengabur, pergerakan mulai lambat, fokus pecah.
"Menyerahlah Taufan! Aku tau kau sudah kelelahan,"
Apa ia harus menyerah?
Tidak boleh.
Ia tidak boleh menyerah sekarang. Saudara dan teman-temannya terus berjuang mati-matian, tidak mungkin jika ia akan menyerah sekarang, ia harus tetap berjuang sampai titik darah penghabisan.
.
.
.
.
SITUASI BLAZE!
Blaze yang sekarang menyerang Sion dan Ian, bukanlah Blaze yang biasa kita kenal. Blaze yang biasa kita kenal dengan aura positif dan bar-bar, seakan aura itu hilang terhempas angin digantikan dengan aura membunuh dan tatapan kebencian layaknya seorang spycopat yang menemukan target selanjutnya.
"Ku bunuh kalian!" Blaze terus menyerah Sion dan Ian dengan membabi buta. Blaze sudah hilang kendali, seakan bukan Blaze yang mengawal tubuhnya, ada orang lain yang mengawal dalam diri Blaze.
KAMU SEDANG MEMBACA
VAMPIR BUCIN {BBB}
Vampiros{ON GOING} Peperangan antara Bangsa Vampir dengan Bangsa Serigala memang sudah biasa. Namun, bagaimana jika Bangsa Vampir berperang dengan sesama bangsanya sendiri? Kata orang semua vampir itu sama, namun nyatanya, setiap vampir berbeda, salah satu...
