20. Couple

621 50 28
                                    

Malam itu seharusnya menjadi malam yang indah bagi Mina. Namun takdir berkata lain, ia harus menjaga Tzuyu yang kini sedang demam. Mina meletakkan handuk di dahi gadis kelahiran Taiwan itu. Melihat wajah Tzuyu yang sekarang pucat. Dia membelai rambut panjang dan pipi Tzuyu.

Angin bertiup pelan, suasana di kamar Tzuyu mengeluarkan udara hangat. Mina memegang tangan dingin Tzuyu, air matanya menetes. Tak lama kemudian, Tzuyu menyadari dan merasakan ada kehangatan di tangannya dan mencoba menatap wajah Mina yang menatapnya.

"Maafkan aku." Katanya, merasa bersalah karena membuat Tzuyu seperti ini.

Tzuyu tersenyum lembut, menjawab dengan cengkeraman erat, "Kenapa? Apa yang kamu lakukan sampai kamu meminta maaf?"  Tzuyu dengan posisi duduknya, memegang kedua sisi pipi Mina, ibu jarinya menyeka air mata, "Jangan menangis. Nanti wajahmu jelek lho."

"Jika terlihat jelek, apakah kamu masih menyukaiku?" Tanya Mina sambil memegang tangannya. Tzuyu tersenyum, "Jelek atau cantiknya kamu, tidak akan mengubah perasaanku padamu."

Jantung Tzuyu berdebar kencang. Di depannya, Mina dengan lembut membelai punggung tangannya. Mata Tzuyu beralih ke bibir Mina, terlihat begitu indah dan lembut.

Bisakah aku mengatasi trauma ini? Semua yang dilakukan Mina hampir sama dengan miliknya. Aku hanya takut kehilangan untuk kedua kalinya.

Tzuyu menatap mata Mina, begitu pula Mina. Tzuyu mulai mendekati wajah Mina, dan menempelkan bibirnya ke bibir Mina. Mina kaget, pertama kali Tzuyu melakukan aksi ini. Mina memejamkan mata dan membalas ciuman itu.

Tzuyu memegang leher Mina, ingin menciumnya dengan erat. Tanpa sadar, Dahyun hanya tersenyum pahit melihat pemandangan yang mencekik dadanya lewat jendela.

Dia datang di saat yang tidak tepat untuknya. Harus menyaksikan sendiri dengan matanya sendiri. Mencintai orang secara diam-diam, itu sangat menyakitkan.

Dahyun pergi. Meninggalkan dua orang yang saling cinta di sana.

Paginya, Mina bangun, melihat sekitarnya yang bukan tempatnya. Dia menoleh mencari orang tersebut. Dia memegang bibirnya tak percaya. Ia toleh saat pintu terbuka melihat Tzuyu keluar dari kamar mandi dengan rambut basah.

"Sudah bangun? Ayo sarapan. Aku akan mengirimmu pulang nanti setelah makan malam." Kata Tzuyu melangkah ke dapur dan membuka lemari es, dan mengambil sekotak air susu dan menuangkan dan memberikannya pada Mina.

Mina menyadari apa yang terjadi semalam, dia berusaha terlihat tenang meskipun Tzuyu bisa melihat pipinya yang merah hanya bisa tersenyum kecil.

"Bukankah itu keinginanmu? Jujur, ini pertama kalinya aku berani menciummu." Kata Tzuyu sambil minum air. Mina hanya menganggukkan kepalanya, lalu menatap wajah kekasihnya dan tersenyum bahagia.

"Apakah aku yang pertama?" Tanya Mina sambil meletakkan gelas di atas meja. Tzuyu mengangkat alisnya, "Pertama?" Tzuyu mengulangi kata-katanya.

"Hm! Apakah aku orang pertama yang menciummu dan apakah aku ciuman pertamamu?" Dia bertanya dengan senyum bahagia. Tzuyu tersenyum, mencubit hidung Mina dan menciumnya sedikit, "Tentu, orang pertama yang menciumku dan ciuman pertamaku adalah kamu."

Mina senang mendengarnya. Dia memeluk tubuh kekasihnya dengan erat, "Terima kasih telah menerimaku." Tzuyu membelai rambutnya, "Apa pun untukmu." Dia berkata dan akhirnya mencium kepalanya.

Tapi hati Tzuyu berkata sebaliknya, dia takut pihak lain akan terluka. Seolah-olah dia telah melakukan sesuatu yang salah pada mereka.

Eomma
Bisakah kamu menjemput Dahyun? Mobilnya rusak, orang tuanya meminta bantuanmu.

Aku akan berada di sana sebentar lagi.  Apakah eomma bisa kirim dimana  lokasinya?

"Mina, aku mau jemput Dahyun. Mobilnya mogok di tengah jalan. Boleh aku jemput dia?" Tzuyu meminta izin kepada Mina. Mina tersenyum dan mengangguk, "Pergilah. Aku akan tiba di kampus dalam beberapa menit. Dia pasti akan menunggumu."

"Terima kasih, aku mencintaimu." Ucap Tzuyu sambil mencium keningnya sebelum pergi. Sikap Tzuyu mampu membuatnya berdebar-debar seperti ini. Mina bangga memiliki Tzuyu yang romantis, baik, dan cantik.

Namun sikap Tzuyulah membuat orang mudah jatuh cinta padanya. Dia sangat manis sehingga dia akhirnya membuat orang jatuh cinta padanya. Mina takut kehilangan Tzuyu karena sifat posesifnya.

Dahyun mendengus kesal, berulang kali menatap layar ponselnya. Menghubungi orang tuanya sepertinya bukan apa-apa bagi Dahyun. Mereka mengabaikan pesannya dan bahkan panggilan telepon darinya.

"Apakah mobilmu selalu seperti ini?" Pertanyaan Tzuyu tiba-tiba muncul di sampingnya membuat Dahyun terkejut. Dahyun berkata, "Hm, sepertinya begitu." Jawabannya singkat. Tzuyu meliriknya, "Mau aku antar ke kampus?" Tawaran Tzuyu membuat Dahyun menatapnya.

"Bisakah aku?" Tanya Dahyun membuat Tzuyu tertawa pelan. "Tentu saja! Siapa yang melarangmu untuk bersamaku?" Dahyun menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Tzuyu. Dia agak ragu untuk masuk ke mobilnya. Namun dengan cepat Tzuyu meraih lengannya untuk masuk ke mobilnya. "Masuklah, kita bisa terlambat ke kampus nanti."

Tzuyu terus tersenyum padanya. Mengingat kejadian kemarin membuat Dahyun berhenti, begitu pula Tzuyu. Tzuyu bingung, "Kenapa berhenti?" Tanyanya masih memegang lengannya. Dahyun melepaskan tangan Tzuyu, "Aku bisa naik taksi saja." Ucapnya lalu pergi meninggalkan Tzuyu.

Tzuyu mengejarnya. "Bagaimana kamu menemukan taksi seperti ini? Lagi pula, tujuan kita sama ke kampus." Langkah Tzuyu terhenti melihat Dahyun berhenti membalikkan badannya menahan rasa kesal.

"Aku melihat semuanya! Kemarin aku datang membawakan makanan untukmu karena aku mengkhawatirkanmu. Tapi yang aku dapatkan hanyalah sakit hati!"

Dahyun menatapnya. Tzuyu terdiam, bola matanya bergetar, bibirnya membeku di sana. "Kau menyukainya, bukan?" Dahyun tersenyum pahit, "Tidak. Aku menyukaimu." jawab Dahyun.

"Sepertinya aku salah. Aku sudah menyukai orang yang sudah kumiliki. Tolong lepaskan aku, biarkan aku pergi melupakanmu." Dahyun meninggalkannya. Tzuyu terpahat di sana. Inilah yang dia takutkan, bagaimana dengan yang lain setelah mengetahui tentang dia dan Mina.

Cause I Like You ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang